Dakwah Jateng-, Purbalingga,  Ahad, 23 Desember 2018 Umat islam Banyumas Raya bergerak dan terus bergerak, hidup dan terus hidup bela islam dan bela muslim Uyghur

Islam ibarat nyawa dan umat islam ibarat jasad. Bila islam terpisah dg jasad mk umat ini Mati. Namun bila Islam menyatu dengan umat maka umat ini akn HIDUP.

Sekitar 250-an tokoh, ulama dan aktivis islam alumni 212 se- Banyumas Raya berkumpul di Gedung IPHI Kab. Purbalingga menghadiri acara Silaturahmi Tokoh, Ulama dan Aktivis Islam 212 dengan tema "Reuni 212, Kokohkan Persatuan, Lanjutkan Perjuangan Selamatkan Muslim Uyghur".

Mereka ada yang berasal dari Cilcap, Majenang, Sidareja, Bahkan dari Dayeuhluhur kecamatan di Kabupaten Cilacap yang berbatasan dengan Jawa Barat. Tidak ketinggalan peserta dari Purwokerto dan Banjarnegara juga hadir.

Dalam pertemuan tersebut, hadir sebagai narasumber bapak Ahmad Khozinudin, SH (Ketua Umum LBH Pelita Umat) dan KH. Ahmad Faiz (Ponpes Abdurahman bin Auf Klaten).

Adapun beberapa tokoh dan ulama yang hadir diantaranya : KH. Akhmad Kamal Ismail (Ulama Purbalingga), Ust. Ali Abdul Aziz ( Mubaligh Purbalingga), Bapak Guruh Marhaban (Ketua PBB Purbalingga), KH. Musbihin ( Ulama Majenang), KH. Jamaludin (Tokoh masyarakat Cilacap), Ust. Sumiarso (Tokoh Masyarakat Purbalingga), Bapak Gujra Syarief, SH (Advokat Muslim) dan lainnya.



Pesan penting dlm pertemuan Silaturahmi Tokoh, Ulama dan Aktivis Islam Banyums Raya ini yang dituangkan dalam pernyataan bersama adalah :

1. Mengingatkan kembali pesan penting Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab, bahwasannya Ayat Suci lebih tinggi dan diatas ayat konstitusi. Karena ayat suci adalah wahyu ilahi semntara ayat konstitusi adalah buatan akal insani. Maka ayat suci tdk boleh direvisi apalagi diganti.

2. Menolak kriminalisasi, persekusi dan diskriminasi hukum yg kerap menimpa ulama, tokoh islam dan pegiat dakwah islam lainnya

3. Mengutuk dan mengecam keras tindakan dzalim rezim Komunis China terhadap muslim Uyghur.

4. Menyesalkan pemerintah Jokowi yang notabene penguasa negri muslim terbesar yang sampai hr ini masih diam belum mengambil tindakan yang signifikan atas tindakan  dzalim rezim komunis China. Karena itu kami mendesak pemerintah Jokowi untuk mengusir Dubes negara China dan memutuskan hubungan diplomatik dengan negara China.

5. Menyerukan kpd para ulama,tokoh dan aktivis islam pasca reuni 212 untuk selalu bersatu padu, menjga ukhuwah dan bersinergi membangun kekuatan dan soliditas dalam rangka memperjuangkan syariah islam dan khilafah 'ala minhajin nubuwwah agar menjadi rahmat bagi semesta alam.


Reporter : Amin RH
editor : agus A


Post a Comment

loading...
Powered by Blogger.