Jumat 12 Oktober 2018 ba'da sholat Isya puluhan Tokoh dan aktivis islam Purbalingga yang tergabung dalam Forum Ukhuwah Tokoh dan Aktivis Islam Purbalingga berkumpul di Masjid Al Anshor untuk mengadakan mudzakaroh yang diisi dg tadzkiroh, doa, sholawat Asyghil dan penggalangan bantuan untuk korban bencana Palu Sulawesi Tengah dan NTB. 

Hadir dalam acara tersebut diantaranya KH. Akhmad Kamal Ismail, Ust. H. Ali Abdul Aziz, Bapak Guruh Nur Marhaban, Ust. Amin RH, Ust. Asep Setyawan, Bapak H. Burhan dan sebagainya...

Dalam pertemuan itu para tokoh dan aktivis islam bersama - sama membaca sholawat asyghil untuk mendoakan agar kedzaliman penguasa ini segera berakhir dan mengeluarkan pernyataan sikap bersama dalam rangka merespon berbagai musibah atau bencana yang datang bertubi tubi, adanya kriminalisasi ajaran dan simbol islam, budaya Kesyirikan yang dibungkus pariwisata, persekusi terhadap ulama dan pegiat dakwah islam, serta adanya indikasi bangkitnya komunisme. 

Isi atau poin- poin penting dari pernyataan bersama Tokoh dan Aktivis Islam Purbalingga diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Semua musibah yang menimpa negeri ini terjadi akibat dosa dan kemaksiatan dan kefasiqan manusia. Ini karena manusia ingkar dan tak mau mengamalkan serta menerapkan syariah-Nya. Allah SWT berfirman: 
Allah SWT berfirman:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ

"Telah tampak kerusakan di daratan dan di lautan akibat perbuatan tangan (kemaksiatan) manusia supaya Allah menimpakan kepada mereka sebagian akibat perbuatan-perbuatan (kemaksiatan) mereka itu agar mereka kembali (ke jalan-Nya)" (TQS ar-Rum [30]: 41). 

Karena itu satu satunya cara untuk mengakhiri ragam bencana ini tidak lain dengan bersegera bertobat kepada Allah SWT dengan cara menghentikan segala kedzaliman penguasa dan menerapkan semua syariat Allah SWT dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

2. Hendaknya penguasa dalam menangani urusan umat dengan adil dan cermat. Lebih−lebih lagi kepada para korban bencana. Rasulullah SAW berdoa: “Ya Allah.. barangsiapa yang mengurus sesuatu yang merupakan bagian dari urusan-urusan umatku lalu dia menyulitkannya maka sulitkanlah dia, dan barangsiapa yang mengurus sesuatu yang merupakan bagian dari urusan-urusan umatku lalu dia memudahkannya maka mudahkanlah dia…”

3. Kriminalisasi dan persekusi yang menimpa Ulama, Tokoh dan Pegiat Dakwah Islam tidak boleh dianggap remeh, karena berkaitan dengan kehormatan seorang muslim dan nama baik seorang warga negara Indonesia yang dilindungi undang-undang. Implementasi kebijakan dan penerapan Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik yang tidak cermat dan serampangan harus dievaluasi, agar tidak menambah kekeruhan sosial di masyarakat. Oleh karena itu kami menolak segala bentuk kriminalisasi dan persekusi baik terhadap ulama, kyai, ustadz, para aktivis, dan umat Islam maupun terhadap ajaran Islam; khilafah dan simbol-simbolnya.

4. Menyerukan kepada seluruh warga negara Indonesia agar mewaspadai bangkitnya kembali Idiologi Komunisme dan Partai Komunis Indonesia di Indonesia, yang di masa lalu mereka telah menorehkan sejarah kelam di Indonesia

5. Kami menasihatkan kepada seluruh warga negara agar memilih pemimpin yang adil, yang tidak ingkar janji, amanah, memberikan maslahah kepada rakyat, menjaga kesatuan, ukhuwah dan kehormatan ulama serta ajaran Islam.

Alhamdulillah tepat pukul 22.00 WIB, mudzakaroh Tokoh dan Aktivis Islam Purbalingga ditutup dengan doa penuh khusyuk oleh Ust. Ali Abdul Aziz, agar negeri Indonesia ini diselamatkan oleh Allah dari segala macam kekacauan, musibah, kerusakan & perpecahan. Aamiin Yaa Rabbal ' aalamiin.

Reporter : Amin RH
Editor : AG

Post a Comment

advertisement

loading...
Powered by Blogger.