pendukung HTI di PTUN
Suasana menjadi sangat syahdu dan heroik ketika ratusan kiai, ustadz, santri dan aktivis Islam dari berbagai daerah membacakan shalawat asyghil di sepanjang jalan areal Pengadilan Tata Usaha Negeri (PTUN). Mereka hadir untuk memberi dukungan kepada Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Muhammad Ismail Yusanto yang tengah menyerahkan berkas kesimpulan gugatan, Kamis (19/4) di Ruang PTUN, Jakarta Timur.
Di waktu yang sama, pemerintah (tergugat) menyerahkan berkas kesimpulan sanggahan. Namun sialnya, para pendukung pemerintah sangat sedikit dan terdesak oleh pendukung HTI yang membludak. Para pendukung pemerintah yang berpakaian merah dan perempuannya tidak berkerudung itu pun tampak tak bisa berkutik, mereka hanya bisa senyum-senyum ketika ‘terjebak’ di dalam barisan para ulama dan santri.
Ketika ditanya mengapa jauh-jauh datang dari Malang mengikuti sidang, dengan tawadhu KH Bahron Kamal pun menjawab.
“Ini panggilan iman, ini suatu pembelaan, karena ajaran Islam terutama yang diperjuangkan Hizbut Tahrir dinistakan oleh pemerintah dan juga oleh pihak-pihak lain yang tidak senang dengan Islam. Maka ini adalah kesempatan untuk membela agama Allah, membela partai yang berjuang untuk agama Allah, menegakkan syariat Allah, menegakkan institusi khilafah yang diwariskan oleh baginda Rasul SAW,” ujar  Pengasuh Majelis Taklim wal Dzikir Ihyaul Qulub Singosari, Malang, tersebut.
Kiai Bahron berharap gugatan ini dimenangkan pihak Hizbut Tahrir agar Hizbut Tahrir bisa menjalankan aktivitas dakwahnya yang selama ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
“Saya melihat ulama dari berbagai daerah termasuk di Jawa Timur memberikan dukungan yang kuat dalam perjuangan Hizbut Tahrir sehingga harapannya dengan kemenangan ini Hizbut Tahrir akan kembali leluasa berdakwah dan lebih kuat lagi merangkul umat,” pungkasnya.
Sumber : Mediaumat.news

Post a Comment

advertisement

loading...
Powered by Blogger.