Oleh: Nasrudin Joha
Saya mengingatkan Anda, agar tidak masuk lubang biawak untuk kedua kalinya, agar kemuliaan dan keikhlasan Anda terjaga, agar kepercayaan umat terhadap Anda tidak ternoda, agar terjaga jaminan kepentingan Islam dan kaum muslimin.
Saya ingatkan kepada Anda, diantara mereka yang mengaku ulama, atau berada dan berdesakan bersama Anda, banyak yang telah menggadaikan dirinya untuk sekerat tulang dunia yang tidak mengenyangkan.
Mereka berusaha meraih pundak Anda, memeluk dan menggelayuti kepercayaan umat terhadap Anda, kemudian menjual kepercayaan itu dengan harga yang sedikit, mendekati pintu-pintu penguasa, untuk menikam Anda dan umat dari belakang.
Wahai para ulama, ketahuilah ! Kemenangan itu hanya bisa diraih dengan ketaatan, atas kehendak dan pertolongan Allah SWT. Tidak boleh berasumsi, kemenangan diberikan oleh rezim atau atas belas kasihan rezim.
Tidak ada gencatan senjata, tidak ada pengumuman menghentikan pertarungan, justru Anda harus mengumumkan pertarungan dan serangan lebih sengit, dari apa yang telah Anda lakukan sebelumnya. Fatwa Anda ditunggu umat yang telah bersiap di bibir Medan Jihad.
Anda tidak menghadapi rezim jujur, yang kata dan tindakannya dapat Anda percaya. Ingat ! Anda menghadapi rezim pendusta, khianat dan dzalim. Camkan itu !
Rezim ini, akan terus membokong Anda dari belakang. Rezim ini, akan bertindak sama sebagaimana Belanda menipu Diponegoro, Imam Bonjol, dan para ulama terdahulu yang mendahului Anda.
Rezim ini tidak bertindak untuk dan atas nama umat, rezim ini bertindak untuk dan atas nama asing dan aseng. Bagaimana mungkin Anda masih mempercayainya, sementara pengkhianatan itu masih merah di pelupuk mata Anda ?
Ketahuilah ! Rasulullah SAW tidak pernah berkompromi dengan rezim dzalim kafir Quraisy, berbagi konsesi kekuasaan untuk kemudian meninggalkan amanah dakwah. Rasulullah telah bersumpah, akan memenangkan dakwah dengan pertolongan Allah, atau beliau binasa bersama dakwah.
Rasulullah SAW telah menolak, kepingan hina dunia, baik dari harta, tahta, dan wanita. Bahkan beliau tegas mencampakkan, seumpama saja konsesi yang diberikan matahari dan rembulan.
Begitulah, seharusnya Anda meneladani Rasul Anda. Begitulah, selanjutnya umat juga akan meneladani Anda. Karena itu, tetaplah berada di parit-parit perjuangan, tetap umumkan fatwa-fatwa penentangan, sementara umat akan terus berada digaris depan, beradu dan menentang rezim dzalim hingga dakwah dimenangkan.
Sesungguhnya, ajal rezim ini telah menampakan tandanya. Usia rezim telan senja, sebentar lagi rezim akan ambruk dan tidak dihiraukan lagi. Karena itu, lakukanlah tindakan sebelum ajal rezim benar-benar hadir dihadapan Anda. Raihlah kebajikan dan lautan amal, dengan menyerang rezim lebih keras lagi.
Wahai ulama, ketahuilah ! Ada dua kemuliaan dihadapan Anda, kemenangan di dunia atau meraih Syahid di jalan-Nya. Karena itu, Bimbinglah umat agar menapaki jalan itu, hingga umat menerima kemenangan bersama Anda, atau umat meraih Syahid bersama Anda.
Wahai kalian, yang berusaha memisahkan umat dengan ulama, yang berusaha menarik ulama kami menuju barisan pintu-pintu penguasa dzalim, saksikanlah !
Sekerat tulang dunia yang tidak mengenyangkan, tidak akan memuliakan kalian, tidak di akherat tidak pula di dunia. Penguasa dzalim itu, juga akan mencampakkan kalian manakala kalian tidak bisa menjalankan peran atau kalian sudah tidak lagi dibutuhkan.
Lantas akan kemana kalian berlabuh ? Kepada penguasa yang telah menginjak martabat kalian ? Kepada umat dan ulama yang telah kalian khianati ? Kepada Allah SWT yang telah kalian durhaka ?
Karena itu, ittaqillah ! Kembalilah ke jalan yang lurus, bertaubatlah ! Sebelum datangnya hari, dimana pertaubatan kalian tiada arti lagi. []

Post a Comment

advertisement

loading...
Powered by Blogger.