Dakwah Jateng-, Semarang, Selasa (01/01/2019) Forum Silaturahmi Umat Islam (FSUI) Mengadakan Agenda Temu Tokoh dan Ulama, Pertemuan berupa Diskusi Tokoh Nasional dengan tema Menatap 2019, Refleksi 2018.

Hadir sebagai pemateri yaitu Prof Dr. Suteki SH,.MHum, K.H Muhammad Siddiq Al Jawi dan Perwakilan dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pelita Umat yaitu Wahyudi Al maroki.



Dalam Pemaparan Suteki menyampaikan bahwa ' Jika kita bicara hukum itu komponennya ada 3 yang pertama adalah substantif menyamgkut peraturan perundang undangan kemudian struktur menyangkut aparatur hukum dan kultur budaya hukum.

Ketika rule of law ini tidak beres. taruhlah kita bercermin 2017 di MA saya sampaikan secara tegas bahwa terjadi pembelokan yang tadinya negara kita negara hukum menjadi negara kekuasaan. yang kita bisa lihat dalam perpu ormas mengeliminasi due proses of law. sebagai kita yang orang hukum.. wow apakah kita mau menjadi negara vandaalisme?. nanti ke main hakim sendirian. nah itu di tahun 2017 apa yang kita sebut pembelokan yaitu bivurkasi hukum.

Nah ini tampak berlanjut di 2018 walaupun tidak semua merasa mengalaminya yaitu penetapan PTUN terhadap pencabutan badan hukum dalam hal ini case nya Hizbuttahrir Indonesia(HTI). nah apapun ormasnya tidak hanya HTI jika mau di cabut badan hukumnya harus melalui due proses of law. Nah jika serta merta mencabut badan hukum tanpa melalui prosestersebut, itu vandalism menurut saya." paparnya

Dari Ust Siddiq Al Jawi Mengungkapkan kalau kita melihat tahun 2017 musibah pencabutan badan hukum hizbuttahrir kemudian berlanjut 2018 ketika di PTUN itu Juga dikukuhkan. maka itu tentu kita melihatnya sebagai mussibah. ada banyak tragedi besar yang dialami kaum muslim diantaranya  4 tragedi besar yaitu Runtuhnya Khilafah Abbasiyah, Perang Salib dan jatuhnya yerussalem, jatuhnya andalusia dan runtuhnya khilafah turki Utsmani dan jika kita bandingkan dengan apa yang kita alami sekarang yaitu pencabutan badan Hukum HTI itu kan Tidak Ada Apa Apanya. "Ungkap kyai Siddiq

Kemudian Pemaparan Selanjutnya Dari Perwakilan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pelita Umat

Ustadz Wahyudi Al Maroky menyampaikan di beberapa seminar daerah di tanya oleh audiens mengapa selalu yang disampaikan kritik terhadap rezim, kenapa tidak mengungkapkan prestasi rezim ini" Ucapnya

Maka saya bertanya balik, Coba Sebutkan Satu saja Prestasi rezim Sekarang? “ kita berfikir positif lah, ada prestasi yang bisa di banggakan di era sekarang.  Contoh jalan Tol”

Lalu Saya Jawab “ Jalan Tol itu bukan infrastruktur,  anda harus fahami,  yang namanya infrastruktur itu membangun dasar struktur  perokonimian, bisa di nikmati oleh siapapun.  Infrastruktur itu contohnya Jalan Raya dan Jembatan.  Itu bisa di nikmati oleh siapapun.  Kalau jalan Tol,  itu hanya bisa di nikmati bagi yang bayar.  Ini namanya ladang bisnis,  bukan infrastruktur." Katanya




Acara yang digagas oleh FSUI ini dihadiri oleh kalangan Ulama dan Tokoh diantara yang hadir yaitu Kyai Rofi'i dari Ponpes Annajiyah sumowono Semarang, Kyai Subiat, Habib Hasan Toha Putra, Kyai Nasruddin


Post a Comment

loading...
Powered by Blogger.