Image result for pembohong gambar topeng


Oleh: Ahmad Rizal - Dir. Indonesia Justice Monitor

Bohong adalah perilaku yang menyatakan suatu fakta secara tidak jujur. Perilaku bohong biasanya selalu diikuti oleh motif tertentu. Entah untuk menutupi kesalahan, menghindarkan diri dari suatu ancaman atau bahaya, atau sebagai sebuah strategi untuk memenangkan sebuah peperangan, dan masih banyak motif lainnya. Sehingga kebohongan dianggap perlu dilakukan demi meraih tujuan-tujuan tersebut.

Dalam Islam, kebohongan hanya boleh dilakukan dalam 3 perkara saja. Yakni bohongnya suami kepada istri demi menyenangkan hatinya, bohong untuk mendamaikan dua orang muslim yang saling bertengkar, dan terakhir bohong kepada musuh sebagai strategi dalam medan peperangan. Tiga hal tersebutlah kebohongan dibenarkan dalam Islam. Selainnya tidak dibenarkan melakukan kebohongan atau diwajibkan bersikap jujur.

Kebohongan jenis pertama dan kedua yang dibolehkan dalam Islam di atas bisa kita cermati bahwa hal itu dilakukan seseorang dalam urusan yang bersifat privat. Sedangkan untuk yang ketiga, dilakukan oleh seorang penguasa atau panglima perang dalam peperangan. Oleh karenanya, seseorang yang memiliki kedudukan sebagai seorang pemimpin tidak boleh berbohong kecuali dalam satu perkara saja, yakni berbohong kepada musuh sebagai bagian dari strategi perang.

Bagaimana apabila ada pemimpin atau penguasa yang melakukan kebohongan kepada rakyatnya? Tentu jawabannya sangat jelas. Bahwa sesungguhnya pada saat itu ia telah melakukan pelanggaran terhadap ajaran Islam. Selain itu, bohongnya penguasa tidak hanya sekedar berpengaruh terhadap satu atau segolongan orang, bahkan bisa mempengaruhi seluruh rakyat. Ini merupakan kebohongan yang besar, sebab juga berdampak besar di tengah rakyat.

Apapun motifnya, seorang penguasa tidak dibenarkan berbohong kepada rakyatnya. Maka sesungguhnya apabila seorang penguasa tersebut telah melakukan kebohongan kepada rakyatnya sendiri sejatinya ia tak layak lagi untuk memimpin rakyat. Apalagi jika kebohongan yang ia lakukan tak hanya sekali, tapi berkali-kali.

Kebohongan yang dilakukan oleh penguasa kepada rakyat akan berdampak munculnya kezaliman kepada rakyatnya sendiri. Maka perilaku bohong yang dilakukan oleh penguasa kepada rakyat adalah tindakan zalim yang bertentangan dengan salah satu prinsip sah nya seseorang dijadikan sebagai penguasa dalam Islam yakni Adil. Penguasa wajib adil sedangkan lawan dari adil adalah zalim.

Oleh karenanya, seseorang yang sudah nampak jelas melakukan kebohongan kepada rakyatnya sendiri tak layak menjadi pemimpin. Jika ia dipilih untuk memimpin maka kezaliman akan semakin menjadi-jadi dan kerusakan akan meluas. Maka pertanyaannya, maukah kita menjadikan negeri ini menjadi lebih baik? Jika mau, maka awali dulu dengan tidak memilih pemimpin yang suka bohong. [IJM]

Post a Comment

loading...
Powered by Blogger.