Related image

Oleh AM. Ruslan

Real Madrid berhasil meraih trofi ke-13 Liga Champions seusai menang 3-1 atas Liverpool pada laga final yang dilangsungkan di Stadion NSK Olimpiyskiy, Ukraina, Sabtu (26/5/2018) malam atau Minggu dini hari WIB. 

Tiga gol kemenangan Real Madrid dicetak oleh Karim Benzema (menit ke-51) dan brace Gareth Bale (64', 83'). Adapun gol balasan Liverpool dicetak oleh Sadio Mane (55'). 

Real Madrid pun mengukuhkan rekor baru. Mereka menjadi tim pertama pada era Liga Champions yang mampu menjuarai turnamen tiga tahun beruntun.

Terakhir kali ada tim yang bisa hat-trick juara adalah Bayern Muenchen pada 1974 - 1976. Namun, format kompetisi saat itu masih bernama Piala Champions.

Secara total, Real Madrid sudah mengoleksi 13 trofi Si Kuping Besar - julukan trofi Liga Champions.

Iya, itulah Real Madrid. Club Raksasa asal ibu kota Spanyol dengan sejarah sepak bola yang luar biasa hebat. Namun demikian, sejarah juga mencatat club raksasa ini pernah terseok-seok setelah menjuarai liga champion 2002 yang kala itu bertabur bintang salah satunya Zinedine Zidane.

Era kelam tanpa titel Champion terus mereka alami, para pemain bintang silih berganti datang memakai kostum kebanggaan. Sebut saja, David Beckham, Luiz Nazario Delima Ronaldo, Ruud Van Nisteroy, Walter Samuel, Fabio Canavaro, Robinho, Michael Oven, Kaka, Angel Di Maria, Mezut Ozil dan James Rodriguez. Tidak satu pun dari mereka yang mampu mengembalikan nama besar Real Madrid di pentas Eropa.

Namun, mental juara, club raksasa dengan sejarah emas tetap mengalir pada diri club ini. Bahwa mereka bisa dikdaya sebagaimana era keemasannya dulu. Segala cara dilakukan sampai tahun 2014 akhirnya mereka merayakan kemenangan manis. Sejarah pun mereka ulang kembali dengan manis. Hattrick juara champion adalah pencampaian yang fantastik.

Ya, harus diakui. Club besar dengan catatan sejarah yang hebat akan selalu bisa mengulang kejayaan itu. Mengapa? Jawabannya sederhana. Mereka pernah juara dan mereka punya darah para juara di dalam diri mereka.

Sebagaimana Real Madrid, Islam pun punya sejarah yang luar biasa hebatnya, bahkan lebih mengagumkan. Jika Real Madrid mengalahkan The Red yang nota bene club dan para pemainnya di bawah level mereka. Maka berbeda halnya dengan Islam. Islam datang dari tanah gersang yang sebagian besar adalah gurun dengan sumber daya manusia yang terbelakang. Tetapi, dengan Islam mereka bangkit dan mampu mengalahkan 2 emperium raksasa kala itu. Romawi dan Persia. Sebuah sejarah yang tidak diduga bahkan tidak masuk akal mengingat Romawi dan Persia adalah Raksasa kala itu.

Islam memimpin dunia tidak kurang dari 1300 tahun lamanya, menaungi hampir 2/3 dunia, menghasilkan banyak sekali karya yang membuat dunia berdecak kagum. Sampai-sampai para bangsawan menyekolahkan anaknya ke dunia Islam, kala itu.

Namun, sebagaimana sepak bola. Tidak ada yang menjamin kejayaan itu terus digenggam selamanya. Kekurang patuhan pada Islam telah membuat mereka akhirnya terpinggirkan dan terbuang jauh dari peradaban sejak institusi politik bernama KHILAFAH runtuh 3  maret 1924.

Islam terseok-seok layaknya Real Madrid di masa suramnya. Terkotak-kotak menjadi negara-negara kecil yang tidak berdaya. Ketidak pedulian muncul di antara mereka bahkan tidak sedikit yang menjalin kerjasama dengan negara penjajah. Sungguh malang!

Tetapi walau demikian, sejarah Peradaban besar yang dimiliki Islam tetap mengalir dari generasi ke generasi. Akan terus tumbuh rasa ingin menjadi adidaya lagi, penguasa dunia yang pernah menaungi semesta selama kurun 13 abad lamanya.

Jika Real Madrid mampu mengulang sejarah emasnya walau tanpa ada Janji dari Tuhan mereka, Maka apa tak lagi ISLAM yang telah mengantongi Janji dari Rabb semesta Alam sekaligus kabar gembira dari baginda Nabi saw, sungguh ISLAM lebih layak mengulang sejarah emasnya itu.

Karena sekali lagi, para pemilik sejarah yang hebat dan peradaban yang agung akan sangat mudah mengulang kembali sejarah emasnya disebabkan di dalam diri generasi mereka mengalir darah leluhur yang pernah menguasai dunia ini.

"Tsumma Takuunu Khilafah 'Ala manhaj Nubuwah". Walahu'alam bis sawab

Post a Comment

advertisement

loading...
Powered by Blogger.