Pemukulan, pencekikan terhadap mahasiswa yang berdemonstrasi menolak kenaikan BBM dan dollar oleh aparat kepolisian di Kendari mendapatkan kecaman berbagai pihak salah satunya dari Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Muhammad Ismail Yusanto.
“Jelas tindakan zalim! Apa salah mahasiswa?” ungkapnya seperti dipublikasikan akun Youtube Fokus Dakwah,  Jumat (19/10/2018).
Menurut Ismail, mahasiswa protes dengan jalan damai. Mengeritik kebijakan pemerintah, mengeritik keadaan dolar naik, mengeritik harga-harga naik, BBM naik. Jadi itu semestinya ditanggapi  dengan bijaksana. Semestinya pemerintah dan aparat menanggapi mahasiswa itu dengan gembira dengan syukur. Alhamdulillah masih ada anak-anak muda yang masih peduli dengan keadaan negerinya.
“Tapi respon apa yang mereka dapatkan? Luar biasa, ini sebuah kezaliman! Mereka digebuki, mereka dicekik, ditarik bajunya, dikatakan itu ada simbol kalimat tauhid. Apa salahnya dengan kalimat tauhid itu? Dalam aksi juga ada kata-kata khilafah, apa salahnya dengan khilafah!? Itu semua ajaran Islam!” tegasnya.
Ismail juga meyakini  bahwa polisi atau aparat yang bekerja di sana juga sebagiannya adalah Muslim. Jadi, bagaimana bisa ini orang Islam kok memusuhi lafadz-lafadz tauhid dan memusuhi khilafah ajaran Islam, istilah-istilah Islam? Ini tanda sangat nyata betapa represifnya rezim.
“Kita semakin melihat bahwa rezim ini zalim, represif anti Islam. Rezim semacam ini tidak selayaknya dibiarkan terus memimpin negeri ini. Pemimpin negeri ini semestinya harus berjalan di atas kalimat yang benar, kalimat tauhid dan berjalan di atas ajaran Islam yang agung itu karena dengan itu kita akan mendapatkan rahmat bagi seluruh alam,” pungkasnya.
sumber : mediaumat.news

Post a Comment

advertisement

loading...
Powered by Blogger.