Hizbut tahrir indonesia aksi 80 tahun keruntuhan khilafah
Ahli dari pemerintah mantan Ketua BNPT Ansyaad Mbai dalam keterangannya pada sidang PTUN tadi pagi memfitnah Hizbut Tahrir Indonesia dengan menyimpulkan semua pelaku bom yang bertujuan ingin menegakkan khilafah ada kaitannya dengan HTI.
“Itu jelas fitnah dan tuduhan tak berdasar, tidak ada satu pun anggota HTI yang terlibat aksi kekerasan!” tegas cendikiawan Muslim Ustadz Rokhmat S Labib kepada mediaumat.news, usai mengikuti sidang gugatan HTI kepada pemerintah yang membubarkan ormas dakwah tersebut dengan semena-mena, Kamis (1/3/2018) di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta Timur.
Ia mengingatkan, setiap ada aksi teror bom di Indonesia, HTI selalu mengeluarkan sikap. “HTI selalu mengeluarkan sikap mengecam keras tindakan tersebut. Lalu bagaimana bisa dituduh terlibat dengan aksi-aksi tersebut?” gugatnya.
Ia juga membantah pernyataan Ansyaad yang menyebutkan semua kelompok yang bertujuan menegakkan khilafah pasti melakukan tindakan teror. “Mengaitkan tindakan teror dengan khilafah adalah penyesatan. Keduanya berbeda, bagaimana bisa dihubungkan apalagi disamakan?” tanya Ustadz Labib retoris.
Ustadz Labib menegaskan bahwa khilafah itu ajaran Islam. Bahkan dengan khilafah, semua ajaran Islam bisa diterapkan.  “Sementara tidak ada satu pun ajaran Islam yang buruk, semuanya baik, mendatangkan rahmat, menjauhkan dari murka Allah. Di mana terornya? Jika ada kelompok yang mengatakan berjuang menegakkan khilafah dengan kekerasan, tidak bisa digeneralisir semuanya begitu,” pungkasnya.
sumber : mediaumat

Post a Comment

advertisement

loading...
Powered by Blogger.