Image result for hizbuttahrir
Oleh : 
Akmal Kamil Nasution, S.H (LBH Pelita Umat Korwil Kepri)

Dalam siroh diceritakan, Stikma buruk tukang sihir, majnun, tukang syair tidak mampu memalingkan kaum Muslimin dari Rasulullah SAW, justru iman mereka semakin bertambah dan kokoh. Sehingga Abu Jahal dan kawan-kawannya mulai bertanya-tanya pada diri mereka sendiri "jangan-jangan apa yang dibawa Muhammad memang benar"?.

Begitupula hari ini, penulis yakin, dari keteguhan HTI dalam memegang ide Islam, akan membuat hati para pendengki bertanya-tanya "jangan-jangan ide syari'ah dan Khilafah itu memang benar ? pasalnya, di cap radikal malah dakwahnya semakin gencar, dicabut Badan Hukum Perkumpulannya justru dakwahnya tetap jalan, di teror malah tidak ada rasa takut, jangan-jangan kita yang salah, HTI benar"?.

Dulu pertanyaan seperti itu mendorong Sufyan bin Harb, Abu Jahal, Amru bin Hisyam dan al-Akhnas bin Syariq untuk mendengarkan Al-Qur'an dengan sembunyi-sembunyi, sampai-sampai suatu malam mereka mendengarkan Muhammad SAW yang sedang membaca Qur'an dalam sholat malamnya, satu sama lain tidak mengetahui tempat duduk masing-masing, hati mereka terpesona dan jiwa mereka sejuk mendengarkan Qur'an, mereka lakukan itu sampai fajar, lalu mereka  kembali kerumah masing-masing. Namun, ditengah jalan mereka saling berpapasan dan kemudian saling mengejek satu sama lain, mereka berjanji tidak akan mengulangi lagi, tapi kaki mereka bagaikan diseret sehingga mereka lakukan itu sebanyak tiga malam. Hati mereka menerima tapi nafsu kekuasaan menutupi cahaya kebenaran.

Hari ini penulis juga yakin, para penentang ide Khilafah itu ada yang diam-diam mendengarkan ceramah dan khutbah maupun dokumentasi dakwah syari'ah dan Khilafah. Hati mereka menerima sebenarnya, tapi mereka takut kehilangan jubah kekuasaan dan kebesaran.

Apakah kekuasaan dan kebesaran itu yang mereka takutkan ? Bukankah semasa Jahiliyah Umar dan Hamzah juga orang besar ? setelah memeluk Islam, kekuasaan dan kebesaran itu justru tetap dan semakin besar, sampai-sampai Umar pernah menjabat sebagai Kholifah, Hamzah mendapat gelar dari Rasulullah sebagai Panglima Syuhada. Dulu Almarhum Hari Moekti juga begitu,  semasa jadi artis besar di atas panggung,  setelah hijrah tetap juga besar di atas panggung dakwah, jadi kebesaran diatas panggung tidak hilang.

Maka begitulah, Kekuasaan, kebesaran, populatitas tidak akan hilang, hanya gara-gara menerima ide Islam. (Kabirukum fil jahiliyyah, kabirukum fil Islam, iza faqquh fiddin.

Wallahu a'lam bissawab

Post a Comment

advertisement

loading...
Powered by Blogger.