Dakwah jateng,- Tidak kurang dari seratus Ulama Kedu Selatan berkumpul di Pondok Pesantren Darut Tauhid Ketawangrejo, Purworejo pada 24 Oktober 2018. Acara tersebut menyikapi tindakan arogan yang mencerminkan kebodohan dengan membakar bendera tauhid. Terlebih hal tersebut terjadi pada peringatan Hari Santri Nasional di Garut.

Atas perbuatan tersebut ulama, tokoh masyarakat dan masyarakat beramai ramai melakukan kecaman. Bagaimana tidak bendera tauhid adalah lambang keimanan dan pemersatu ummat Islam di seluruh dunia. Bukan milik satu ormas tertentu seperti yang diklaim oleh kelompok pelaku pembakaran.

Hadir pada acara tersebut  K.H. Saifuddin Daldiri (Mursyid Front Toriqul Jihad Kebumen), K.H. Rochani (Pengasuh Majelis Ta'lim Al Barokah Purworejo, Gus Lutfi (Pengasuh PP Al Anshori Grabag Purworejo), dan Gus Nur Hidayat dari Pejagoan, Kebumen. Sedangkan pemaparan materi disampaikan oleh K.H. Nashiruddin Syukur, Pengasuh Majlis Ta'lim Bayt Qur'any, Magelang.



Dalam pemaparannya K.H. Nashiruddin Syukur mengingatkan hadirin betapa kalimat Tauhid dalam bendera hitam itu adalah simbol perjuangan hidup dan mati, sebagaimana kisah yang diabadikan dalam hadis tentang tiga jenderal syuhada perang mu’tah. Aneh jika ada ormas yang mengaku islam merendahkan dengan begitu hina kalimat suci tersebut. Semua tokoh yang juga turut memberikan kalimah minal ulama menyatakan hal senada bahkan ditambah ungkapan kekecewaan dan kemarahan.

Acara yang dimulai 20:45 wib berlangsung penuh semangat dan menggelora berakhir pada 22:30 wib. Pada akhir acara dibacakan pernyataan sikap & kecaman atas tindakan biadab itu oleh K.H. Ainur  Rofiq Nur Hidayat, Pengasuh PP Darut Tauhid yang sekaligus tuan rumah penyelenggara. “Kami mengutuk dan mengecam tindakan biadab tersebut, yaitu pembakaran bendera tauhid yang menjadi kalimat lambang keimanan ummat islam sedunia. Serta menyerukan kepada aparat untuk menindak pelakunya, jangan sampai ummat Islam bertindak sendiri.” []

Reporter : Jimho

Post a Comment

advertisement

loading...
Powered by Blogger.