Hasil gambar untuk arab sebelum islam
Oleh: Ust. Faishal
Rasululloh SAW diutus Allah Swt. mengemban misi agung, yang tak bisa diemban kecuali orang pilihan, yaitu mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya, membebaskan manusia dari penghambaan kepada makhluk menjadi penghambaan kepada Kholiq.
Beliau Saw. dilahirkan di Makah, daerah dataran rendah Batho' tepatnya di perkampungan Ma'la yang memiliki ketinggian 300 m dari permukaan laut ( Tarikh Makah, Dr Muh Ilyas Absul Ghoni). Beliau lahir dan menetap di sana.
Saat peristiwa Fath Makah rasul dengan para sahabat masuk ke Makah dari arah Ma'la ini. Dan di Ma'la ini jugalah istri beliau Khodijah Alkubro dimakamkan, yang wafat hari ke 11 bulan Ramadhon tahun ke 10 kenabian rasul, 3 tahun sebelum Rasul Saw. hijrah, yang istri beliau dalam usia 65 tahun, dan Rasul Saw. berusia 50 tahun (Hadzal Habib, Abu bakar al jazairi).
Kondisi Geografis Arab / Makah daerah yang tandus, gersang, dan berpasir. Secara geografis, ia berbatasan dengan Laut Merah dan Gurun Sinai di sebelah barat, bertemu dengan Teluk Arab di sebelah timur, dengan Lautan Hindia di bagian selatan, dan gurun Irak dan Gurun Syam di sebelah utara. Ia memiliki panjang 1000 km, dan lebar 1000 km ( Prof Dr A Salabi).
Arab Sebelum Islam
Ahli sejarah sepakat umat manusia pada umumnya dan dunia Arab secara khusus, hidup dalam kunkungan gelapnya kedholiman, kebodohan, kelaliman dan kesewenang-wenangan. Di dunia Arab/ Makah dan sekitarnya kerusakan memayungi seluruh sisi dan sendi sendi kehidupan, baik dalam konteks perpolitikan, ekonomi, sosial dan budaya, juga kesesatan aqidah dan pemikiran. Dengan diapit oleh kekuatan besar pada saat itu, di sebelah timur berkuasa kerajaan Persia dan di sebelah barat sedang bercokol kekaisaran Romawi Timur. ( Siroh Nabawiyah :Prof Dr M Rawwas qal'ahji).
Dalam hal kedholiman politik, kekuasaan di pegang dan dimonopoli oleh segelintir komunitas tertentu diantara mereka, suka memaksakan kehendak. Dalam hal kelaliman ekonomi, distribusi kekayaan tak adil sehingga muncul kelas kapital, kelas ini dengan leluasa dan rakus menimbun kekayaan dengan ribawi.
Judi, dari segi cara memperoleh harta, berjudi menjadi kebiasaan orang orang Arab, dan tempat-tempat terkenal pada saat itu yang sering di gunakan berjudi adalah Makah, Thoif, Shan'a, Hajar, Yatsrib, dan Dumatul Jandal.
Berkaitan dengan hal ini Allah Swt. berfirman :
"Yaa ayyuhal ladziina aamanuu innamaal khomru wal maysiru wal anshoobu wal azlaamu rijzun min 'amalisy syaitoni fajtanibuuhu la'allakum tuflihuun ( al Maidah : 90) ( Abu Bakar al Jazairi).
Arak, 'Majelis Arak' menjadi arena untuk berkumpul dari kalangan orang-orang kaya, pembesar, para sastrawan dan para penyair dan saling membanggakan arak-arak mereka lebih-lebih yang berharga mahal dan berkualitas bagus.
Pernikahan istidho', Kesesatan lain yang menjadi kebiasaan di kalangan bangsa Arab pada masa itu adalah pernikahan istidho', yaitu jika suami-istri ingin mempunyai keturunan yang tampan, pintar atau sifat sifat fisik lainnya, setelah istri suci dari haidh, suami akan mengatakan pada istrinya: "Temuilah sifulan dan berkumpullah bersamanya." Ketika dirasa istrinya sudah dari pria yang mengumpulinya, suaminya bisa mengambil kembali istrinya yang sudah hamil tersebut, inilah cara yang banyak dilakukan untuk mendapatkan keturunan yang di inginkan.
Termasuk adanya pernikahan poliandri beberapa laki-laki mengumpuli seorang wanita, di saat wanita tersebut hamil dan melahirkan anaknya maka ia akan menunjuk kepada salah satu laki- laki yang telah mengumpulinya sebagai ayah dari anak yang telah di lahirkanya, perzinaan mewarnai lapisan masyarakat, tak hanya golongan tertentu ( Syeh Shafiyyurahman al Mubarakfuri)
Selain itu ada kebiasaan lain yang lebih mengerikan, mengubur anak perempuan hidup-hidup karena khawatir menanggung malu. Allah menegaskan perbuatan buruk mereka :
"wa idzal mawudatu suilat, bi ayyi danbin qutilat"
Dan apabila bayi - bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, karena dosa apa ia dibunuh. ( QS At Takwir: 8- 9)
Fanatisme kesukuan, slogan mereka akan membela saudaranya baik mendholimi atau didholimi. Ketika islam datang Rasul Saw. mengungkapkan:
" Unshur akhooka dhooliman au madhluman ( Tolonglah saudaramu dalam keadaan dholim maupun didholimi. Lebih lanjut ketika Rasul Saw. ditanya sahabat :
"aku menolongnya jika ia di dholimi, lalu bagaimana aku menolongnya jika ia mendolimi?"
Beliau menjawab: "Tahjuzuhu 'anidh dhulmi" (Engkau cegah agar ia tak berbuat dholim). (HR Bukhori.)
Inilah sebagian kebiasaan-kebiasaan buruk di masyarakat Arab sebelum datangnya islam, yang telah membawa masyarakat kejenjang rendah, tak berharga, tanpa kebahagiaan dan ketenangan.
Allohu bishowab

Post a Comment

advertisement

loading...
Powered by Blogger.