Kamis 5 April 2018, sidang lanjutan gugatan HTI terhadap Kemenkumham berlanjut. Agenda sidang kali ini masih berlanjut meminta keterangan ahli dari pemerintah.
Seperti sidang-sidang sebelumnya, para ulama, kyai dan ustad dari berbagai daerah di Indonesia setia menghadiri persidangan di PTUN. Rombongan ulama dari Jawa Tengah berasal dari Solo, Semarang, Banyumas, Purwokerto, Tegal, Slawi, Brebes dan lain-lain.
Rombongan dari Jawa Timur berasal dari Surabaya, Gresik, Mojokerto, Kediri, Jombang. Rombongan ulama dari luar Jakarta rata-rata datang sehari sebelumnya, agar bisa mengikuti persidangan.
Cerita yang heroik dialami oleh rombongan dari luar Jakarta. Rombongan dari Tegal misalnya, rela berangkat malam melawan gelap dan dingin, meniggalkan kerja, agar bisa mengikuti persidangan pagi ini. Rombongan yang dipimpin Ustad Budiman ini sampai Jakarta pukul 03.00.
Salah satu rombongan dari Tegal, Ustad Mudhor, menyatakan sangat prihatin dengan fakta persidangan selama ini. Ahli yang dihadirkan pemerintah suka bohong dan memfitnah dalam memberikan keterangan.
“Saya hadir untuk memberikan dukungan kepada HTI, karena HTI mendakwahkan kebenaran, dakwah Islam”, terang beliau.
Kondisi yang hampir sama dialami oleh rombongan dari Bandung. Mereka milih berangkat malam hari dan menginap di Jakarta agar tidak terlambat.
Sementara rombongan ulama, kyai dari sekitar Jakarta, Depok, Bogor, Cikampek, Serang, Banten, Karawang, Bekasi, dalam pantauan redaksi Shautululama, berangkat selepas subuh, agar tidak terjebak macet.

Post a Comment

advertisement

loading...
Powered by Blogger.