Dakwah Jateng,- Selasa 23 Oktober 2018 ba'da sholat Isya puluhan Ulama, Tokoh dan aktivis islam Purbalingga yang tergabung dalam Forum Ukhuwah Ulama, Tokoh dan Aktivis Islam Purbalingga berkumpul di Masjid Nur Rohmah untuk mengadakan mudzakaroh yang diisi dg tadzkiroh, doa, dan pembacaan pernyataan sikap atas tragedi pembakaran bendera tauhid oleh anggota Banser di Garut kemarin.

Hadir dalam acara tersebut diantaranya KH. Kasyoto AN, Ust. H. Ali Abdul Aziz, Bapak Guruh Nur Marhaban, Ust. Amin RH, Ust. Sumiarso, Bapak H. Burhan, perwakilan FPI dan sebagainya...

Dalam pertemuan itu para Ulama, tokoh dan aktivis islam bersama - sama mengecam  dengan keras tindakan anggota Banser yang membakar bendera tauhid.

"Tindakan mereka Itu bukan ingin memuliakan kalimat tauhid (menurut klaim mereka) tapi malah justru dosa besar dan mengundang murkanya Allah SWT", tegas KH. Kasyoto AN.



Sebagai wujud cinta kami kepada Islam dan Rasulullah, termasuk cinta kami kepada simbol-simbol Islam, dan sebagai wujud keprihatinan kami atas sikap anggota Banser tersebut, maka
Forum Ukhuwah Ulama, Tokoh dan Aktivis Islam Purbalingga menyatakan sikap diantaranya sebagai berikut :

1. Bahwa bendera yang dibakar anggota Banser Garut dengan warna dasar hitam bertuliskan Lafadz tauhid berwarna putih, adalah bendera Rasulullah, simbol kemuliaan Islam dan kaum muslimin. Bukan bendera HTI karena tidak tulisan HTI didalamnya.
Bahwa bendera tauhid adalah bendera Rasululloh sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih, antara lain :

Riwayat Ibnu Abbas yang menyatakan bahwa “Rayah [panji] Rasulullah saw. berwarna hitam, dan Liwa’ [bendera]-nya berwarna putih.” Dalam riwayat lain, “Bertuliskan La ilaha Illa-Llah Muhammad Rasulullah”.

Hadits di atas selain diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Nasa’i dari Jabir, juga diriwayatkan oleh Abu Dawud, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Baihaqi, Thabarani, Ibnu Abi Syaibah, dan Abu Ya’la. Hadits ini shahih. Secara jelas dikatakan bahwa warna rayah adalah hitam dan liwa adalah putih.
Semuanya ini menjadi dalil, bahwa ini adalah bendera Rasulullah. Bukan bendera organisasi tertentu, tetapi bendera Islam dan umat Islam.

Kedua, mengecam pernyataan bahwa pembakaran yang dilakukan adalah untuk menjaga kalimat tauhid. Bagaimana mungkin menjaga bendera tauhid dengan dibakar, sambil bernyanyi-nyanyi.

Ketiga : aparat keamanan harus segera bertindak tegas. Tangkap para pelakunya, jangan sampai umat Islam marah dan bertindak sendiri2.

Dari hasil mudzakaroh   ini pula disepakati oleh para peserta yang hadir akan dilanjutkan dengan mengadakan aksi bersama umat bela kalimat tauhid se Purbalingga yang insyallah akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini. Allahu Akbar !!

Reporter : Amin RH

Post a Comment

advertisement

loading...
Powered by Blogger.