Hasil gambar untuk orang bersujud berserah diri

Oleh : KH. Ahmad Faiz Al Mualif
(Pengasuh Majlis Taqarrub Ilallah Klaten)
Allah SWT berfirman :
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ وَالَّذِينَ ءَامَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ
Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah... (QS. Al Baqarah : 165).
Dalam sebuah hadits Nabi SAW dituturkan :
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِي اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلَاوَةَ الْإِيمَانِ أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلَّهِ وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ
Dari Anas RA, Nabi SAW bersabda : ada tiga perkara siapa yang memilikinya, ia akan merasakan manisnya iman. Apabila Allah dan rasulNya lebih ia cintai dibandingkan dengan selain keduanya. Apabila dia mencintai seseorang semata-mata karena Allah. Apabila dia takut kembali kepada kekufuran seperti bencinya ia dilemparkan ke dalam neraka. (HR. Bukhori & Muslim)
Allah telah mencurahkan nikmat dan kasih sayangnya kepada semua manusia tanpa terkecuali. Orang mukmin, munafiq dan kafir semuanya bisa menghirup oksigen yang Dia ciptakan, meminum air yang Dia turunkan dari langit, memakan beraneka buah, biji-bijian yang Dia tumbuhkan dari bumi.
Khusus kepada kaum mukminin, Allah telah limpahkan kenikmatan yang lebih besar dari semua itu, nikmat Iman dan Islam. Diinul Islam yang Dia turunkan melalui Nabi Muhammad SAW, sungguh merupakan agama yang mendatangkan kebahagiaan, keselamatan dan kebaikan bagi mereka yang mengimani dan mengamalkannya.
Karena itu, wajar apabila seorang mukmin membalas semua pemberian Allah itu dengan bersyukur kepadaNya dan mencintai Dzat yang Maha Pemberi, dan Maha Pemurah dalam mengkaruniakan nikmat-nikmatNya.
Mencintai Allah SWT dengan rasa cinta teramat besar adalah salah satu ciri kuatnya keimanan dalam hati seseorang.
Allah SWT berfirman :
وَالَّذِينَ ءَامَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ
Adapun orang-orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah (QS. Al Baqarah : 165)
Cinta kepada Allah juga merupakan kewajiban bagi setiap mukmin. Hal ini bisa dipahami dari firman Allah SWT dalam surah At Taubah : 24. Dalam ayat tersebut Allah SWT mengancam kaum mukminin yang lebih mencintai keluarga, sanak kerabat dan harta dibandingkan kecintaan mereka kepada Allah SWT dan RasulNya. Dengan demikian bisa dipahami bahwa seorang mukmin wajib mencintai Allah SWT lebih dari yang lain.
Ada banyak hal yang bisa dilakukan oleh seorang mukmin untuk membuktikan rasa cintaNya kepada Allah SWT, antara lain :
1. Senang bertemu denganNya (sholat).
2. Sering mengingat (dzikir) padaNya.
3. Senang berdekatan denganNya (taqorrub ilallah).
4. Senang berduaan denganNya (sholat malam).
5. Mencintai apa yang Dia cintai.
6. Membenci apa yang Dia benci.
7. Mau menolong agamaNya
8. Rela berkorban apa saja untuk meraih cinta dan ridlo-Nya.
Seorang yang mampu memiliki rasa cinta yang kuat kepada Allah SWT, dia akan mendapatkan berbagai macam kebaikan. Antara lain; dia akan dicintai oleh Allah, doa dan permohonannya akan dikabulkan oleh Allah, diberikan kemudahan dalam menyelesaikan segala macam masalahnya, mendapatkan pertolongan Allah di dunia maupun di akherat, mendapatkan rahmat, ampunan dan ridlo-Nya.
Ada sebuah bahan renungan yang layak untuk disimak. Kata orang, para pemudik (di hari raya Idul Fitri) adalah orang-orang yang paling bahagia di dunia. Meski menempuh perjalanan panjang, jauh, melelahkan, menghadapi kemacetan, terik panas matahari, debu dan asap kendaraan di jalanan, namun wajah-wajah mereka tetap tampak "sumringah".
Mengapa demikian? Setidaknya ada dua hal yang menjadi penyebabnya. Pertama, mereka membawa bekal yang cukup untuk dibawa pulang kampung. Kedua, mereka akan bertemu dengan orang-orang yang dicintainya.
Mudik menjadi "ibrah" penting dalam kehidupan manusia. Bukankah kita semua bakal "mudik" ke tempat asal kita ?, dan orang pun akan melepas "kepergian" kita dengan dengan ungkapan : "INNAA LILLAHI WA INNAA ILAIHI RAAJI'UUN". Kita adalah milik Allah dan akan kembali kepada Allah SWT.
Sudahkah kita memperbanyak bekal amal sholeh? Dan membangun rasa cinta yang kuat dengan Dzat yang akan kita temui pada saat "kepulangan" kita?

Post a Comment

advertisement

loading...
Powered by Blogger.