Dakwah Jateng, Purbalingga, Sabtu, 2 Juni 2018 beberapa tokoh dan ulama yg tergabung dalam Forum Silaturahmi Tokoh dan Ulama (FOSIL) Purbalingga hadir di RM. Mie Pasar Baru Purbalingga guna membahas isu terorisme dan kepemimpinan.

Diantara tokoh dan ulama yang hadir adalah : KH. Akhmad Kamal Ismail (Penasehat MUI Purbalingga dan imam masjid besar Darussalam), KH. Muzny Tanwir (perwakilan Muhammadiyah Purbalingga), bapak Guruh ( Ketua PBB Kab. Purbalingga), Ust. Sumiarso (Kesepuhan PPP Purbalingga), ustad H. Jubaedi (Mubaligh Purbalingga), Ust. Amin RH (Direktur Kajian Islam Kaffah Purbalingga) dan perwakilan FPI Purbalingga.   

Diawal acara  Ust. Amin RH menyampaikan tentang pentingnya kepemimpinan untuk menolong agama Allah. Umat Islam memang dan sangat membutuhkan kekuasaan dan negara. “Tetapi bukan sembarang kekuasaan, bukan sembarang negara. Tetapi kekuasaan dan negara yang menolong, mendaulatkan dan memenangkan Islam dan umatnya".  

Karena itu terkait pemilihan  kepemimpinan 2019 para tokoh dan ulama hendaknya mengarahkan umat untuk memilih pemimpin yg paham syariat Allah SWT, paham khilafah wajib ditegakkan dan syariah wajib diterapkan dalam semua aspek kehidupan. 
Sebagaimana perkataan Umar ibn khathab yang dikutip
dalam kitab jami' shoghir imam bukhari meriwayatkan  "Tafaqqahu qabla antasuudu".(pahamilah syariat agama sebelum kalian memimpin).

Di akhir acara, para tokoh dan ulama yang hadir bersepakat mengeluarkan rekomendasi terkait isu terorisme dan kepemimpinan  sebagai berikut:

1. Mengecam tindakan terorisme.
2. Islam tidak mengajarkan terorisme
3. Jangan jadikan ISU terorisme untuk memfitnah Ajaran Islam
4. Syariat Islam justru membawa rahmatan lil Alamiin
5. Menyeru kepada seluruh ulama, asatidz dan Umat Islam untuk tetap Istiqomah dalam da’wah Islam dan mengingatkan pada 2019 umat agar tidak jatuh ke lubang yang sama dua kali.

Reporter : Munajat

Post a Comment

advertisement

loading...
Powered by Blogger.