Dakwah Jateng-, Rembang (11/9). Seruan hijrah menuju Islam kaffah semakin membahana dengan terselenggaranya Tabligh Muharram di kota Rembang. Ratusan jamaah datang berduyun-duyun dari berbagai kota di pantura timur Jawa Tengah.

Acara Tabligh Akbar dibuka dengan kalimatut taqdim oleh KH Khamdi Suyuti (shahibul bait) kepada jamaah yang hadir. 

Kemudian dilanjutkan kalimah minal ulama yang disampaikan oleh beberapa ulama.



Kalimah minal ulama pertama disampaikan oleh kyai Khandiq dari Jepara, beliau menyampaikan tentang pentingnya persatuan umat Islam.

Kondisi umat Islam di Indonesia saat ini yang dikotak-kotakkan, semakin menjauhkan makna kemerdekaan bangsa. Kemerdekaan Indonesia yang sudah 73 tahun ini serasa hanyalah kemerdekaan semu, karena umat Islam tidak bisa menjalankan syariat agamanya dengan sempurna.

"Kita umat Islam seolah-olah dibiarkan bebas kepalanya, tapi dipegang erat ekornya".

Kalimah minal ulama selanjutnya disampaikan oleh ustadz Kasmani dari Blora, beliau menyampaikan peringatan hijrah Rasulullah saw ini adalah momen yang tepat bagi kita umat Islam untuk totalitas hijrah (juga) dari kondisi keterpurukan.

Keterpurukan itu diantaranya adalah banyaknya komoditas impor yang masuk ke Indonesia, sebagai contoh garam. Padahal Indonesia merupakan negara maritim yang memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia.

Selain itu juga masuknya beras impor pada saat mendekati panen raya, sehingga menyebabkan kelesuan dari pihak petani, karena harga gabah jadi anjlok tidak seimbang dengan biaya pada saat menanam padi.

Ini semua karena ekonomi kita (Indonesia) dikuasai oleh para kapitalis, sehingga kita sebagai rakyat (mayoritas) harus mengikuti mereka.

"Saatnya hijrah menuju Islam Kaffah adalah sudah tepat, beralih dari sistem Kapitalisme yang hanya memberi manfaat kepada para kapitalis menuju sistem Islam yang Rahmatan Lil 'Alamin agar rakyat kecil juga dapat merasakan hidup layak".

Kalimah minal ulama berikutnya oleh ustadz Kusmanto dari Kudus, beliau memberikan semangat kepada para jamaah dengan menyampaikan satu hadist Rasulullah SAW:
"Nanti akan ada ummatku yang menjalankan amalan yang nilainya 50 kali lipat dari para shahabat".

Amalan tersebut hanya Rasulullah SAW dan para shahabat yang sudah pernah melaksanakannya, yang tidak dapat dilakukan pada masa Tabi'in maupun Tabi'ut Tabi'in.

Amalan tersebut adalah menegakkan daulah Islam yang di dalamnya menerapkan syariat Islam dengan sempurna, dan kesempatan untuk melakukan amalan tersebut terbuka untuk kita saat ini setelah diruntuhkannya institusi Khilafah Turki Utsmani oleh Mustafa Kamal laknatullah 'alaih.

"Pilihan ada di tangan kita apakah mau mengambil atau melewatkan kesempatan ini -untuk melakukan amalan yang nilainya 50 kali lipat dari shahabat Rasulullah yang tiada kesempatan lain setelahnya".

Sebagai puncak acara, kalimah ulama disampaikan oleh KH Ahmad Faiz, beliau adalah pengasuh ma'had Abdurrahman bin 'Auf Klaten.

Ada beberapa peristiwa besar dalam dunia Islam, diantaranya :
- Kelahiran Nabi,
- Diangkatnya sayyidina Muhammad menjadi nabiyullah,
- Turunnya Al Qur'an,
- Hijrahnya Nabi SAW
- dll

Mengapa di antara peristiwa-peristiwa tersebut, hijrah dijadikan sebagai awal tahun penanggalan (kalender) Islam?
Itu menunjukkan hijrah Nabi jauh lebih istimewa dibanding yang lain.

Setidaknya ada tiga pelajaran penting dari peristiwa hijrah.
Pertama, pembebasan manusia dari kejahiliyahan. Jahiliyah itu tidak terkait dengan sains dan teknologi, tetapi terkait hukum yang ditegakkan. Saat hukum-hukum Islam yang tegak, maka kejahiliyahan bisa dikatakan telah lenyap. (QS. Al Maidah 5 : 50).

Kedua, hijrah adalah momentum kemerdekaan hakiki umat manusia. Karena saat itu semua pihak, rakyat maupun penguasa, semua menghamba, tunduk patuh kepada Alloh. Bukan kepada pimpinan partai dan para kapitalis.

Ketiga, hijrah menjadi momentum kemenangan dan kejayaan umat Islam dengan tegaknya syariah Islam kaffah dan daulah Islamiyah.

Dengan itu, misi diciptakannya manusia sebagai "khalifatullah fil ardh" bisa terwujud.

Tiga pelajaran penting itulah yang harus diwujudkan umat saat ini dengan dakwah jama'i, dakwah yang mengikuti thariqah dakwah Nabi, dengan cara  yaitu: tatsqif (pembinaan), tafaul ma'al ummah (berinteraksi dengan masyarakat) dan thalabun nushrah.

Post a Comment

advertisement

loading...
Powered by Blogger.