Gambar terkait

Terkait putusan Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Juru Bicara HTI Ismail Yusanto menanggapi melalui laman media twitter pribadinya.

Terkait putusan MA yg menolak kasasi HTI, disampaikan HTI tidak merasa kaget. Dalam suasana dan budaya hukum saat ini yg sangat diskriminatif dan politis, putusan seperti itu sangat mungkin terjadi. " Tulisnya dalam akun pribadi beliau.

Ismail pun melanjutkan bahwa masih ada Peninjauan Kembali (PK) yang masih bisa dilakukan 

Masih ada PK. Mungkin kita akan mengajukan PK bila ada novum baru. Satu hal lagi, tidak boleh dikatakan HTI itu organisasi terlarang. Dlm putusan pemerintah maupun pengadilan, hanya disebut HTI dicabut status BHP nya. Dan itu berarti organisasi dibubarkan. Bukan terlarang. " Terangnya


Selanjutnya kita akan konsultasikan langkah hukum berikutnya dg kuasa hukum kita Prof Yusril Ihza Mahendra. Tulis ismail.

Seperti telah diketahui sebelumnya rezim represif dan anti Islam Jokowi telah Mencabut Badan Hukum HTI dan melalui perjalanan hukumnya HTI berusaha mengajukan keadilan hukum melalui Mahkamah Agung.

Post a Comment

loading...
Powered by Blogger.