Hasil gambar untuk aksi 212

Membangun Sinergi Gerakan Dakwah
Oleh : Ust Ismail yusanto
Ibarat membangun rumah yang pasti memerlukan sejumlah tenaga manusia, membangun “rumah umat” yang jauh lebih besar tentu diperlukan lebih banyak lagi tenaga manusia. Bahkan bukan sekadar manusia, tapi manusia yang telah tersadarkan dan tercerahkan oleh pancaran sinar tauhid dan tergerakkan oleh semangat dakwah.
Di tengah umat kini bekerja beragam kelompok Islam. Bukan hanya satu kelompok. Menghilangkan keragaman kelompok itu tidaklah mungkin, sama tidak mungkinnya untuk menyatukannya.
Maka, kata “sinergi” menegaskan pengakuan akan eksistensi masing-masing kelompok sekaligus tuntutan pada kelompok-kelompok itu untuk melakukan langkah yang menguatkan, bukan melemahkan dakwah secara keseluruhan.
Untuk tercapainya sinergi antar berbagai kelompok dakwah, diperlukan upaya yang harus secara konsisten dilakukan terus menerus.
Pertama, dengan semangat keikhlasan dalam dakwah, diantara pimpinan gerakan Islam terutama harus mengembangan semangat persaudaraan dan komunikasi yang baik. Jangan ragu untuk bertegur sapa bila ada masalah antar keduanya. Bila diantara pimpinan sudah terjalin hubungan yang bagus biasanya di bawah sana juga akan bagus. Begitu sebaliknya.
Kedua, harus dikembangkan kepada para kadernya masing-masing pemahaman tentang mengapa terjadi perbedaan dan bagaimana menyikapi perbedaan-perbedaan itu. Bukan berarti mengajak kompromi pada yang batil, tapi semangat amar ma’ruf nahi mungkar harus dilakukan dengan tetap menjaga akhlaqul karimah.
Ketiga, harus dikembangkan sikap bahwa kemenangan satu gerakan sesungguhnya adalah kemenangan gerakan Islam secara keseluruhan. Sehingga sikap iri, dengki, arogan, gemar melontar fitnah dan sifat buruk lainnya bisa ditekan karena semua sesungguhnya adalah kawan. Sama sekali tidak layak sifat-sifat buruk seperti itu berkembang di kalangan aktivis dakwah.
Keempat, masing-masing harus mewaspadai kemungkinan adanya anasir yang memang bermaksud mengaduk-aduk gerakan Islam dan membenturkan satu sama lain karena musuh-musuh Islam memang selalu mencari jalan untuk merusak kekuatan dakwah.
Harus diingat, berdakwah itu wajib, menjaga persatuan umat juga adalah wajib. Salah besar bila untuk meraih kemenangan dakwah ditempuh dengan menikam teman seiring.
Sementara itu harus pula dikembangkan sikap bersama diantara berbagai gerakan dakwah sehingga bisa tercipta saling pengertian dan kesepahaman.
Pertama, bahwa semua harus berjuang untuk tegaknya kembali izzul Islam wal muslimin melalui penerapan syariah karena tidak ada kemuliaan kecuali dengan Islam dan tidak ada Islam kecuali dengan syariah.
Kedua, semua harus berupaya mewujudkan persatuan umat seluruh dunia, karena hanya melalui persatuan di bawah satu kepemimpinan saja, umat Islam dapat meraih kembali kekuatan untuk melindungi diri dan mewujudkan seluruh gagasan-gagasannya.
Ketiga, bahwa semua gerakan Islam dalam perjuangannya harus berpegang teguh pada syariah itu sendiri serta bermuamalah, baik sesama gerakan Islam maupun dengan komponen masyarakat lain, secara syar’iy yang diselenggarakan dengan penuh akhlaqul karimah.
Keempat, bahwa semua gerakan Islam harus mewaspadai siapapun yang menentang syariah, terus menerus memecah belah umat dan tak segan berbuat dzalim. Orang seperti ini tentu harus diingatkan. Bila tidak mau, berarti mereka memang sengaja memusuhi Allah yang berarti juga memusuhi umat Islam. Menghadapi itu, satu sikap kita: lawan! Semua gerakan Islam tidak boleh bersekutu dengannya karena kita dilarang bersekutu dengan musuh Allah SWT.
Dengan penguatan dakwah yang dilakukan oleh berbagai kelompok Islam, proses penyadaran umat semestinya akan lebih mudah dilakukan. Umat yang sadar akan menjadi pilar utama dari kekuatan yang perubahan menuju tegaknya syariah.

Post a Comment

advertisement

loading...
Powered by Blogger.