tank suriah
Kantor berita Suriah “SANA” mengatakan bahwa pada hari Ahad (26/08) pasukan pemerintah Suriah telah menimpakan kerugian yang signifikan kepada (kelompok teroris) yang tersebar di pinggiran Idlib dan Hama, di wilayah pusat dan barat daya Suriah.
Kantor berita “SANA” mengutip dari korespondennya di Hama yang mengatakan bahwa sejumlah kesatuan tentara Suriah lancarkan serangan artileri pada pergerakan (teroris) organisasi Jabhah an-Nusra dan kelompok-kelompok yang terkait dengannya di kota al-Khuwayn pinggiran Idlib selatan yang mengakibatkan satu orang meninggal dan dua orang cedera, serta melakukan pengrusakan lahan-lahan pertanian dan rumah-rumah warga menggunakan buldoser dan peralatan berat lainnya.
Koresponden tersebut juga mengatakan bahwa pasukan tentara melakukan serangkaian serangan senjata api yang difokuskan pada kerumunan (teroris) organisasi Jabhah an-Nusra di kota al-Tamanah Idlib selatan, dan mengakibatkan kerugian besar pada personil dan peralatan.
Sudah tidak ada lagi rahasia bagi siapapun bahwa Amerika dan sekutunya Rusia tidak pernah berusaha untuk menggulingkan boneka tiran Syam-nya, melainkan—seperti yang kita lihat dengan jelas—mereka justru berusaha sejak awal revolusi untuk mengaborsinya dan mengembalikan pada situasi sebelum awal revolusi (15/03/2011, di mana Amerika adalah pelaksana yang sebenarnya dari pernyataan: “Assad atau kita membakar negara”.
Sekarang Amerika mencoba untuk mengakhiri apa yang dahulu ia mulai. Amerika mengira bahwa Suriah utara adalah benteng dan pelindung terakhir bagi revolusi yatim piatu ini. Bahkan Amerika bekerja keras untuk mengembalikan semua daerah ke pangkuan boneka tiran Syam-nya itu agar ia kembali mendominasinya, dan setelah itu tidak peduli cara mengontrolnya, apakah melalui solusi militer atau melalui solusi politik, yang penting hasilnya adalah satu, yaitu penghinaan, pelecehan, pembunuhan dan pelanggaran atas setiap kehormatan 
Sumber : hizb-ut-tahrir.info, 29/08/2018.

Post a Comment

advertisement

loading...
Powered by Blogger.