Oleh Izzuddin Faisal
(Pengamat di Nusantara Politic Watch)

Isu Lama

Di waktu dekat ini kita sebagai kaum muslim khususnya di indonesia kembali di hebohkan dengan isu Islam Nusantara yang tiba-tiba muncu kembai di ranah publik. Memang tak bisa dipungkiri bahwa hal itu semata mata tak muncul secara otomatis. Ada pihak-pihak khusus yang memang ditugaskan untuk memunculkan kembali konfik Islam Nusantara ini agar Umat islam yang saat ini sudah mulai bersatu, akan kembali runtuh terpecah belah dengan konflik Islam Nusantara yang lagi digembor-gemborkan.

Konten-konten pemecah belah

Sebelumnya di beberapa tahun yang lalu di tahun 2016 Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) meluncurkan senam Islam Nusantara (SIN). SIN mengolaborasi beberapa gerakan senam dengan gerakan shalat. Karena gerakan-gerakan shalat sejatinya memiliki unsur-unsur olahraga yang bermanfaat.

Secara umum, kata dia, SIN terbagi menjadi tiga dasar gerakan. "Yakni pemanasan, inti gerakan senam yang menggabungkan sejumlah gerakan wudlu dan shalat serta gerakan peregangan," kata pencipta SIN, Muslih di sela launching SIN di lapangan Panglima Besar (Pangsar) Jendral Sudirman, Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Ahad (25/9). (Republika)

Dan selang beberapa hari kemarin kita digembarkan dengan perkataan seorang Tokoh Nahdhatul Ulama’ di Jawa Tengah yang mengatakan bahwa kurang lebih “NU itu sudah agama, Jadi kalau tidak NU maka masuk neraka. Jadi kalau ada orang selain NU kok masuk surga itu karena ditolong NU gampang.”

Mengkerutkan rekatan yang terbentuk
Jika kita pahami bersama bahwa isu Islam Nusantara ini memiliki dampak yang tidak kecil. Dampak yang sebenarnya menjadi suatu framing yang membuat umat islam yang ada di indonesia itu semakin kental dengan rasa cinta tanah airnya. Dengan semakin kental dan lekatnya rasa cinta tanah air yang ada dalam benak mereka membuat rasa cinta yang seharusnya mereka tanamkan juga pada saudara semuslim  di luar wilayah mereka menjadi luntur dan hilang. Ironisnya mereka menganggap bahwa apa yang telah mereka pegang itu adalah yang paling benar. 

Dalam Al-Qur’an Allah  berfirman : 

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Sesungguhnya orang orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat. (Q.S al Hujurat 10).
Syaikh as Sa’di berkata : (Ayat ini) adalah perjanjian yang ditunaikan Allah diantara sesama orang orang yang beriman. Siapapun orangnya yang berada dibelahan timur bumi ataupun barat yang beriman kepada Allah, Malaikat, kitab kitab-Nya, Rasulnya serta beriman kepada hari yang Akhir, maka ia adalah saudara bagi orang orang yang beriman lainnya. Persaudaraan yang mengharuskan orang orang mencintai saudaranya sebagaimana mereka mencintai diri mereka sendiri serta tidak menyukai apapun mengenainya sebagaimana diri mereka sendiri tidak suka terkena hal  itu. (Tafsir Karimir Rahman).

Maka jika kemudian ada orang yang mengatakan bahwa jika tidak masuk suatu kelompok kemudian tidak bisa masuk surga artinya mereka sudah menafikkan seluruh saudara sesama muslim yang tidak sekelompok dengan mereka.
Dalam ayat lain Allah SWT juga berfirman :


وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. (QS Ali Imran : 103)

Dalam hadist di jelaskan :
سِبَابُ الْمُسْلِمِ فُسُوقٌ ، وَقِتَالُهُ كُفْرٌ
Mencaci sesama muslim adalah dosa dan memeranginya adalah kufur. (HR Tirmizi)

Masuknya Pemahaman Asing
Minimnya tsaqafah atau pemahaman islam yang dalam membuat sebagian kaum muslimin di di indonesia ini mudah sekali di acak-acak pemahaman mereka dengan pemahaman yang di inginkan musuh-musuh islam. Dengan ketiadaan kerangka berfikir yang jernih dan terstruktur dalam  memandang setiap problematika di masyarakat akan menjadikannya mereka mudah sekali larut dalam mengaruh atau hegemoni asing yang justru akan menjerumuskan mereka kepada kebinasaan umat. 

Maka pentingnya bagi kaum muslimin untuk mengedukasi saudaranya sesama muslim dan cara mendakwahi mereka untuk memberikan suatu pemahaman dan gambaran yang utuh terkait permasalahan yang ada di negeri ini. termasuk munculnya isu Islam Nusantara tersebut.
Kalau bukan karena rasa takut para musuh-musuh islam, tak mungkin barat penjajah itu senantiasa memberikan pengaruh propaganda yang menjadikan umat islam ini terus tertidur dalam kekacaauan yang membius mereka untuk tidak bangkit menjadi negara adidaya besar.

Wallahu a’lam bissawab.

Post a Comment

advertisement

loading...
Powered by Blogger.