“Mengenal masalah adalah cara yang harus ditempuh sebelum kita berbicara tentang solusi, karena bagaimana kita akan menyelesaikan masalah jika kita saja tidak tau apa masalah kita” ungkap Septian ketua Forum Aktivis Pemuda dan Mahasiswa Muslim (FAPMM) pada acara Diskusi Keumatan Tokoh aktivis Pemuda dan Mahasiswa muslim kota Semarang, ahad (4/3) di Semarang.
Diskusi yang dihadiri dari berbagai perwakilan gerakan pemuda dan mahasiswa di kota Semarang ini mengangkat tema “menentukan masa depan negeri” panelis dan peserta diberikan 2 pertanyaan utama dalam seluruh sesinya, pertanyaan pertama adalah apa akar masalah dari bangsa Indonesia lalu pertanyaan kedua fokus pada pembahasan bagaimana menuntaskan permasalahan tersebut.
Sepanjang acara berlangsung nampak terjadi diskusi yang cukup hangat dalam memandang permasalahan negeri yang ada saat ini, namun seluruh peserta memiliki kesepakatan bahwa negeri ini tidak dalam kondisi baik-baik saja. Ada masalah serius yang menggrogoti negeri ini di segala bidangnya.
Acara yang diselenggarakan oleh Forum Aktivis Pemuda dan Mahasiswa Muslim (FAPMM) yang di selenggarakan pada pukul 08.00-12.00 WIB. Hadir sebagai panelis dalam diskusi ini diantaranya adalah Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (HIMA Persis), Gerakan Pemuda Islam Indonesia(GPII), Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK) Semarang, Koops Mahasiswa GPII, Gema Pembebasan Semarang dan Nusantara Politik Watch (NPW)
Adapun perwakilan peserta yang ikut hadir diantaranya adalah Lembaga Dakwah Kampus Formad Undip, Islamic Youth Caring Generation (IYC), Kalam Unissula, Forum Studi Politik Islam (FSPI) Mahasiswa Undip, Harmoni UIN Walisongo, Islamic Studi Club (ISC) STIE Total Win, Lembaga Dakwah Kampus STIFAR, Political and Social Forum of Semarang (POSFOS), serta dari peserta Nisa ada Komunitas Intelektual Mahasiswi Islam(KIMI), Muslimah Intelektual Community, Muslima Inspira, Himpunan Mahasiswa Unissula, Hijabers Semarang dan Back to Muslim Identity (BMI) Community.
Diskusi yang dihadiri sekitar 20 lembaga pemuda dan mahasiswa ini menghasilkan sebuah kesepakatan untuk bersama-sama terus melakukan diskusi secara rutin sebagai langkah awal menyamakan frekuensi dan irama pergerakan sehingga menghasilkan sebuah gerak yang efektif dan efesien.
Sumber : dakwahmedia.co

Post a Comment

advertisement

loading...
Powered by Blogger.