buku islam dan al quran di pameran Paris
Suatu seruan kontroversial untuk mengubah beberapa ayat di Qur’an yang ditandatangani oleh sekitar 300 tokoh Perancis yang dikenal sebagai gerakan “rasis dan xenofobia” menargetkan umat Islam, menurut para ahli dibuat sebagai reaksi atas bertambahnya jumlah kaum Muslim yang terus meningkat.
Pada tanggal 21 April, sebuah manifesto yang ditandatangani oleh aktor Perancis Gerard Depardieu, mantan Presiden Nicolas Sarkozy, mantan Perdana Menteri Manuel Valls dan lainnya mendesak kaum Muslim untuk mengubah ayat-ayat tertentu dalam Al-Qur’an yang mereka anggap sebagai anti-Semit dan anti-Kristen.
Menurut keyakinan kaum Muslim, Al-Quran secara ilahiah diturunkan kepada nabi terakhir, Nabi Muhammad, sebagai sebuah kitab yang diyakini sebagai versi terbaru dari kitab-kitab suci sebelumnya.
“Kaum Muslim lah yang membawa kemajuan peradaban selama seribu tahun ketika mereka berada di depan pintu gerbang Eropa. Dan bukankah Quran yang diyakini umat Islam?” tanya seorang imam.
Tareq Oubrou, seorang imam Perancis yang mengawasi Grand Mosque di Bordeaux, dikutip dalam majalah Atlantic mengatakan bahwa interpretasi Quran oleh mentalitas para penandatangan itu “Adalah interpretasi palsu yang dipromosikan oleh orang-orang Perancis yang sangat radikal untuk memerangi kaum Muslim untuk menghapus teks-teks suci dari konteks sejarah mereka.”
Setelah seruan kontroversial yang menyalahkan Islam atas gelombang “Baru anti-Semitisme” tersebut, 30 Ketua Dewan Pengurus Masjid dan tokoh Muslim lainnya menerbitkan sebuah seruan di Le Monde yang mengatakan bahwa Islam sedang “dirampas oleh para penjahat,” kata laporan dari Associated Press.
Sebuah lembaga Islam Turki menambahkan bahwa panggilan untuk mengubah buku itu adalah kampanye kotor yang menargetkan Muslim dan bahwa seruan itu “Provokatif.”
Sumber: dailysabah.com

Post a Comment

advertisement

loading...
Powered by Blogger.