Dakwh Jateng,- Cilacap Sekira 30 Ulama berkumpul di Masjid El-Mukri, Rejamulya, Kecamatan Kedungreja, Kabupaten Cilacap, untuk mengikuti acara Multaqo Ulama Cilacap.

Acara yang digagas oleh Forum Kajian Islam Kaffah (FKIK) Sidareja ini mengangkat tema yg sedang hangat dibicarakan di berbagai media yaitu, "Khilafah Ajaran Islam".

Acara yg dimoderatori oleh kyai Muhsinin dari Majenang ini sengaja dikemas secara unik dan menarik, mirip ILC.
Guna menambah keakraban, acara ini diawali dengan ramah tamah dan makan malam bersama.

Memasuki acara inti, pembicara utama yakni Ustadz Hanif Alfasiri, didampingi oleh Kyai Ahmad Ghozali, Kyai Musbihin, dan Kyai Saryono menyampaikan pandangan berkaitan dengan tema malam hari itu.

Kyai Ahmad Ghozali menyampaikan gambaran kondisi 'terjajahnya' kaum muslim di luar negeri seperti di Rohingya Myanmar, dan Palestina. Tak luput pula digambarkan kondisi kaum muslim di Indonesia.

Hanya saja di Indonesia, model penjajahannya menggunakan soft power. Para penjajah mengeruk kekayaan alam secara legal karena telah dibuatkan undang-undangnya oleh pemerintah.

Semua kondisi tersebut terjadi karena umat Islam tidak memiliki institusi pelindung sekaligus pemersatu, yaitu Khilafah.
"Oleh karena itu umat Islam harus bersatu untuk mencapainya", paparnya mengakhiri uraiannya.

Kyai Musbihin menyambung kehangatan malam itu dengan menyampaikan beberapa hal penting, antara lain, "Umat Islam dari zaman dahulu jika memperjuangkan Islam secara kaffah selalu mendapat rintangan dari rezim di negeri ini, sejak jaman Soekarno (Masyumi dibubarkan) sampai dengan sekarang (HTI dicabut badan hukumnya). Karena para rezim itu paham bahwa ketika Islam diterapkan secara kaffah maka mereka harus menghentikan kezalimannya terhadap rakyat."
"Maka dari itu, kita (berbagai ormas Islam) harus bersatu untuk memperjuangkan khilafah yang merupakan ajaran Islam.", katanya mengakhiri pendapatnya.

Ulama yg ketiga, yaitu Kyai Saryono dari Kroya, menyampaikan pandangannya bahwa walaupun perjuangan menegakkan khilafah banyak mendapatkan cemooh, halangan dan rintangan, namun upaya itu harus tetap diperjuangkan. Karena memang satu-satunya institusi yang dapat menerapkan Islam secara kaffah, hanyalah Khilafah.

Rangkaian paparan para ulama ini dipamungkasi oleh Ustadz Hanif Alfasiri, yang mengaitkan kondisi bumi Palestina dengan momentum Isra Mi'raj.
Beliau menyampaikan bahwa aktifitas Rasul Saw, dari awal hingga akhir fase dakwahnya, semua tidak terlepas dari upaya mewujudkan kekuasaan. Namun bukan sembarang kekuasaan, tetapi kekuasaan untuk menerapkan Islam secara kaffah.

Itulah mengapa Rosul Saw menolak tawaran kafir Quraisy yang berupa kekuasaan bersistem jahiliyyah.
Tapi beliau Saw kemudian melakukan thalabu nusrah dalam rangka mengupayakan terwujudnya kekuasaan yang bisa penuh menjalankan sistem Islam.

Mengakhiri paparannya, Ustadz Alfa (panggilan akrabnya) menyampaikan bisyarah Rasulullah tentang akan munculnya kembali khilafah dengan mengutip hadis "...tsumma takunu khilafah 'ala minhaji nubuwah."

Semoga kita semua termasuk orang-orang yg menikmati datangnya masa tersebut. Aamiin.

Acara pun semakin hangat dengan tanggapan dan pertanyaan dari audiens.
Di antaranya tentang bagaimana cara kita menghadapi fenomena serangan kapitalis Cina yang terlihat didukung oleh penguasa.

Rangkaian acara Multaqa Ulama Cilacap ini ditutup sekitar pukup 23:00 dengan doa oleh Kyai Musbihin, yang merupakan kyai sepuh kharismatik kabupaten Cilacap.

Reporter: Suwitno

Post a Comment

advertisement

loading...
Powered by Blogger.