Ahad, 10 Februari 2019 para pelajar Purworejo dan Kebumen yang berjumlah 60-an menggelar sebuah acara remaja di SMP IT Al Furqon, Kutowinangun dalam rangka menolak liberalisasi budaya dikalangan pelajar.

Acara diselenggarakan oleh Komunitas Pelajar Hebat (KPH) yang merupakan wadah para pelajar se eks Karesidenan Kedu meliputi Purworejo, Kebumen, Temanggung, Wonosobo, dan Temanggung.

Koordinator KPH, Kak Pristian Surono Putro, AMK menyampaikan bahwa agenda ini mengambil momen Februari karena di sana ada Valentine Day yang merupakan budaya kufur. Oleh karena itu momen ini digunakan sebagai edukasi kepada pelajar akan bahaya liberalisasi budaya.

Dihadirkan dua Islamic Motivator dan Trainer dari Komunitas Pelajar Hebat, yaitu Kak Dhika Widayat (Penulis Buku Valentine Dies) dan Ust. Arif Widodo, S.Sy (Ustadz Muda Kota Magelang) dan moderator oleh Kak Emro (Mahasiswa Psikologi).



Kak Dhika menyampaikan bahwa para pelajar banyak yang terjangkit pergaulan bebas. Beliau memaparkan data-data pergaulan bebas dan menceritakan fakta-fakta yang terjadi di sekitar kita seputar budaya pacaran hingga seks bebas. "Ini sangat memprihatinkan, mengingat pemuda adalah aset berharga sebuah bangsa." Ungkapnya.

Sementara Ust. Arif Widodo menyampaikan bahwa Islam telah melarang segala bentuk pergaulan bebas. Termasuk di dalamnya adalah pacaran. "Pacaran pada faktanya merupakan aktivitas yang dilarang dalam Islam, disana ada khalwat dan sebagainya." Kata Ust. Arif. Beliau juga menyampaikan bahwa pacaran ini bukan hanya problem individu tetapi juga disebabkan karena aturan yang berlaku tidak sesuai dengan Islam.

Di penghujung acara peneguhan bersama para peserta, mereka berkomitmen secara rutin hadir dalam kajian pekanan dan dakwah dikalangan remaja.

Post a Comment

Powered by Blogger.