Dakwah Jateng-, Juru bicara Hizbuttahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto menyatakan bahwa pencabutan badan hukum HTI tidak jelas alasannya.

Dalam acara talkshow Apakabar indonesia malam (7/05/18) TVOne Ismail mengungkap ketidak jelasan alasan pemerintah mencabut badan hukum HTI

Sejak dari awal kita menilai bahwa keputusan pemerintah mencabut status badan hukum Hizbuttahrir itu kita nilai sebagai sebuah Kedzaliman. Mengapa kita nilai sebagai sebuah kedzaliman karena putusan itu dilakukan tanpa dasar yang jelas. artinya tanpa jelas apa sebenarnya kesalahan HTI. Bila pemerintah dalam siaran persnya 8 mei tahun lalu menyebut ada 3 alasan itu semua hanyalah asumsi tidak pernah ditunjukkan  dengan berbagai cara termasuk juga dengan menunjukkan bukti kitab-kitab baik itu dari luar indonesia maupun dari indonesia sendiri bahwa khilafah itu merupakan ajaran islam."katanya.

Sebagai seorang muslim itukan menjadi kewajiban kita untuk menyampaikan ajaran islam itu. perkara mau diterima atau tidak itu kan pilihan. nah selama ini hizbuttahrir itu melakukan itu. Jadi apa salahnya coba?. Diterima Alhamdulillah Ngga juga ngga apa-apa kok. Hizbuttahrir tidak pernah terbukti memaksakan kehendak. kalau ada orang mengatakan hizbuttahrir memaksakan kehendak. tolong buktikan dimana hizbuttahrir memaksakan kehendak? dn selama ini juga kegiatannya berlangsung damai jadi tidak ada satupun peringatan apalagi putusan pengadilan mengatakan hizbuttahrir itu salah diperingatkan saja tidak."lanjutnya.

Setelah ditolak gugatan pihak  Hizbut Tahrir Indonesia akan mengajukan banding di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Post a Comment

advertisement

loading...
Powered by Blogger.