Image result for masirah panji rasulullah

Oleh : Ahmad Yusran (BE Bkldk Semarang Raya)

Tatkala Allah menawarkan amanah kepada langit, bumi dan gunung, ketiganya enggang untuk memikulnya. Namun, manusia memberanikan dirinya untuk memikul amanah tersebut. Padahal, konsekuensi dari amanah tersebut sangatlah berat. Amanah itu adalah hidup sejalan dengan tuntunan Allah swt, Al-quran. Saking beratnya, gunung akan hancur berkeping-keping karena takut akan konsekuensinya. Allah swt. Berfirman :
“kalau sekiranya kami menurunkan Al-qur’an kepada sebuah gunung pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah di sebabkan takut kepada Allah swt. Perumpamaan-perumpamaan itu kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir” [TQS. Al-Hasyr (59) :21]
Imam Al-baidlawiy sebagaimana di kutip oleh Ali Ash-shabuni, menafsirkan ayat ini sebagai berikut : “seandainya kami (Allah) menciptakan akal dan perasaan pada gunung sebagaimana yang telah kami ciptakan pada diri manusia, kemudian kami turunkan Al-Quran diatasnya, dengan konsekuensi pahala dan siksa, sungguh ia akan tunduk, patuh dan hancur berkeping-keping karena takut kepada Allah swt. Ayat ini merupakan gambaran betapa besarnya kehebatan dan pengaruh Al-qur’an. Seandainya gunung yang kuat dan kokoh itu di seru dengan Al-qur’an, sungguh kamu akan melihatnya tunduk dan takut kepada Allah swt. Maksud ayat ini adalah, celaan terhadap manusia di sebabkan tidak tunduk ketika di bacakan Al-quran kepadanya. Bahkan, mereka menolak keajaiban-keajaiban dan keagungan-keagungan Al-qur’an...” [hasyiiyah zadaah ‘Ala-baidlawiy. Juz III/479].
94 tahun telah berlalu, sejak kegemilangan dan kejayaan islam tidak lagi nampak di permukaan, sejak saat itu pula islam tidak  lagi di jadikan aturan dalam kehidupan. Kecuali hanya sebatas pengajaran di sekolah-sekolah ataupun hanya menjadi kepuasan akal individu semata. Padahal konsekuensi dalam mengimani Allah dan rasul-Nya adalah menjadikan islam sebagai aturan dalam kehidupan, tidak hanya pada aspek ibadah mahdhah saja. Akan tetapi dalam segala aspek kehidupan mulai dari hubungan manusia dengan tuhannya (Shalat, haji, puasa dan lain lain), hubungan antara manusia dengan dirinya sendiri (jujur, amanah, menepati janji dan lain-lain) dan hubungan manusia dengan sesamanya (ekonomi, politik, pemerintahan, pendidikan, sosial dan ‘uqubat).
Dalam hal ini harusnya islam telah menjadi aspek penting kehidupan bagi seorang muslim, islam juga telah menjadi tolak ukur dalam setiap perbuatan seorang muslim, siang dalam malanya seorang muslim tidak bisa terlepas dari islam karena kesanggupanya untuk mengemban amanah dari sang maha pencipta.
Allah swt berfirman : Hai orang-orang yang beriman, masuklah kedalam islam secara kaffah (keseluruhan) dan janganlah ikuti langkah-langkah syaitan [TQS Al-baqarah (2) : 208].
Sayangnya, kebanyakan kaum muslim saat ini hanya berfokus pada ibadah mahdhah semata tanpa memperdulikan lagi aspek ibadah yang kedua dan ketiga. Padahal seruan Allah telah jelas bahwa seorang muslim ketika mengikrarkan dirinya untuk masuk islam dan mengimani Allah dan Rasulnya adalah menjalankan perintah-Nya secara kesuluruhan dan meninggalkan larangan-Nya.
Tidak hanya itu kebanyakan kaum muslim juga saat ini acuh tak acuh dengan amanah yang di pikulnya, bahkan mereka berusaha menundukan islam agar sesuai dengan keinginan-keinginan mereka. Tidak henti-hentinya pula mereka mendiskreditkan hukum-hukum agung yang lahir dari Al-qur’an al-karim. Dalam hal ini pula telah menjadi keliruan dalam memahami islam, pemahaman yang telah terkaburkan dengan di terapkan paham sekular-isme dalam kehidupan, ketika agama tidak lagi menjadi problem solving dalam kehidupan, ketika agama tidak boleh lagi mengatur urusan kehidupan, padahal islam turun untuk menjadi problem solving dalam kehidupan serta di terapkan untuk mengatur urusan kehidupan.

Oleh karena sudah selaknya kita sebagai seorang muslim yang benar benar mencintai Allah dan Rasulnya kembali kepada ajaran islam, kembali kepada aturan islam, menerapkan islam dalam kehidupan, menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya sebagai bentuk pengabdian kita kepada Allah swt. [Wallahua’alam]


Post a Comment

advertisement

loading...
Powered by Blogger.