Image result for nasdem

Oleh : Nasrudin Joha
[Aktivis Media Sosial]
Nasdem menebar fitnah, seolah ide khilafah yang merupakan ajaran Islam mengkhianati pendiri bangsa. Sambil tunjuk hidung khilafah, Nasdem lupa kadernya banyak yang mengkhianati pendiri bangsa.
Lantas, apa dalil Anggota Dewan Pakar Partai NasDem Teuku Taufiqulhadi yang menyebut khilafah tidak relevan lagi dibahas di Indonesia ? Bukankah Indonesia bumi Allah SWT ? Bukankah setiap sudut bumi Allah wajib tunduk pada syariat Allah SWT ?
Apa pula dasarnya, sistem khilafah dituding mengkhianati para pendiri bangsa Indonesia, termasuk di dalamnya para ulama besar, KH Agus Salim, KH Wahid Hasyim, dan ulama-ulama lain yang juga pahlawan nasional ? Bukankah para ulama yang disebutkan adalah pejuang syariah Islam ?
Sekali lagi, Nasdem lupa pada rekam jejak kadernya yang mengkhianati amanat dan cita pendiri bangsa. Mari kita bahas :
Pertama, kader Nasdem banyak yang tersangkut kasus korupsi. Yang paling mashur Kasus Korupsi Patrice Rio Capella, Sekretaris Jenderal Partai NasDem dan OC Kaligis Ketua Mahkamah Partai Nasdem.
Memang benar, keduanya telah mundur dari jabatannya di Nasdem. Namun, saat terkena kasus keduanya masih resmi menjabat sebagai kader nasdem. OC kaligis saat menjadi Tersangka pengembangan OTT KPK masih resmi menjabat ketua Mahkamah partai nasdem dan Rio Capella masih resmi Sekjen Nasdem. Kemudian mereka baru mundur setelah kena kasus.
Yang paling mutakhir, adalah kasus korupsi Mustofa, kader Nasdem yang menjadi Bupati Lampung Tengah dan mau naik nyalon Gubernur Lampung. Juga kena kasus korupsi, menjadi tersangka KPK.
Kedua, kasus Ibrahim Hasan alias Ibrahim Hongkong, bandar sabu 105 kilogram dan 30 ribu butir ekstasi yang merupakan kader Nasdem. Ibrahim adalah anggota DPRD Langkat dari F-NasDem. Bukan hanya 1 atau 5 gram, tapi lebih dari satu kuintal narkoba !
Setelah kena kasus, Ibrahim baru dipecat dengan Surat pemecatan yang diteken langsung oleh Ketum NasDem Surya Paloh. Ibrahim saat itu dipecat sebagai kader NasDem melalui SK No 100-SK/DPP-Nasdem/VIII/2018, yang ditandatangani oleh Ketum DPP NasDem Surya Paloh dan Sekjen DPP Nasdem Johnny G Plate per 21 Agustus 2018.
Lantas, apakah perilaku koruptif dan menjadi bandar sabu ini tidak mengkhianati cita luhur para pendiri bangsa ? Bukanlah kelakuan ini justru dilakukan oleh kader Nasdem saat masih resmi menjadi pejabat Nasdem ? Bukankah, pengunduran diri dan/atau pemecatan baru dilakukan setelah kader Nasdem kena kasus ?
Sekarang kita balik tanya, apa salah khilafah pada negeri ini ? Apakah khilafah pernah menjajah bangsa ini ? Bukankah seluruh kesultanan di nusantara, dahulu justru menjadi bagian dari kekhilafahan Turki Ustmani ? Bahkan, kesultanan Aceh pernah mendapat bantuan Armada perang dari Kekhilafahan Turki untuk mengusir para penjajah.
Jadi Nasdem mau menutupi aib partai dengan mengumbar fitnah kepada khilafah. Ingat, tak ada satu peser pun uang negara dikorupsi oleh khilafah, atau para pengemban dakwah khilafah. Kalau kader Nasdem ? Entah berapa miliar atau bahkan triliunan uang negara yang dijarah dari kasus korupsi baik yang sudah terbukti maupun yang tidak terlihat publik.
Sudahlah, buruk muka pergi ke salon. Jangan cermin dibelah dengan menebar fitnah terhadap khilafah. [].

Post a Comment

loading...
Powered by Blogger.