Hasil gambar untuk mendekatkan diri kepada allah

Oleh : KH Ahmad Faiz
(Pengasuh Majlis Taqaarrub Ilallah Klaten)
Allah SWT berfirman :
فَأَمَّا إِنْ كَانَ مِنَ الْمُقَرَّبِينَ(88)فَرَوْحٌ وَرَيْحَانٌ وَجَنَّةُ نَعِيمٍ(89)
Adapun jika dia (orang yang mati) termasuk orang yang didekatkan (kepada Allah), maka dia memperoleh ketenteraman dan rizki serta surga kenikmatan. (QS. Al Waqi'ah : 88-89).
Allah berfirman dalam hadits qudsi:
وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِمِثْلِ أَدَاءِ الْفَرَائِضِ وَمَا يَزَالُ الْعَبْدُ يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ إِنْ سَأَلَنِي أَعْطَيْتُهُ وَإِنْ دَعَانِي أَجَبْتُهُ
Tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan menjalankan kewajiban dan hamba-Ku selalu mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah sehingga Aku mencintainya. Jika ia meminta kepada-Ku niscaya akan memberi-NYa, Jika ia berdoa, aku akan mengabulkan.
(HR. Ahmad)
Nabi SAW bersabda :
عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَرْوِيهِ عَنْ رَبِّهِ قَالَ إِذَا تَقَرَّبَ الْعَبْدُ إِلَيَّ شِبْرًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا وَإِذَا تَقَرَّبَ مِنِّي ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ مِنْهُ بَاعًا وَإِذَا أَتَانِي مَشْيًا أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً
Dari Anas RA berkata, dari Nabi SAW meriwayatkan dari Tuhannya, berfirman: Apabila hamba-Ku mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku akan mendekat kepadanya sejengkal. Apabila ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku akan mendekatkan kepadanya sehasta. Apila dia datang kepada-Ku berjalan, Aku akan mendatanginya berlari
Setelah seorang hamba mengenal Rab-nya, salah satu perkara yang harus dia lakukan adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT. Keberuntungan yang sangat besar, manakala seorang hamba bisa dekat dengan Allah SWT. Karena, sebagaimana dijelaskan di dalam hadits di atas, orang yang dekat dengan Allah, dia akan dicintai oleh Allah, mendapatkan pertolongan Allah, apapun yang diminta akan diberikan oleh Allah, doa-doanya akan dikabulkan oleh Allah SWT dan tentunya dia akan memperoleh segala kebaikan dan kebahagiaan di dunia maupun di akherat.
Taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah dimulai
dengan mengerjakan seoptimal mungkin kewajiban-kewajiban yang ditaklifkan oleh Allah SWT kepada-Nya, dalam segala hal; mengerjakan sholat fardlu, shoum ramadhan, menunaikan zakat, beribadah haji, mencari nafkah yang halal untuk diri sendiri dan keluarga, menuntut ilmu, menutup aurat, menjaga pandangan dari yang diharamkan, melaksanakan aktivitas dakwah, amar makruf nahi mungkar, berjuang dengan bersungguh-sungguh untuk tegaknya syariah dan khilafah dan lain-lain,
Taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah juga bisa dilakukan dengan mengerjakan amalan-amalan sunnah seperti; sholat malam, sholat dluha, puasa sunnah, shodaqoh, memperbanyak dzikir, membaca ayat-ayat Al Qur'an, menyembelih hewan kurban dan lain sebagainya. Pendekatan diri kepada Allah dengan melaksanakan kewajiban-kewajiban dan menjalankan amalan-amalan sunnah akan mendatangkan kecintaan Allah SWT kepada seorang hamba.
Taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah tidak dilakukan dengan beruzlah (mengasingkan diri) dari masyarakat. Menyepi sendiri, khusu’ dengan selalu berdzikir, berdo’a dan beribadah kepada Allah. Di sisi yang lain acuh dan tidak peduli dengan ribuan problematika yang membelit ummat ini.
Akan tetapi taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah adalah seperti yang dilakukan oleh Rasululloh Saw. dan para sahabat. Di sepertiga malam terakhir, senantiasa khusu’ bersimpuh di hadapan-Nya, namun tetap membersamai ummat, memperbaiki keadaan mereka dengan mendakwahi mereka siang dan malam, mengajak mereka untuk kembali kepada hukum dan syariat Alloh, hingga terselesaikan segala problematika kehidupan dengan solusi terbaik dari syariat-Nya.

Post a Comment

advertisement

loading...
Powered by Blogger.