ust rokhmat s labib orasi di aksi 2410
Siapa yang membaca dengan hati yang bersih puisi Sukmawati Soekarnoputri, ungkap KH Rokhmat S Labib, niscaya akan melihat ada perendahan dan pelecehan terhadap syariat Islam.
“Siapa pun yang telah menghina, memperolok-olok syariat Islam, mereka harus dihukum!” tegasnya di hadapan jutaan massa aksi, Jum’at (6/4) di depan Bareskrim/Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta Pusat.
Dalam puisinya itu, lanjut ulama yang akrab disapa Ustadz Labib, di awal menyatakan ‘tak tahu syariat Islam’ lalu membandingkan dengan adat istiadat yang ada, dia bandingkan ‘cadar’ dengan ‘konde’ dan ‘adzan’ dengan ‘kidung’ dan dalam kesimpulan dia katakan kidung lebih merdu daripada adzan dan kondek lebih cantik daripada cadar.
“Bagaimana mungkin adzan dibandingkan dengan nyanyian. Adzan adalah panggilan Allah SWT untuk menyembah Allah, lalu bagaimana dibandingkan dengan nyanyian?” ujarnya.
Apalagi konde, beber Ustadz Labib, konde itu menyambung rambut. Rasulullah SAW bersabda, “Allah melaknat perempuan yang menyambung rambut dan yang meminta disambungkan rambutnya.” Di samping itu, orang yang memakai konde, rambutnya pun terlihat alias tidak menutup aurat. Bagaimana mungkin sesuatu yang dilaknat Allah SWT dibandingkan dengan cadar?
“Ibu-Ibu kaum Mukminin, istri-istri Rasulullah SAW diwajibkan memakai cadar. Lalu bagaimana mungkin cadar dibandingkan dengan pakaian maksiat (konde) kepada Allah SWT? Ini jelas penghinaan,” pungkasnya.
Sumber : Mediaumat.news

Post a Comment

advertisement

loading...
Powered by Blogger.