Hasil gambar untuk hizbuttahrir

Oleh : Lalang Darma (Praktisi Media)

Direktur Relawan Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'aruf Amin, Maman Imanulhaq menuding gerakan #2019GantiPresiden ditunggangi organisasi massa Hizbut Tahrir Indonesia yang sudah dilarang di Indonesia. Maman juga menuding, kelompok ini bukan cuma ingin mengganti presiden, tapi juga ideologi bangsa. "Deklarasi #2019GantiPresiden ditunggangi oleh Kelompok HTI yang jelas HTI merupakan ormas terlarang," kata politikus Partai Kebangkitan Bangsa ini di Jakarta, Senin (27/8). (cnnindonesia.com, 27/08/2018)

Sementara menurut pengamat intelijen dan kontra terorisme Harits Abu Ulya merasa heran dengan adanya pihak yang mengaitkan apa-apa dengan HTI yang saat ini sudah dibubarkan. Menurutnya, HTI atau bahkan ISIS yang dikaitkan dengan beberapa gerakan, salah satunya 2019 ganti presiden adalah narasi yang bodoh. “Itu narasi (maaf) dunggu  (bodoh)& hoaxs. Narasi #2019 ganti presiden disebut ISIS atau HTI akan berkuasa,” kata Harits Abu Ulya kepada Jurnalislam.com, Selasa (4/9/2018). (jurnalislam.com, 5/9/18)

Upaya mengkriminalisasi dan pengambinghitaman HTI melalui berbagai tudingan dan desakan menimbulkan pertanyaan  besar, apakah si penuding benar-benar sebagai upaya menjaga Pancasila dan NKRI ataukah sekedar “vested interest” di tengah tumpang tindih perundang-undangan yang ada di negeri ini. Di antara masifnya pembahasan radikalisme dan terorisme yang terus dikawal oleh pemerintah RI dari waktu ke waktu.

Berdasarkan pengamatan penulis, HTI dalam kacamata masyarakat umum lebih menonjol sebagai gerakan pemikiran intelektual yang menawarkan wacana syariat Islam dan khilafah islamiyah sebagai solusi bangsa dan umat. Gerakan ini sebagai sebuah entitas dakwah yang konsen kepada pencerdasan umat melalui membangun kepekaan politik dan keterikatan terhadap syari’at islam.

Melihat rekam jejak Hizbut Tahrir Indonesia selama ini, pernah Tim Supervisi Polda Jabar menyimpulkan bahwa aksi HTI tidak perlu pengawalan ketat. Menurut Kompol Asep Muhammad Hamim (saat itu) saat melakukan kunjungan ke DPD II HTI Kota Sukabumi, Selasa (17/4) di Sekretariat HTI Sukabumi, Sukabumi, Jawa Barat. “Aksi-aksi HTI di manapun senantiasa berjalan damai dan tertib serta dipastikan tidak anarkis sehingga tidak memerlukan pengawalan ketat,”HTI secara terbuka menyampaikan kepada khalayak umum bagaimana pemikiran-pemikiran Islam yang diusung dan diperjuangkan sebagaimana termaktub dalam kitab-kitab yang dipahaminya. 

Karakter perjuangan ini sangat berbeda dengan kelompok liberalis dan sosialis komunis yang penuh dengan hidden agenda. Tidak bisa dipungkiri bahwa keberadaan pilar-pilar negara termasuk Pancasila dan NKRI berada di antara persaingan ketiga kekuatan ideologi tersebut. Islam, Sosialis Komunis, dan Kapitalis Liberalis. Hanya saja mereka semuanya berlindung pada bayang-bayang pilar-pilar negara.

Hizbut Tahrir ini termasuk unik, gerakan ini berkeyakinan bahwa perubahan yang dicita-citakan harus dimulai dari pemikiran orang-orang dan gerakan ini yakin orang-orang atau masyarakat tidak dapat dipaksa untuk berubah dengan kekerasan dan teror. Konsekuensinya, HTI tidak menganjurkan atau terlibat dalam kekerasan. HTI sangat terikat terhadap hukum Islam dalam seluruh aspek perjuangannya. HTI adalah entitas intelektual dan politik Islam yang berupaya mengubah pemikiran umat melalui diskusi dan debat intelek. HTI memandang bahwa hukum Islam melarang penggunaan kekerasan atau perjuangan bersenjata melawan rezim penguasa sebagai metoda untuk menegakkan kembali syariah Islam.

Adapun berbagai tuduhan miring terhadap gerakan ini sama seperti usaha absurd dari sejumlah think tank AS untuk mendiskreditkan kaum Muslim yang menolak model politik Barat sebagai ‘teroris’ adalah tanda keputusasaan ideologis. Meskipun Hizbut Tahrir di seluruh dunia menentang kepentingan kolonial Amerika dan menawarkan ideologi alternatif, tapi terlalu dangkal jika hanya sibuk membangkitkan perasaan anti-Amerika karena perasaan semacam itu sekarang ini sudah menjadi gejala umum di dunia. Meskipun Ariel Cohen berusaha menjadikan dirinya sebagai pakar tentang Hizbut Tahrir, ‘penelitiannya’ terhadap partai penuh dengan ketidakakuratan. 

Dia belum pernah bertemu dengan satupun anggota Hizbut Tahrir, jadi bagaimana dia bisa mengetahui ideologi partai dengan baik? Jika Anda bekerja untuk sebuah think tank dan tertarik dengan perjuangan HTI, silahkan Anda mengontak gerakan ini bertabayyun.

Post a Comment

advertisement

loading...
Powered by Blogger.