Dakwah Jateng- Purbalingga, Puluhan Ulama dari tiga kabupaten Banyumas, Purbalingga dan Banjarnegara (MasBarling) berkumpul di kediaman KH. Ahmad Kamal Ismail - Ulama sepuh sekaligus Penasehat MUI Purbalingga - untuk bersama sama mengikuti acara Multaqa Ulama yang di inisiasi Oleh Forum Komunikasi Tokoh dan Ulama MasBarling. 

Acara Yang berlangsung pada Ahad (29/04/2018) ini mengangkat tema Khilafah Ajaran Islam Solusi Bagi Negeri

Diantara ulama yang hadir adalah KH. Ahmad Kamal Ismail - Ulama sepuh sekaligus Penasehat MUI Purbalingga, 
Kyai Anshor- pengasuh Majlis Taklim Baturaden Banyumas, Ust. Jadi Wiryono Pengasuh Majelis Taklim Banyumas, Bapak Syiyamdi El Fikri Tokoh Masyrkt Banjarnegara, Ust. Tarsun Pengasuh Majlis Taklim Somawangi Banjarnegara, Ust. H. Abdulloh Kison pengasuh Majlis Taklim Campakoa Purbalingga dan Ust. Amin RH pengasuh Majlis Taklim Al Fattah Babakan Purbalingga. 

Acara Multaqo Ulama kali ini dikemas santai namun tetap serius. Masing-masing masing perwakilan yang hadir dipersilahkan menyampaikan kalimah minal ulama.  

Diantaranya KH. Ahmad Kamal menyampaikan bahwa Khilafah adalah ajaran yang disepakati oleh empat Imam Mazhab. Sehingga Khilafah adalah ajaran Islam. Tidak boleh ada yang menyelisihi pendapat ini

Hal senada juga  disampaikan Ust. Jadi Wiryono, beliau menjelaskan Khilafah adalah Taj Al furud (mahkota kewajiban). Pasalnya tanpa khilafah seperti saat ini sebagian besar syariah Islam di bidang politik, ekonomi, hukum, sosial dsb terabaikan. Dalil kewajiban khilafah juga jelas termaktub dalam Al Qur'an, as Sunnah, ijma sahabat dan Qiyas  

Sementara Kyai Anshor mengajak  perjuangan umat Islam harus fokus pada  penegakkan syariah dan Khilafah, dengan itu insyallah pertolongan Allah akan segara datang

Adapun bapak Syiyamdi El Fikri dengan penuh keyakinan menyampaikan bahwa khilafah adalah solusi bagi negeri Indonesia bahkan dunia

Ada pun di kesempatan terakhir, Ust. Amin RH menyampaikan pendapat Ibnu Qayyim Al Jauziy dlm kitab Miftah Dar'ul Sa'adah 2/2.

penerapan syariah kebutuhan mendesak ( dharuri). Lebih mendesak dari  kebutuhan ilmu kedokteran, makan, minum bahkan udara untuk bernafas ! Pasalnya itu semua hanya dibutuhkan oleh fisik dan hanya di dunia. Adapun penerapan syariah dibutuhkan oleh fisik maupun non fisik tdk hy untuk kebaikan di dunia tapi juga kebaikan kelak akhirat. Oleh karena itu Ibnu Qoyyim menyebut seandainya kehidupan manusia tanpa syariah mk laksana kehidupan binatang

Karena Islam bukan hanya berisi Sholat dan puasa saja maka menerapkan Islam secara total butuh kekuasaan dan model kekuasaan yang cocok untuk itu adalah khilafah

Alhmdulillah acara berakhir pukul 17.40 dan diakhiri dengan doa, foto dan makan bersama. 

Reporter : Barkah




Dakwah Jateng – Semarang, Puluhan Ulama dari berbagai Sudut Semarang berduyun duyun datang ke acara Multaqa Ulama yang di inisiasi Oleh Majelis Cinta Rosul (MCR) Semarang.

Acara Yang berlangsung pada Ahad (29/04/2018) ini mengangkat tema khilafah ajaran islam pembawa berkah untuk negeri.

Diantara ulama yang hadir adalah KH. Syamsuddin Al Hafidz pengasuh Pondok pesantren The Holy Qur’an Mangkang Semarang, KH. Ainul Yaqin Pengasuh Ma’had Al Ukhuwah Al Islamiyyah Semarang, Ust Haidar Pengasuh Majelis Taqarrub Ilallah Semarang, KH. Bisri, KH. Subiat, KH. Nasruddin Pengasuh Ma’had Al Mabda Al Islami Semarang.


KH. M Ainul yaqin sebagai pemateri menyampaikan bahwa Ada Upaya- Upaya untuk memisahkan Khilafah dari ajaran islam.

“Misalkan Khilafah itu adalah pendapat individu dimana ada sebagian intelektual muslim yang mengatakan Khilafah itu adalah hasil ijtihad. Dimana itu bisa saja salah. Maka penting bagi kita untuk memahami dan membuktikan bahwa Khilafah itu Ajaran Islam.”katanya.

Maka kalau kita lihat didalam Alqur’an yaitu kitab yang paling mulia yang dijamin kebenarannya oleh Allah. Misalnya surat Al baqarah ayat 30 menurut imam alqurtubi ini adalah ayat yang menjadi dasar dan landasan yaitu untuk pemilihan pemimpin untuk didengar dan ditaati. Dengan demikian meskipun tidak secara langsung disampaikan dari alqur’an untuk menegakkan khilafah tapi secara mafhum dari ayat ini bisa dipahami. Disamping nanti ada ayat ayat lain dari Alqur’an.” lanjutnya.

Selain Penyampaian materi dalam acara juga disampaikan kalimah minal ulama diantaranya disampaikan oleh slah satu Ulama Tembalang  yaitu KH. Busyri “kita lihat umat islam  hari ini pontang panting kesana kemari karena apa? Karena imannya rapuh sudah terkikis dengan ajaran kapitalisme, dengan ajaran komunis sehingga kaum muslim tidak beriman secara kamil. Oleh karena itu mari kita menyatukan langkah, menyatukan jamaah kita untuk bersama sama memperjuangkan Syariah dan Khilafah. Mudah mudahan kita diberi kemampuan untuk memperjuangkan syariah dan Khilafah.” Ucapnya.

Diakhir Acara Para Ulama menyempatkan untuk berfoto bersama dan berkomitmen melanjutkan perjuangan menegakkan Syariah dan Khilafah.

Reporter : Arif
Penulis : Agus



Oleh: Nasrudin Joha
Saya mengingatkan Anda, agar tidak masuk lubang biawak untuk kedua kalinya, agar kemuliaan dan keikhlasan Anda terjaga, agar kepercayaan umat terhadap Anda tidak ternoda, agar terjaga jaminan kepentingan Islam dan kaum muslimin.
Saya ingatkan kepada Anda, diantara mereka yang mengaku ulama, atau berada dan berdesakan bersama Anda, banyak yang telah menggadaikan dirinya untuk sekerat tulang dunia yang tidak mengenyangkan.
Mereka berusaha meraih pundak Anda, memeluk dan menggelayuti kepercayaan umat terhadap Anda, kemudian menjual kepercayaan itu dengan harga yang sedikit, mendekati pintu-pintu penguasa, untuk menikam Anda dan umat dari belakang.
Wahai para ulama, ketahuilah ! Kemenangan itu hanya bisa diraih dengan ketaatan, atas kehendak dan pertolongan Allah SWT. Tidak boleh berasumsi, kemenangan diberikan oleh rezim atau atas belas kasihan rezim.
Tidak ada gencatan senjata, tidak ada pengumuman menghentikan pertarungan, justru Anda harus mengumumkan pertarungan dan serangan lebih sengit, dari apa yang telah Anda lakukan sebelumnya. Fatwa Anda ditunggu umat yang telah bersiap di bibir Medan Jihad.
Anda tidak menghadapi rezim jujur, yang kata dan tindakannya dapat Anda percaya. Ingat ! Anda menghadapi rezim pendusta, khianat dan dzalim. Camkan itu !
Rezim ini, akan terus membokong Anda dari belakang. Rezim ini, akan bertindak sama sebagaimana Belanda menipu Diponegoro, Imam Bonjol, dan para ulama terdahulu yang mendahului Anda.
Rezim ini tidak bertindak untuk dan atas nama umat, rezim ini bertindak untuk dan atas nama asing dan aseng. Bagaimana mungkin Anda masih mempercayainya, sementara pengkhianatan itu masih merah di pelupuk mata Anda ?
Ketahuilah ! Rasulullah SAW tidak pernah berkompromi dengan rezim dzalim kafir Quraisy, berbagi konsesi kekuasaan untuk kemudian meninggalkan amanah dakwah. Rasulullah telah bersumpah, akan memenangkan dakwah dengan pertolongan Allah, atau beliau binasa bersama dakwah.
Rasulullah SAW telah menolak, kepingan hina dunia, baik dari harta, tahta, dan wanita. Bahkan beliau tegas mencampakkan, seumpama saja konsesi yang diberikan matahari dan rembulan.
Begitulah, seharusnya Anda meneladani Rasul Anda. Begitulah, selanjutnya umat juga akan meneladani Anda. Karena itu, tetaplah berada di parit-parit perjuangan, tetap umumkan fatwa-fatwa penentangan, sementara umat akan terus berada digaris depan, beradu dan menentang rezim dzalim hingga dakwah dimenangkan.
Sesungguhnya, ajal rezim ini telah menampakan tandanya. Usia rezim telan senja, sebentar lagi rezim akan ambruk dan tidak dihiraukan lagi. Karena itu, lakukanlah tindakan sebelum ajal rezim benar-benar hadir dihadapan Anda. Raihlah kebajikan dan lautan amal, dengan menyerang rezim lebih keras lagi.
Wahai ulama, ketahuilah ! Ada dua kemuliaan dihadapan Anda, kemenangan di dunia atau meraih Syahid di jalan-Nya. Karena itu, Bimbinglah umat agar menapaki jalan itu, hingga umat menerima kemenangan bersama Anda, atau umat meraih Syahid bersama Anda.
Wahai kalian, yang berusaha memisahkan umat dengan ulama, yang berusaha menarik ulama kami menuju barisan pintu-pintu penguasa dzalim, saksikanlah !
Sekerat tulang dunia yang tidak mengenyangkan, tidak akan memuliakan kalian, tidak di akherat tidak pula di dunia. Penguasa dzalim itu, juga akan mencampakkan kalian manakala kalian tidak bisa menjalankan peran atau kalian sudah tidak lagi dibutuhkan.
Lantas akan kemana kalian berlabuh ? Kepada penguasa yang telah menginjak martabat kalian ? Kepada umat dan ulama yang telah kalian khianati ? Kepada Allah SWT yang telah kalian durhaka ?
Karena itu, ittaqillah ! Kembalilah ke jalan yang lurus, bertaubatlah ! Sebelum datangnya hari, dimana pertaubatan kalian tiada arti lagi. []



Dakwah Jateng- Purworejo, Seratus ulama dan asatidz pada kamis malam jumat (26/4) berkumpul di Pondok Pesantren Darut Tauhid, Ketawang, Purworejo, Jawa Tengah. Dalam acara Mudzakarah Ulama itu para ulama dan asatidz dari seluruh wilayah eks karesidenan kedu datang memenuhi undangan dari K.H. Ainur Rofiq, Pengasuh Pondok Pesantren Darut Tauhid, Ketawang.



Mudzakarah yang mengangkat tema "Khilafah Ajaran Islam, Solusi Untuk Negeri" itu diselenggarakan untuk menyatukan tekad para ulama melawan kriminalisasi terhadap Khilafah yang santer akhir-akhir ini. Dalam sambutannya, K.H. Ainur Rofiq menyampaikan, "Jangan pernah berhenti berjuang untuk dakwah. Seperti orang berenang kalau berhenti maka akan tenggelam."

K.H. Ahmad Fadholi, Pengasuh Pondok Pesantren Nahdhotul Muslimat Surakarta, menegaskan kewajiban kaum Muslim untuk mengikuti Islam secara kaaffah (keseluruhan). "Dan salah satu ajaran Islam itu adalah Khilafah." Ungkap beliau dalam pemaparan materi. Beliau juga menyampaikan bahwa perkara Khilafah dan Khalifah ini banyak disampaikan dalam Al-Qur'an, Hadits, Ijmak Shahabat, dalam perkataan para Ulama.

Selain itu dalam tema ini juga didukung oleh kalimah min al-Ulama yang disampaikan oleh perwakilan dari berbagai daerah seperti Wonosobo, Magelang, Purworejo, dan Kebumen. Salah satunya adalah Kyai Maskuri. Beliau menyampaikan bahwa banyaknya bencana di negeri ini karena catatan amal yg naik ke langit tertulis maksiat, maka Allah pun turunkan bala dari langit. "Padahal selama tidak diterapkan syariat ya maksiat teruskan. Maka kita ini sebenarnya penerus khulafa yg lalu...  Memakmurkan bumi dg syariahnya... " kata Kyai yang berasal dari Seren, Purworejo tersebut.

Suasana khidmat selama acara ini memperteguh komitmen para ulama kedu untuk berjuang dalam dakwah Islam. "Kami siap menjadi garda terdepan membela kriminalisasi terhadap ide Islam seperti Khilafah." Kata salah seorang peserta. []

rokhmat s labib
Sepanjang suatu perkara itu diatur oleh Islam dan Islam memberikan aturan tentang itu maka, ujar Ketua Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ustadz Rokhmat S Labib, tidak boleh ada larangan untuk membicarakan itu dalam masjid termasuk dalam khutbah.
“Jadi siapa saja yang melarang membahaas politik di masjid ini sama halnya dengan mengamputasi atau memangkas salah satu bagian yang sangat penting dalam Islam,” ujarnya kepada mediaumat.news, Senin (23/4) di Jakarta.
Itu artinya, lanjut Rokhmat, Islam dibatasi dengan hawa nafsu dan kepentingan mereka. Jadi kalau sesuai diambil, kalau tidak sesuai tidak diambil. “Ini bahaya sekali justru, bagaimana mungkin Islam dipangkas sedemikian rupa, diserupakan dengan agama-agama lain yang memang tidak mengatur politik,: bebernya.
Karena, ungkapnya, politik ini bukan sesuatu yang dibiarkan oleh Islam tetapi Islam mengatur politik juga sebagaimana Islam mengatur shalat, akhlak, makanan, pakaian dan seterusnya.
Ironisnya, beber Rokhmat, pada saat yang sama pihak-pihak yang mewacanakan tidak boleh membahas politik di masjid malah menggunakan simbol-simbol Islam, pakai surban, peci, supaya dianggap bagian dari komunitas Islam kemudian diterima oleh umat Islam.
Rokhmat juga menyebutkan sebenarnya kalau ada pejabat terlibat mengatur masjid itu bagus selama betul-betul mengatur, tapi kemudian masalahnya malah mengganggu Islam, mencurigai Islam. Ditambah lagi adanya intel di masjid untuk menginteli umat Islam berpidato, berceramah, tentu ini justru mengganggu Islam, menakut-nakuti umat Islam agar tidak membicarakan Islam secara kaffah.
“Ini yang jadi masalahnya,” pungkasnya.
sumber : mediaumat.news

Image result for langit terbelah

Oleh : KH. Hafidz Abdurrahman

Doa adalah mukh (ubun-ubun/inti) ibadah. Doa adalah silah (senjata) orang Mukmin. Begitulah Nabi saw. menggambarkan doa, dan betapa pentingnya doa. Doa yang dipanjatkan dengan sungguh-sungguh, benar-benar dari dalam hati, merasuk ke dalam seluruh bagian tubuh, sehingga apa yang terbersik dan terucap sama, akan mengantarkan kenikmatan tersendiri bagi seorang hamba di hadapan Rabb-Nya.

Ketika doa dipanjatkan dengan khusyu’, diulang tiga kali, dilakukan pada waktu-waktu mustajab, seperti saat sujud, waktu di antara adzan dan iqamat, dua pertiga malam terakhir, di saat Allah turun ke langit bumi, maka doa itu akan diijabah oleh Allah SWT. Apalagi, jika dilakukan di tempat-tempat mustajab, seperti Raudhah, Rukun Yamani, Multazam, Hijr Ismail, dan sebagainya. Maka, apapun kesulitan seorang hamba, akan diberikan jalan keluar oleh Allah SWT. Apapun kondisinya, pasti Allah akan memberikan jalan keluar yang terbaik untuknya.

Karena itu, kehidupan Nabi saw. mulai dari bangun tidur hingga mau tidur lagi, berisi doa. Karena doa adalah senjata dan inti ibadah seorang hamba kepada-Nya. Ketika mengalami kesulitan yang luar biasa, ‘Ali meminta isteri tercintanya, Fatimah datang menghadap ayahandanya tuk meminta bantuan. “Itu pasti ketukan Fatimah. Tidak biasanya dia datang kepadaku saat seperti ini. Tolong bukakan pintu untuknya.” Kata Nabi kepada Ummu Aiman. Di hadapan ayahandanya, Fatimah berkeluh, “Ayah, makanan para malaikat ialah mengagungkan, menyusikan dan memuji Allah. Tetapi, makanan kami kan lain?”

Nabi dengan penuh kasih memandang iba putri tercintanya sembari bertutur, “Sunggu, sejak sebulan ini tungku rumah keluarga Muhammad juga tidak menyala. Tetapi, baru saja aku diberi seekor kambing betina. Kalau kamu mau, aku akan usahakan lima ekor untukmu. Atau, kamu aku ajari lima kalimat yang pernah diajarkan Jibril kepadaku?” Tutur Nabi saw. kepada Fatimah. “Ajarilah saja aku lima kalimat yang pernah diajarkan Jibril kepadamu.” Jawab Fatimah.

Nabi pun mengajarkan lima kalimat itu, “Bacalah selalu:

ياَ أَوَّلَ الأَوَّلِيْنَ وَيَا آخِرَ الأَخِرِيْنَ، يَا ذَا الْقُوَّةِ الْمَتِيْنِ، وَيَا رَاحِمَ الْمَسَاكِيْنَ، وَياَ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

Ya Awwala al-awwalin wa ya Akhira al-akhirin ya Dza al-Quwwati al-matin, wa ya Rahima al-masakin, wa ya Arhama ar-rahimin.

“Wahai Dzat yang Maha Awwal, wahai Dzat yang Maha Akhir, wahai Dzat Pemilik kekuatan yang hebat, wahai Dzat yang Maha pengasih bagi orang-orang miskin, wahai Dzat yang Maha Pengasih..”

Fatimah pun pulang menemui suami tercintanya. Setiba di rumah, ‘Ali bertanya kepada isteri tercintanya itu, “Apa yang kamu bawa?” Jawab Fatimah, “Duniamu baru saja hilang, maka sekarang kubawakan untukmu akhirat.” Meski harus menahan lapar, ‘Ali pun menimpali ucapan isteri tercintanya itu dengan kata-kata indah, “Sungguh luar biasa hari-harimu, Fatimah.” [as-Suyuthi, Musnad Fathimah, hal. 7]

Iya, memang hanya doa yang diberikan Nabi saw. kepada putrinya. Tetapi, ketika doa itu dibaca, dipanjatkan dengan sepenuh jiwa dan raga, sembari menghadirkan “Dzat yang Maha Awwal, Dzat yang Maha Akhir, Dzat Pemilik kekuatan yang hebat, Dzat yang Maha pengasih bagi orang-orang miskin, dan Dzat yang Maha Pengasih..” maka doa yang dipanjatkan hamba-Nya itu pun sanggup membelah langit. Apa yang diminta pun tak kuasa ditahan oleh-Nya, kecuali pasti diberikan kepada hamba-Nya.

Lihatlah, bagaimana saat Nabi berdoa di malam Perang Badar. Setelah seluruh persiapan dilakukan, tinggal satu, mengharapkan pertolongan Allah SWT. Malam itu pun Nabi bersama sahabat melakukan shalat malam. Di belakangnya ada Abu Bakar as-Shiddiq. Doa yang dipanjatkannya pun tidak main-main:

اللَّهُمَّ إِنْ تُهْلِكْ هَذِهِ الْعِصَابَةَ لا تُعْبَدْ فِي الأَرْضِ

Allahumma in tuhlika hadzihi al-‘ishabata la tu’bad fi al-ardhi

“Ya Allah, sekiranya Engkau binasakan kelompok yang tersisa ini (dalam Perang Badar), maka Engkau tidak akan disembah lagi di muka bumi.” [Dikeluarkan Ibn Mundzir, al-Ausath fi as-Sunan]

Doa ini dipanjatkan di tengah pekatnya malam, saat Allah turun ke langit bumi. Diulang-ulang Nabi, dengan khusyu’, sambil menangis hingga tubuh baginda yang mulia itu bergetar, sampai surbannya jatuh. Abu Bakar yang berada di belakang Nabi pun memungut surban itu, lalu bertutur kepada Nabi, “Cukup ya Rasul, cukup ya Rasul, Allah pasti telah mendengarkan doa Tuan.” Maka, lihatlah kemudian, Allah menurunkan 5000 pasukan malaikat-Nya untuk membantu Nabi saw.

Ketika Nabi dikepung pasukan koalisi, yang terdiri dari kaum Kafir Quraisy, Yahudi dan kabilah-kabilah lain, saat Perang Khandak, setelah seluruh persiapan dilakukan, dan rencana penjanjian dibatalkan, Nabi saw bermunajat kepada Allah di atas bukit. Tiga malam berturut-turut, Nabi saw. memanjatkan doa:

اللَّهُمَّ مُنْزِلَ الْكِتَابِ سَرِيْعَ الْحِسَابِ، اللَّهُمَّ اهْزِمِ الأحْزَابَ، اللَّهُمَّ اهْزِمْهُمْ وَزَلْزِلْهُمْ

Allahumma ya Munzila al-kitab, Sari’a al-hisab, Allahumma ahzimh al-Ahzab, Allahumma ahzimhum wa zalzilhum..

“Ya Allah, Dzat yang Maha menurunkan Kitab (al-Qur’an), yang Maha Cepat perhitungan-Nya, ya Allah kalahkanlah pasukan koalisi (musuh), ya Allah kalahkanlah mereka, dan goncanglah mereka..” [Hr. Bukhari dan Muslim]

Doa-doa yang dipanjatkan di tengah malam ini, diulang-ulang, bahkan hingga tiga malam berturut-turut, dipanjatkan dengan khusyu’ dan sungguh-sungguh mengharap pertolongan Allah SWT, akhirnya doa itu pun sanggup membelah langit, dan Allah pun tak kuasa menahan, kecuali mengabulkan apa yang diminta. Allah pun memberikan pertolongan kepada hamba-Nya di saat genting seperti itu. Setelah doa itu dipanjatkan, Abu Sa’id al-Khudri menuturkan, “Allah SWT memukul musuh-musuh kami dengan angin. Allah pun mengalahkan mereka dengan angin.” [Hr. Ahmad dalam Musnad]

Begitulah Nabi mengajarkan doa, dan bagaimana kekuatan doa bagi hamba-hamba-Nya. Dalam kitab Tarikh Dimasyqa dituturkan, suatu ketika ada seorang yang tengah melintasi Jabal Lubnan, dihadang oleh begal. Begal itu pun menghunus pedang, siap membunuhnya. Sebelum begal itu membunuhnya, orang tadi meminta izin shalat 2 rakaat. Dia pun ingat firman Allah:

أَمَّنْ يُجِيْبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوْءَ [سورة النمل: 62]

“Siapakah yang memperkenankan doa orang yang dalam kondisi terjepit, ketika dia berdoa kepada-Nya.” [Q.s. an-Naml: 62]

Ayat ini dibaca dengan khusyu’, diulang tiga kali. Begitu salam, begal itu pun sudah tewas. Di sana ada seorang lelaki tegap berdiri. Orang ini bertanya kepada lelaki itu, “Siapa Anda?” Dia menjawab, “Aku adalah malaikat penunggu gunung. Aku diutus Allah untuk menolongmu. Saat Engkau membaca ayat itu sekali, Allah terpanggil. Ketika Engkau baca yang kedua, Arsy-Nya pun bergetar. Ketika Engkau baca yang ketiga, maka Dia pun tak kuasa menahan, kecuali memenuhi permohonanmua.”

Begitulah, kekuatan doa. Maka, Nabi saw. tak pernah melupakan doa, baik berdoa sendiri maupun meminta didoakan. Ketika ‘Umar berangkat haji, Nabi saw. pun menyelipkan pesan, “Umar, jangan Engkau lupakan aku dalam doamu.” Subhanallah..

Semoga kita bisa mengisi hari, jam, menit dan tiap detik dalam kehidupan kita dengan doa. Dengannya, langit akan terbuka, dan Allah pun akan mengabulkan semua permintaan kita. Maka, doa pun menjadi ubun-ubun ibadah dan senjata kekuatan kita. Aamiin

kriminal di inggris
Ditulis oleh Yahya Nisbet
Saat seseorang percaya bahwa peradabannya telah mencapai puncak dari apa yang dapat dicapai manusia, dia tidak mencari alternatif. Tidak peduli betapa buruk hidupnya, dia akan jatuh ke dalam depresi yang mendalam dengan keadaan yang menyedihkan, atau beralasan atas situasinya yang mengerikan, sambil membayangkan bahwa segala sesuatunya akan menjadi lebih baik dengan caranya sendiri. Inilah kenyataan hidup bagi kebanyakan rakyat jelata di Barat.
Pembunuhan yang dilakukan pemuda sekarang di jalan-jalan Inggris mencapai puncaknya, sehingga media dan para politisi saat ini sedang mendiskusikan krisis ini dan bagaimana mengatasinya. Hanya korban jiwa yang dilaporkan, sementara terdapat ratusan percobaan pembunuhan untuk tiap kematian tragis. Bagi banyak anak, kejahatan dengan pisau dan senjata hanyalah fakta kehidupan yang normal, karena mereka semua mengenal korbannya.
Budaya pemuda gangster dan rasa takut yang putus asa akan kehidupan mereka yang dihadapi oleh anak-anak muda Inggris sedang mendapat sorotan. Membawa pisau untuk perlindungan diri pada usia belasan menjadi kebiasaan yang berbahaya yang dilakukan oleh mereka dengan akhir usia remaja. Geng-geng kriminal memang menggunakan kekerasan ekstrem untuk tumbuh atau mempertahankan wilayah mereka, sehingga menimbulkan pertanyaan: mengapa terdapat begitu banyak geng? Namun, ada juga kelompok anak-anak yang menciptakan geng-geng di antara mereka sendiri untuk perlindungan terhadap geng-geng lain, yang kemudian mengarah pada persaingan geng, budaya geng, dan kekerasan lainnya. Bahkan perselisihan kekanak-kanakan di media sosial atau rasa tidak hormat yang dirasakan dapat menyebabkan teman-teman dan teman dari teman yang terlibat dalam pembunuhan balas dendam dan serangan fisik.
Para politisi saat ini sedang berdebat soal jumlah dan anggaran polisi, seolah-olah seluruh solusinya terletak pada geng-geng polisi yang memaksakan kehendaknya pada geng-geng lain. Ini adalah tribalisme yang paling buruk.
Apa yang tidak mau dibahas oleh seorangpun adalah budaya ideologis yang merupakan tanah subur bagi semua budaya kekerasan, kriminal, dan gangster. Pemerintah terutama ingin menghindari diskusi itu, karena tindakan defensif mereka yang lengkap dalam gangsterisme global yaitu hegemoni kolonial kapitalisme atas dunia. Kelas menengah yang makmur tidak suka berpikir tentang nilai-nilai mereka sendiri sebagai bertanggung jawab atas budaya pembunuh para diktator di luar negeri, tidak juga para gangster di wilayah-wilayah yang dirampas di kota mereka sendiri. Setelah meyakini kebohongan bahwa ideologi sekuler mereka sendiri adalah yang terbaik yang dimiliki oleh manusia, tidak ada kesediaan mereka untuk memeriksa peran ideologi itu dalam keadaan yang menyedihkan ini. Tidak ada yang bisa melihat alternatif yang layak, sehingga diasumsikan bahwa tidak ada yang bisa eksis. Yang terbaik yang bisa diharapkan oleh siapapun adalah bahwa kekerasan tetap terisolasi di beberapa lingkungan miskin, dan tidak akan melintas secara langsung untuk memengaruhi wilayah yang lebih kaya. Harapan naif ini telah hancur bertahun-tahun yang lalu dimana sekarang terdapat korban kekerasan pemuda di setiap wilayah dan sekolah, namun sebagian dari mereka masih tidak peduli.
Dengan keputusasaan seperti itu, pikiran manusia yang terendah naik ke permukaan. Semua bentuk rasis, nasionalis, xenofobik, atau anti-Muslim muncul ke permukaan, mendapatkan popularitas bahkan ada di antara mereka yang menganggap diri mereka sebagai manusia yang memiliki rasa kemanusiaan dan memiliki pemikiran yang lebih tinggi. Hal ini pada gilirannya mengarah pada geng-geng kesukuan baru yang muncul untuk menargetkan kelompok minoritas yang diduga bertanggung jawab atas kekerasan tersebut. Alih-alih mengambil tanggung jawab kolektif atas nilai-nilai individualistis, egois, dan memecah-belah yang merupakan penyebab dasar yang sebenarnya dari terus meningkatnya kriminalitas dan budaya geng ini, sikap menyalahkan orang lain seringkali merupakan pil yang lebih mudah untuk ditelan.
Seorang teman mualaf Muslim baru-baru ini diserang di sebuah pusat perbelanjaan yang sibuk. Dia sempat bertatap mata dengan orang asing, jadi dia pikir sesuai Sunnah Nabi ﷺ senyum adalah ibadah, lalu dia pun tersenyum padanya. Pria itu menyerang teman saya dan mengancam akan menikamnya di depan anak-anaknya, karena memberinya “pandangan yang lucu.” Ketika polisi datang, mereka menahan teman saya karena dia berkulit hitam (mereka tidak tahu bahwa dia adalah manajer senior pada departemen pemerintah), meskipun banyak saksi yang menegaskan bahwa orang asing itulah yang menyerangnya.
Pemerintah di Inggris ingin menenangkan suasana xenofobia yang menyalahkan orang asing, jadi mereka mulai menargetkan siswa-siswi migran, untuk menipu masyarakat bahwa mereka mengurangi imigrasi secara keseluruhan. Ironisnya adalah bahwa kelompok migran ini hampir semuanya pulang ke rumah setelah mereka belajar di sekolah. Saya berbicara dengan sejumlah mahasiswa Muslim yang mengungkapkan kekecewaan mereka atas rendahnya kualitas hidup di Inggris, setelah mendengar fantasi tentang kehidupan yang indah di Barat sebelum mereka datang. Mereka tidak sabar untuk pulang ke negara mereka, karena Inggris bukanlah tempat yang bisa mereka pertimbangkan untuk membesarkan keluarga mereka.
Situasi ini bukan hal baru bagi Barat. Selama beberapa dekade orang-orang Inggris melihat meningkatnya kejahatan kekerasan Amerika dengan perasaan ngeri, mengetahui bahwa dalam satu dekade atau lebih kekerasan semacam itu akan datang juga kepada mereka, seperti yang telah terjadi di seluruh Eropa. Pindah ke pinggiran kota kemudian ke pedesaan bukanlah solusi, karena setelah beberapa saat kekerasan juga mengikuti mereka di sana.
Empat belas ratus tahun yang lalu, Semenanjung Arab mengetahui adanya korban manusia atas budaya kesukuan seperti itu. Yatsrib telah kehilangan banyak pemimpin dan putra-putranya karena peperangan dan persaingan tanpa arti, yang dipicu bahkan oleh sengketa kecil tentang unta. Ketika Nabi ﷺ mendatangi mereka, beliau menunjukkan mereka ideologi baru dan budaya baru untuk menggantikan budaya kesukuan dan sikap egois mereka. Beliau mendirikan Negara yang menyatukan penduduknya sebagai saudara, dan tidak membiarkan mereka terpecah untuk berperang atas hal-hal yang sangat sepele.
Ketika saya bepergian ke negara-negara Muslim dan memberi tahu orang-orang di sana tentang realitas kehidupan di Barat, mereka biasanya kaget, karena ini bukan citra yang sama dengan yang digambarkan oleh media. Tanggapan berikutnya adalah “Yahya, Anda punya banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk menunjukkan kepada orang-orang di sana tentang Islam, agar mereka keluar dari kegelapan yang menyedihkan.” Saya tidak setuju bahwa kita memiliki banyak pekerjaan dakwah untuk dilakukan, maka saya harus mengatakan bahwa tanggung jawab tidak semuanya ada pada saya. Muslim di Inggris secara teratur berbicara kepada rakyat, tetapi tanggapan umum mereka adalah: “Di manakah Islam seperti itu? !!” Mereka tidak dapat melihat Islam dalam prakteknya, sehingga mereka tidak dapat membayangkannya sebagai alternatif. Mereka telah diberi tahu bahwa kapitalisme sekuler dan nilai-nilai liberal mereka adalah yang terbaik yang dapat dicapai oleh manusia. Mereka akan segera menunjuk ke Arab Saudi, Mesir, Pakistan, Irak, atau Suriah, dan bertanya “apakah itu alternatif yang Anda ajak?” Di sini saya harus mengingatkan umat Islam di luar Barat bahwa Anda juga memiliki beban yang berat. Dakwah dan peran paling penting untuk dimainkan.
Tanpa Negara Islam yang sesungguhnya di dunia, Khilafah yang berada di jalan Kenabian, tidak ada seorang pun di Barat yang mendengarkan. Tidak ada yang bisa melihat contoh keadilan dan kemanusiaan yang bersinar, yang memandu umat manusia keluar dari kegelapan menuju cahaya. Tidak ada yang menjadi saksi terhadap tuntunan Islam yang sejati, yang diimplementasikan sebagai negara dan sistem, yang mengangkat kehidupan rakyat, menghilangkan buah-buah ideologi palsu dan busuk.
Sesungguhnya, selama 97 tahun terakhir, sejak agen Inggris Mustafa Kemal menghapuskan Khilafah Utsmaniyah pada 28 Rajab 1342 Hijriah, dunia belum menganggap Islam secara serius, karena tidak ada contoh praktis bagi mereka untuk dilihat. Pada hari ini, karena hampir satu abad telah berlalu tanpa Islam, sudah waktunya bagi umat Islam di seluruh dunia untuk mengakui bahwa tidak ada upaya dakwah yang dapat berbuah tanpa implementasi Islam secara penuh untuk dilihat masyarakat. Kita tidak dapat membimbing umat manusia keluar dari kegelapan menuju cahaya, tanpa Mercu Suar untuk menunjukkan jalannya. Prospek kemanusiaan akan terus dipersempit sampai kita dapat mengembalikan Islam untuk berkuasa, sehingga kita bisa menjadi saksi atas umat manusia.
وَكَذٰلِكَ جَعَلناكُم أُمَّةً وَسَطًا لِتَكونوا شُهَداءَ عَلَى النّاسِ وَيَكونَ الرَّسولُ عَلَيكُم شَهيدًا
“Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam); umat pertengahan (yang adil dan pilihan) agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu.” (Terjemahan QS Al- Baqarah [2]: 143)
Yahya Nisbet
Perwakilan Media Hizbut Tahrir Inggris

hizbullah x hizbu syaithon
Dalam sepekan terakhir ini, salah satu isu di media sosial yang cukup menyita perhatian publik adalah isu di seputar ‘Partai Allah’ vs ‘partai setan’. Kedua istilah ini tiba-tiba dimunculkan oleh tokoh nasional sekaligus tokoh reformasi, Amien Rais. Pernyataan Amien Rais ini kemudian menimbulkan reaksi dari sebagian tokoh lain.
Sebagaimana diketahui, dalam bahasa Arab ‘Partai Allah’ disebut dengan HizbulLâh. Adapun ‘partai setan’ disebut dengan hizbusy-syaythân. Keduanya sebetulnya digunakan oleh al-Quran. Artinya, penyebutan kedua istilah ini oleh Amien Rais bukanlah perkara baru. Hanya orang-orang yang tak pernah membaca al-Quran saja yang tidak mengenal kedua istilah ini. Lalu apa makna dari kedua istilah ini menurut al-Quran?
Makna Hizb dalam al-Quran
Secara bahasa kata hizb memiliki banyak arti. Al-Hizb bisa bermakna ath-thâ‘ifah (kelompok) (Ar-Razi, Mukhtâr ash-Shihâh, I/56).
Al-Hizb juga bisa berarti wirid, jamâ’ah min an-nâs (sekelompok orang), an-nashîb (bagian), an-nûbah (bencana), ash-shinfu min an-nâs (sekelompok manusia). Ibnu al-’Arabi berkata, al-hizb adalah al-jamâ’ah (Ibnu Manzhur, Lisân al-‘Arab, I/308).
Namun, kata hizb ini telah digunakan oleh para ahli bahasa untuk menyebut realita yang lebih spesifik.  Ibnu Manzhur menyatakan, hizb ar-rajul adalah sahabat seseorang dan pasukannya, yaitu orang-orang yang sepakat dan berpegang pada pendapatnya (Lisân al-‘Arab, I/308).
Fakhruddin ar-Razi dalam tafsirnya, Mafâtîh al-Ghayb, berkata, “Hizb adalah teman-teman seseorang yang berada bersama dia karena sepakat (berpegang) dengan  pendapatnya. Mereka adalah sekelompok orang yang berkumpul guna menjalankan urusan partai yang menyatukan mereka.”
Hizb dan jamâ’ah memiliki konotasi yang sama. Hanya saja, hizb (partai) konotasinya lebih khusus dari jamaah. Pasalnya, partai memiliki ikatan yang mengikat antar individunya. Mereka berhimpun pada satu pemikiran yang menyatukan mereka.
Dalam al-Quran kata hizb disebut sebanyak tujuh kali di dalam lima ayat. Dua kata hizb digunakan untuk menyebut pengikut para nabi terdahulu yang memecah-belah agama mereka menjadi golongan-golongan (ahzâb). Setiap hizb (golongan) berbangga dengan apa yang ada pada mereka (QS al-Mu‘minun [23]: 53 dan ar-Rum [30]: 32).
Adapun lima kata hizb yang lain, tiga di antaranya disandarkan pada kata Allah (QS al-Ma‘idah [5]: 56 dan al-Mujadilah [58]: 22) dan dua yang lain disandarkan pada kata setan (QS al-Mujadilah [58]: 19).
Partai Allah
Allah SWT mendeskripsikan HizbulLâh (Partai Allah) dalam firman-Nya:
وَمَنْ يَتَوَلَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَالَّذِينَ ءَامَنُوا فَإِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْغَالِبُونَ
Siapa saja yang menjadikan Allah, Rasul-Nya dan orang-orang beriman sebagai penolongnya, maka sungguh pengikut/partai (agama) Allah itulah yang pasti menang (TQS al-Maidah [5]: 56).
Terkait ayat di atas Imam al-Qurthubi dalam tafsirnya, Al-Jâmi’ li Ahkâm al-Qur`ân, menjelaskan bahwa siapa yang mempercayakan urusannya kepada Allah, meneladani perbuatan Rasulullah saw. dan berwali kepada kaum Muslim maka ia menjadi bagian dari HizbulLâh (Partai Allah). Mereka termasuk termasuk orang yang melaksanakan ketaatan kepada Allah serta menolong Rasul-Nya dan kaum Mukmin. Sesungguhnya HizbulLâh itulah yang pasti menang.
Abu Rauq berkata, HizbulLâh adalah Awliyâ‘ulLâh (para wali Allah).  Abu al-’Aliyah berkata, mereka adalah Syi’atulLâh (pengikut [agama] Allah).  Sebagian mereka berkata, mereka adalah AnshârulLâh (para penolong [agama] Allah).  Al-Akhfasy berkata, mereka adalah orang-orang yang beragama dengan agama Allah dan mereka mentaati Allah, lalu Allah akan menolong mereka (Muhammad asy-Syuwaiki, Al-Khalâsh, hlm. 141).
Sifat-sifat HizbulLâh ini lebih dijelaskan dalam firman Allah SWT:
لاَ تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا ءَابَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ أُولَئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ اْلإِيْمَانَ وَأَيَّدَهُمْ بِرُوحٍ مِنْهُ وَيُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا اْلأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ أُولَئِكَ حِزْبُ اللَّهِ أَلاَ إِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang mengimani Allah dan Hari Akhirat saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya sekalipun orang-orang itu adalah bapak-bapak, anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang di dalam hati mereka telah Allah tanamkan keimanan dan Allah kuatkan mereka dengan pertolongan-Nya. Allah memasukkan mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya. Allah meridhai mereka. Mereka pun merasa puas dengan (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan (partai) Allah. Ketahuilah, sungguh golongan (partai) Allah itulah yang beruntung (TQS al-Mujadillah [58]: 22).
Terkait ayat di atas, Imam asy-Syaukani berkata, mereka adalah HizbulLâh, yakni tentara Allah. Mereka adalah orang-orang yang menjalankan segala perintah-Nya, memerangi musuh-musuh-Nya dan menolong para wali-Nya.
Kata hizb dalam kedua ayat tersebut bukan dalam makna istilahnya, tetapi dalam makna bahasanya. Hal itu ditujukkan oleh penyandaran kata hizb pada kata Allah.
Dengan demikian kata HizbulLâh dalam ayat tersebut bisa dimaknai: setiap Muslim baik individual maupun kelompok yang berwali kepada Allah SWT, Rasul-Nya dan kaum Muslim. Mereka tidak berwali kepada orang kafir atau orang yang menyimpang dari ketentuan Allah SWT serta menentang Allah dan Rasul-Nya, yakni menentang Islam dan syariahnya. Mereka meneladani Rasulullah saw., melaksanakan ketaatan, beragama dengan agama Allah sekaligus menolong agama-Nya.
HizbulLâh, sesuai keumumannya, juga mencakup hizb secara istilah.  Jadi, partai (hizb) yang termasuk HizbulLâh adalah partai (hizb) yang anggotanya adalah orang-orang Muslim. Mereka diikat dengan ikatan akidah Islam. Mereka menanggalkan semua ikatan yang menyalahi Islam seperti nasionalisme, patriotisme, kapitalisme, sosialisme, komunisme, demokrasi, pluralisme, dsb. Mereka berhimpun pada satu pemikiran yang sesuai dengan syariah Islam, Mereka berpagang pada akidah Islam dan sistem yang terpancar dari akidah Islam. Pemikiran inilah yang mereka serukan dan mereka perjuangkan agar terwujud secara riil di tengah-tengah kehidupan.
Jadi partai yang termasuk HizbulLâh adalah partai yang berasaskan akidah Islam. Partai ini mengambil dan menetapkan ide-ide, hukum-hukum dan solusi yang islami. Metode perjuangannya meneladani metode (tharîqah) Rasulullah saw. Merekalah yang akan mendapat keberuntungan:
أَلاَ إِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Ketahuilah, sungguh golongan (partai) Allah itulah yang beruntung (TQS al-Mujadillah [58]: 22).
Partai Setan
Adapun hizbusy-syaythân (partai setan) disebut di dalam al-Quran sebanyak dua kali dalam satu ayat yang sama.  Allah SWT berfirman:
اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمُ الشَّيْطَانُ فَأَنْسَاهُمْ ذِكْرَ اللَّهِ أُولَئِكَ حِزْبُ الشَّيْطَانِ أَلَا إِنَّ حِزْبَ الشَّيْطَانِ هُمُ الْخَاسِرُونَ
Setan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah. Mereka itulah golongan (partai) setan. Ketahuilah bahwa golongan (partai) setan itulah yang merugi (TQS al-Mujadilah [58]: 19).
Terkait ayat di atas, Imam Syaukani dalam Fathu al-Qadîr menyatakan, “Jika setan telah mengumpulkan mereka, yakni menjadikan mereka berkumpul menjadi kelompok, berarti setan telah menguatkan, menguasai, mengungguli, mencengkeram dan melindungi mereka. Lalu setan menjadikan mereka lupa mengingat Allah, yakni lupa pada perintah-perintah-Nya dan lupa melakukan ketaatan kepada-Nya. Mereka benar-benar tidak mengingat sedikitpun dari semua itu. Juga dikatakan, mereka lupa akan larangan Allah berupa larangan bermaksiat. Mereka adalah hizbusy-syaythân, yakni tentara-tentara, pengikut dan kelompok setan.”
Hizbusy-syaythân (partai setan) dalam ayat tersebut disebutkan dalam makna bahasanya. Lafal ini umum sehingga mencakup baik individu maupun kelompok. Jadi hizbusy-syaythân adalah setiap orang atau kelompok orang yang dikumpulkan dan dikuasai oleh setan, lalu setan menjadikan mereka lupa mengingat Allah SWT. Mereka menjadikan kaum yang dimurkai oleh Allah SWT sebagai teman. Mereka menjadikan sumpah-sumpah mereka sebagai perisai. Lalu mereka menghalangi manusia dari jalan Allah SWT. Setan menguasai mereka. Lalu setan menjadikan mereka lupa mengingat Allah SWT. Mereka termasuk orang-orang yang menentang Allah SWT dan Rasul-Nya.
Dengan demikian hizbusy-syaythân (partai setan) adalah partai yang anggotanya terdiri dari orang-orang kafir atau orang-orang Muslim yang diikat dengan ikatan yang bertentangan dengan akidah Islam. Mereka berhimpun pada pemikiran yang tidak sesuai dengan akidah dan syariah Islam.
Dengan kata lain partai setan adalah partai yang durhaka, membangkang dan menyalahi kebenaran dan tuntutan dari Allah SWT. Partai ini mengkampanyekan kemaksiatan, yakni setiap bentuk penyelewengan dari hukum Allah SWT, serta menyeru manusia untuk berpaling dari jalan-Nya. Di dalamnya termasuk pula partai yang menyerukan ide dan aturan (sistem) kufur.
Partai setan tidak akan mendapat keberuntungan. Sebaliknya, mereka akan menderita kerugian yang amat besar karena telah menukar surga dengan neraka; menukar petunjuk dengan kesesatan:
 أَلاَ إِنَّ حِزْبَ الشَّيْطَانِ هُمُ الْخَاسِرُونَ 
Ketahuilah, sungguh golongan (partai) setan itulah yang merugi (TQS al-Mujadilah [58]: 19).
WalLâh a’lam bi ash-shawâb. []

Hikmah:

Fudhail bin ‘Iyadh rahimahulLâh berkata:
إِنَّ لِلَّهِ عِبَادًا يُحْيِي بِهِمُ الْبِلَادَ وَهُمْ أَصْحَابُ السُّنَّةِ وَمَنْ كَانَ يَعْقِلُ مَا يَدْخُلُ جَوْفَهُ مِنْ حِلِّهِ كَانَ مِنْ حِزْبِ اللَّهِ
Sungguh Allah memiliki hamba-hamba yang senantiasa menghidupkan negeri. Mereka adalah para pengikut as-Sunnah. Siapa saja yang senantiasa memikirkan kehalalan perkara yang masuk ke rongga perutnya, ia termasuk anggota partai (agama) Allah. (Al-Asbahani, Hilyah al-Awliyâ’ wa Thabbaqât asl-Ashfiyâ’, 8/104). []
[Buletin Kaffah No. 37, 4 Sya’ban 1439 H – 20 April 2018 M]

Image result for serangan amerika ke suriah
Soal:
Dalam publikasi kita tanggal 11/4/2018 tentang pertemuan Putin, Rouhani dan Erdogan dinyatakan bahwa mereka bertiga menjalankan kepentingan Amerika di Suriah untuk meneguhkan pemerintahan sekuler di Suriah di bawah pengaruh Amerika. Dan berikutnya Putin bekerja di Suriah melalui koordinasi dengan Amerika dan untuk kepentingan Amerika… Lalu apa penjelasan serangan udara di Suriah malam ini padahal Putin memiliki kekuatan di Tharthus dan Humaimim? Dan bagaimana Putin bekerja melalui koordinasi dengan Amerika kemudian Amerika menyerang pasukan Putin di Suriah? Kemudian apa koalisi antara Amerika, Inggris dan Perancis sementara kepentingan mereka berbeda? Kami mohon penjelasan hal itu, dan semoga Allah memberi Anda balasan yang lebih baik… Dan mohon maaf atas cepatnya pertanyaan.

Jawab:
1- Di awal, kami koreksi sebagian apa yang ada di pertanyaan. Amerika tidak menyerang posisi-posisi Rusia di Suriah. Dan ini jelas dalam pernyataan kementerian pertahanan Rusia pagi hari ini 14/4/2018. Melainkan AS menyerang sekitarnya dekat pintu posisi-posisi Rusia, dan Rusia diam saja, padahal Rusia mengklaim bahwa Rusia adalah pemilik negeri dan warga di Suriah dan yang memegang kendali atasnya!
2- Serangan Amerika itu adalah pelajaran sopan santun untuk Rusia dibanding sebagai serangan untuk senjata kimiawi Suriah. Sekitar sepuluh posisi (tempat) diserang pagi hari ini. Meski demikian, sebagian komentar dari pakar militer di media massa pagi hari ini menyebutkan bahwa sedikit dari posisi-posisi itu merupakan pabrik kimiawi atau pusat penelitian dan bahwa kebanyakannya adalah posisi militer.
3- Adapun bagaimana pelajaran sopan santun (ta`dîb) untuk Rusia, maka Rusia itu bagaimanapun pelayanannya di Suriah untuk kepentingan Amerika, namun suatu keangkuhan menyentuhnya. Maka Rusia berusaha mengeksploitasi operasinya di Suriah dengan meniupkan seolah Rusia pemegang kendali perkara di Suriah, melewati apa yang diizinkan untuknya bahwa dia bekerja untuk mengokohkan pengaruh Amerika di Suriah dan bukan untuk menggantikan posisi Amerika… Serangan itu di pusat Dar Rusia dekat dari posisinya untuk mengembalikan Rusia ke dimensinya. Jika Rusia kakinya terpeleset lalu ia mengeksploitasi apa yang dia lakukan di Suriah untuk menampakkan di belakangnya seolah-olah Suriah adalah markas kekuatan atau pengaruh Rusia, maka Amerika menghadangnya dengan kuat sampai pada batas penghinaan. Seperti pernyataan duta besar Rusia di Washington bahwa serangan Amerika merupakan penghinaan kepada Putin secara personal dan bukan hanya kepada Rusia saja!
4- Adapun kenapa serangan itu lebih diarahkan untuk melecehkan Rusia daripada serangan terhadap posisi-posisi Suriah, hal itu karena keributan Trump berlangsung beberapa hari sebelum serangan. Itu merupakan pesan kepada rezim untuk mengosongkan posisi-posisinya. Karena itu, kerugian yang terjadi hampir-hampir berupa kerugian materiil saja padahal rudal-rudal yang diluncurkan lebih dari seratus rudal… Adapun pengaruh yang dihasilkan maka itu bukan hal baru bagi rezim. Rezim telah terbiasa terhadapnya. Rezim melecehkan diri sendiri: dan (siapa yang hina memudahkan penghinaan terhadapnya). Inilah kondisi para agen. Tuan mereka tidak melihat ada masalah dalam memukul (menyerang) mereka setiap kali kepentingan tuan-tuan itu mengharuskan hal itu. Fakta-fakta sejarah banyak dalam hal itu… Kemudian, Amerika telah melakukan semacam ini pada tahun lalu sebagai dampak dari kejadian Khan Syaikhun… Agen, perkara itu bukanlah baru baginya. Akan tetapi dia telah terlatih terhadapnya. Lebih dari itu, setelah serangan dia merayakan kemenangan! Namun dampak yang layak diperhatikan adalah dampak bagi Rusia, yang menarik mayoritas kapal perangnya dan mengosongkan sebagian posisi lari dari kemungkinan serangan. Padahal serangan-serangan itu hanya dekat dari posisi-posisinya. Sementara Rusia telah mengklaim sebagai pihak yang mengontrol di Suriah. Meski demikian, Rusia tidak menggunakan pertahanan udaranya untuk melawan serangan tersebut sebagaimana yang dinyatakan oleh kementerian pertahanan Rusia siang hari itu!
5- Dalam pernyataan salah seorang pejabat Rusia hari ini, dia mengumumkan bahwa Rusia akan mengajukan komplain ke Dewan Keamanan. Dan benar, Rusia mengajukan komplain dan Dewan Keamanan memutuskan melakukan pertemuan pada pukul 15 GMT, yakni seperti yang dilakukan oleh negara-negara lemah dengan menjadikan komplain sebagai kilah dan sarana di depan serangan terhadapnya. Dan Rusia terbiasa atas hal itu secara praktis sampai meskipun pangkalannya belum diserang, sebab Rusia masuk dan menjelajah di Suriah tergelitik oleh perasaannya atas kebesaran Uni Soviet dahulu… Begitulah, tampak jelas sejauh mana kebodohan politis pada Rusia di mana mereka mengerahkan daya upaya terus menerus di Suriah, dan hasilnya sekarang keputusan tidak tetap jadi milik mereka kecuali keputusan itu ada di tangan Amerika. Rusia tidak mengambil pelajaran dari tahun-tahun panjang mereka di Mesir, kemudian dengan berani Anwar as-Sadat mengeluarkan mereka dari Mesir karena pengaruh yang tegak di Mesir adalah milik Amerika dan Rusia tidak memahami hal itu. Mereka mengulanginya hari ini di Suriah. Mereka melakukan aksi-aksi brutal untuk kepentingan selain mereka sebagai tipu daya konspirasi terhadap Islam dan kaum Muslim. Aksi-aksi brutal yang dilakukan oleh Rusia dan Amerika di belakangnya ini tidak akan terhapus dari benak kaum Muslim. Dan hari –hari itu bergilir. Dan sesungguhnya esok hari itu bagi orang yang menunggunya adalah dekat.
6- Adapun apa yang ada di pertanyaan tentang koalisi antara Amerika, Inggris dan Perancis… maka itu tidak secara detil (koalisi) dengan makna koalisi antara satu negara dengan negara lain yang menjadi pesaing, akan tetapi itu adalah dengan izin Amerika seperti yang terjadi di Irak dan Suriah dengan dibentuknya koalisi internasional dengan alasan memerangi terorisme di mana Amerika setuju mengikutsertakan Inggris dan Prancis di dalam koalisi itu… Telah kami sebutkan hal itu secara rinci dalam berbagai publikasi kami terdahulu.
7- Sungguh yang menyedihkan bahwa negara-negara berpengaruh di dunia (berkeliaran di negeri kita) dan memegang kendali perkara tanpa dipegang oleh warga negeri tersebut… Sementara kita tidak memiliki satu negara yang menghimpun kita da mengembalikan kemuliaan kita. Jika tidak, niscaya Amerika paham dengan ucapan dan perbuatan bagaimana dahulu mereka membayar (pajak untuk lewat) ketika memasuki laut Mediterania, Amerika bayarkan ke wali daulah Utsmaniyah di Aljazair… Dan niscaya Prancis juga paham bagaimana dahulu mereka meminta pertolongan kepada khalifah kaum Muslim Sulaiman al-Qanuni untuk menyelamatkan rajanya yang ditawan… Juga niscaya Inggris paham bagaimana dahulu Inggris memita maaf kepada duta besar negara Utsmaniyah di London karena suatu penistaan kepada Rasul saw yang dilakukan oleh seniman panggung. Tetapi, kapan itu? Ketika daulah Utsmaniyah di puncak kelemahannya dan karenanya Inggris cukup memita maaf saja, jika tidak niscaya perkaranya jauh lebih dari itu.
Sungguh setiap Muslim yang di dalam tubuhnya ada urat nadi yang berdenyut wajib mengerahkan segenap daya upaya dalam berjuang bersama Hizbut Tahrir untuk mengembalikan pemerintahan yang memutuskan hukum dengan apa yang telah Allah turunkan, al-Khialfah ar-Rasyidah yang mengikuti manhaj kenabian, dan berikutnya khilafah itu akan memuliakan Islam dan kaum Muslim, da sebaliknya menghinakan kekufuran dan orang-orang kafir.
﴿وَيَوْمَئِذٍ يَفْرَحُ الْمُؤْمِنُونَ * بِنَصْرِ اللَّهِ يَنْصُرُ مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ﴾
“Pada hari (kemenangan) itu bergembirakan orang-orang mukmin karena pertolongan Allah, Dia menolong siapa yang Dia kehendaki dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Penyayang” (TQS ar-Rum [30]: 4-5).


Sabtu, 27 Rajab 1439 H/14 April 2018 M

sumber : http://hizb-ut-tahrir.info/ar/index.php/ameer/political-questions/51283.html

Oleh : Chandra Purna Irawan.,S.H.,M.H.
Ketua Eksekutif Nasional BHP KSHUMI (Komunitas Sarjana Hukum Muslim Indonesia).
Pendahuluan
Dalam waktu yang tidak lama gugatan Hizbut Tahrir Indonesia melawan Pemerintah dalam hal ini Kemenkumham yang diwakili oleh Kuasa Hukumnya di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta, akan segera selesai.
Dari mulai pertama kali persidangan digelar, Alhamdulillah Allah SWT memberikan kesempatan untuk senantiasa hadir untuk mencermati, mencatat, memberikan tanggapan hukum dan membantu perjuangan dari sisi hukum. Saya berpendapat Pemerintah tidak mampu menunjukan apa kesalahan Hizbut Tahrir Indonesia.
  1. Ketidakmampuan Pemerintah
Pertama, Objek Sengketa Tidak Menyebutkan Dengan Jelas Apa Bentuk Pelanggaran HTI. Didalam Objek Sengketa Keputusan Tata Usaha Negara (KTUN) berupa Surat Keputusan Nomor AHU-30.A.01.08.Tahun 2017 Tentang Pencabutan Pengesahan Pendirian Badan Hukum  Perkumpulan Hizbut Tahrir Indonesia, didalamnya tidak menyebutkan secara konkrit (defenitif, tidak abstrak, jelas dan tegas) pelanggaran hukum apa yang telah dilakukan oleh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).
Objek KTUN hanya menyebutkan telah membaca Surat Kementrian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Republik Indonesia Nomor B-999/Polhukam/De-III/HK.04.04.1/7/2017 Tanggal 17 Juli 2017 Perihal Pertimbangan Pencabutan Status Badan Hukum, tetapi tidak menyebutkan secara konkrit (defenitif, tidak abstrak, jelas dan tegas) apa kesalahan yang dilakukan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Kedua, Pemerintah Tidak Taat Prosedur Jika HTI Dianggap Melanggar Pasal 59 Ayat 4 Huruf C Perppu 2/2017 atau UU Nomor 16 Tahun 2017 Tentang Organisasi Kemasyarakatan.
Merujuk ketentuan pasal 59 ayat (4) huruf c Perppu Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Perubahan UU Ormas, disebutkan bahwa Ormas dilarang menganut, mengembangkan, serta menyebarkan ajaran atau paham yang bertentangan dengan Pancasila”.
Dalam penjelasan pasal 59 ayat (4) huruf C Perppu No. 2 Tahun 2017 (disahkan menjadi UU No. 16 Tahun 2017), disebutkan bahwa “yang dimaksud dengan ajaran atau paham yang bertentangan dengan Pancasila antara lain ajaran ateisme, komunisme/marxisme-leninisme, atau paham lain yang bertujuan mengganti/mengubah Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia”.
Dipersidangan. Pemerintah mengalihkan proses persidangan Administrasi menjadi peradilan umum dengan mengajukan pembahasan tentang adanya Pelanggaran ketentuan pasal 59 ayat (4) huruf C, dengan menuding HTI telah mengemban dan mengajarkan  paham lain yang bertujuan mengganti/mengubah Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia. Paham lain yang dituding Pemerintah sebagai paham atau ajaran yang bertentangan dengan Pancasila adalah Ajaran Khilafah.
Sementara didalam objek sengketa (KTUN) tidak menyebutkan secara konkrit (defenitif, tidak abstrak, jelas dan tegas) pelanggaran hukum apa yang telah dilakukan oleh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan juga tidak menuliskan kata Khilafah didalam objek sengketa.
Pemerintah tidak taat asas dan prosedur dalam mengeluarkan Keputusan pencabutan status badan hukum HTI. Tidak ada satu agendapun dari agenda persidangan yang digunakan Pihak Pemerintah untuk menghadirkan bukti adanya pemberian sanksi administrasi sebagai upaya pendahuluan sebelum akhirnya mengeluarkan sanksi administrasi pencabutan status BHP HTI.
Ketiga, Pemerintah tidak menyebut secara konkrit (defenitif, tidak abstrak, jelas dan tegas) apa yang dimaksud Pemerintah jika HTI dianggap melangar 59 ayat 4 huruf c Perppu/UU No.16 Tahun 2017 tentang Ormas.
Didalam objek KTUN Pemerintah tidak pernah menyebut secara konkrit (defenitif, tidak abstrak, jelas dan tegas) apa kesalahan HTI sehingga dapat dijadikan dasar bagi Pemerintah untuk menerbitkan KTUN Objek Sengketa.
Bahwa dalam persidangan Pihak Pemerintah (Kuasa Hukum Pemerintah) berkali-kali mengaitkan KHILAFAH sebagai satu ajaran Islam, yang selalu dipermasalahkan oleh Pihak Pemerintah (Kuasa Hukum Pemerintah).
Meskipun demikian, tidak ada satupun pernyataan konkrit (defenitif, tidak abstrak, jelas dan tegas) dari Pemerintah (Kuasa Hukum Pemerintah) yang menyatakan Ajaran Islam Khilafah sebagai suatu ajaran yang dilarang, sebagaimana diatur dalam ketentuan pasal 59 ayat (4) huruf C Perppu No. 2 Tahun 2017 (disahkan menjadi UU No. 16 Tahun 2017).
  1. Penutup
Khilafah adalah ajaran Islam, dalam pemahaman dan keyakinan agama Islam Khilafah hukumnya Wajib (Fardu). Mengemban, mengajarkan dan menyebarluaskan kewajiban Ajaran Islam Khilafah merupakan bagian dari Ibadat menurut agama Islam.
Khilafah merupakan Ajaran Agama Islam, dimana agama Islam adalah agama resmi yang diakui oleh negara. Membuat atau memberikan Tafsir Ajaran Agama Islam yakni Khilafah yang ditafsirkan bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945, sama saja telah menodai Agama Islam dan melanggar ketentuan pasal 1 UU Nomor 1/PNPS/Tahun 1965, Tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama.
sumber : sumberhukum.com

jubir hti serahkan berkas kesimpulan di ptun
Gugatan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) sudah memasuki babak penyerahan dokumen kesimpulan, sehingga tinggal menunggu putusan majelis hakim.
“Harapan kita sih majelis mengabulkan seluruh gugatan HTI karena dalam dokumen kesimpulan ini kita sudah tunjukkan bahwa seluruh bukti yang diajukan tergugat (pemerintah) itu bukan bukti,” ujar kuasa hukum Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Gugum Ridho Putra sesaat setelah menyerahkan dokumen kesimpulan kepada majelis hakim, Kamis (19/4/2018) di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), Jakarta Timur.
Karena yang namanya bukti itu harus ada prosesnya secara formil. Hizbut Tahrir dibubarkan tanggal 19 Juli 2017, tetapi tergugat baru mengumpulkan bukti pada 3 November 2017 (seharusnya sejak diterbitkannya Perppu Ormas 10 Juli 2017 hingga 19 Juli 2017, red).
“Bayangkan, bagaimana bukti itu baru bisa dikumpulkan jauh hari setelah Hizbut Tahrir dibubarkan?” ujarnya.
Kemudian, lanjut Gugum, pada tanggal 3 November 2017 baru diminta kepada Bareskrim Polri validitas orisinalitasnya. Dijawab oleh Bareskrim Polri pada 19 Desember 2017. Jadi baru tahu bahwa bukti itu valid itu tanggal 19 Desember, lima bulan setelah Hizbut Tahrir dibubarkan.
“Itu fatal sekali!” tegasnya.
Gugum juga mengungkapkan saksi-saksi yang dihadirkan tergugat pun hanya dua orang. Kalau tergugat mau menjelaskan bahwa prosesnya itu benar, maka yang diperbanyak itu semestinya saksi bukannya ahli. Tetapi yang diperbanyak tergugat malahan ahli sampai 11 orang.
Belum lagi dengan bukti rekaman-rekaman kegiatan itu (Muktamar Khilafah pada tahun 2013 dan video lawas lainnya, red) semuanya terjadi jauh sebelum adanya Perppu Ormas. Jelas itu tidak bisa dijangkau oleh Perppu karena memberlakukan Perppu surut ke belakang (retroaktif) itu melanggar asas hukum, itu tidak bisa.
“Dengan semua bukti tersebut kami simpulkan bahwa secara hukum administrasi hampir tidak ada alasan untuk majelis hakim menolak gugatan Hizbut Tahrir,” pungkasnya.
Majelis hakim mengumumkan sidang putusan diagendakan berlangsung pada Senin 7 Mei 2017.
sumber : mediaumat.news

pendukung HTI di PTUN
Suasana menjadi sangat syahdu dan heroik ketika ratusan kiai, ustadz, santri dan aktivis Islam dari berbagai daerah membacakan shalawat asyghil di sepanjang jalan areal Pengadilan Tata Usaha Negeri (PTUN). Mereka hadir untuk memberi dukungan kepada Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Muhammad Ismail Yusanto yang tengah menyerahkan berkas kesimpulan gugatan, Kamis (19/4) di Ruang PTUN, Jakarta Timur.
Di waktu yang sama, pemerintah (tergugat) menyerahkan berkas kesimpulan sanggahan. Namun sialnya, para pendukung pemerintah sangat sedikit dan terdesak oleh pendukung HTI yang membludak. Para pendukung pemerintah yang berpakaian merah dan perempuannya tidak berkerudung itu pun tampak tak bisa berkutik, mereka hanya bisa senyum-senyum ketika ‘terjebak’ di dalam barisan para ulama dan santri.
Ketika ditanya mengapa jauh-jauh datang dari Malang mengikuti sidang, dengan tawadhu KH Bahron Kamal pun menjawab.
“Ini panggilan iman, ini suatu pembelaan, karena ajaran Islam terutama yang diperjuangkan Hizbut Tahrir dinistakan oleh pemerintah dan juga oleh pihak-pihak lain yang tidak senang dengan Islam. Maka ini adalah kesempatan untuk membela agama Allah, membela partai yang berjuang untuk agama Allah, menegakkan syariat Allah, menegakkan institusi khilafah yang diwariskan oleh baginda Rasul SAW,” ujar  Pengasuh Majelis Taklim wal Dzikir Ihyaul Qulub Singosari, Malang, tersebut.
Kiai Bahron berharap gugatan ini dimenangkan pihak Hizbut Tahrir agar Hizbut Tahrir bisa menjalankan aktivitas dakwahnya yang selama ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
“Saya melihat ulama dari berbagai daerah termasuk di Jawa Timur memberikan dukungan yang kuat dalam perjuangan Hizbut Tahrir sehingga harapannya dengan kemenangan ini Hizbut Tahrir akan kembali leluasa berdakwah dan lebih kuat lagi merangkul umat,” pungkasnya.
Sumber : Mediaumat.news

jubir hti serahkan berkas kesimpulan di ptun

Usai menyerahkan berkas kesimpulan gugatannya di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menyampaikan rasa optimisnya.  “Kita optimis akan bisa memenangkan gugatan ini agar HTI bisa berdakwah kembali sebagaimana sebelumnya,” ujarnya, Kamis (19/4) di Ruang Pengadilan PTUN,  Jakarta Timur.
Ia optimis lantaran semua saksi fakta dan ahli dari Kemenkumham (tergugat) tidak bisa membuktikan kesalahan HTI. “Yang utama adalah karena fakta hingga persidangan terakhir, pemerintah tak mampu menunjukkan apa kesalahan HTI. Mengapa HTI dibubarkan? Tak jelas,” ujarnya.
Bahkan, lanjut Ismail,  di SK pembubarannya pun tidak disebut untuk kesalahan apa sehingga HTI harus dibubarkan. Di sana hanya disebutkan setelah menimbang surat Menkopolhukam tentang HTI. “Tapi setelah dibaca oleh kuasa hukum kita, di dalamya juga tidak disebut mengapa HTI harus dibubarkan,” beber Ismail.
Ismail menegaskan, menurut ketentuan hukum, utamanya ketentuan dalam UU Administrasi Negara, tidak boleh pemerintah mengambil keputusan tanpa jelas alasan yuridis, filosofis dan sosiologisnya.
“Nah, ketika alasan itu tidak ada, maka sesungguhnya putusan itu tidak sah, sehingga pantas dibatalkan. Dari sinilah, kita bisa katakan HTI optimis akan memenangkan gugatan.  Insya Allah,” pungkasnya.
Adapun Sidang Putusan yang tadinya akan dibacakan pada Kamis, (9/5) akan dimajukan pada Senin, (7/5/2018) dikarenakan salah satu hakim anggota akan mengadakan diklat di luar negeri, sedangkan pembacaan keputusan harus dihadiri semua anggota majelis hakim.
Sumber : Mediaumat.news
loading...
Powered by Blogger.