Image result for hendropriyono
Oleh, *Chandra Purna Irawan, S.H.,M.H.* (Ketua eksekutif nasional BHP KSHUMI & Sekjend LBH PELITA UMAT)
Mantan Kepala Badan Intelijen Negara, Abdullah Mahmud Hendropriyono, menyambangi Lembaga Ketahanan Nasional. Hal ini berkenaan dengan situasi terkini setelah pemilihan umum. Hendropriyono khawatir, jika kondisi hari ini dibiarkan akan terjadi kudeta. Kudeta yang dimaksud adalah kudeta yang dilakukan oleh sipil.
“Saya ingin memperingatkan bangsa Indonesia, WNI keturunan Arab, supaya sebagai elite yang dihormati masyarakat cobalah mengendalikan diri. Jangan menjadi provokator, jangan memprovokasi rakyat,” kata Hendropriyono
Menanggapi pernyataan tersebut diatas, saya akan memberikan tanggapan hukum sebagai berikut;
1. Bahwa saya mendorong Pemerintah yang katanya akan membentuk Tim Hukum Nasional akan mengkaji pernyataan para tokoh. Sebaiknya untuk segera mengkaji pernyataan Hendro Priyono terkait pernyataan nya yang diduga memiliki unsur-unsur rasisme.
2. Bahwa saya mendorong agar aparat penegak hukum untuk segera melakukan penyelidikan, penyidikan dan bila perlu penangkapan atas Hendro Priyono dengan dugaan tindak pidana rasisme. Berdasarkan pasal 16 UU Nomor 40 tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi Ras dan Etnis.
_"Setiap orang yang dengan sengaja menunjukkan kebencian atau rasa benci kepada orang lain berdasarkan diskriminasi ras dan etnis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf b angka 1, angka 2, atau angka 3, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) "_
Pasal 4 huruf b angka 2 UU No 40 tahun 2008
_"Tindakan diskriminatif ras dan etnis berupa : b. menunjukkan kebencian atau rasa benci kepada orang karena perbedaan ras dan etnis yang berupa perbuatan: 2. berpidato, mengungkapkan, atau melontarkan kata-kata tertentu di tempat umum atau tempat lainnya yang dapat didengar orang lain:"_
Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) sebagaimana yang telah diubah oleh Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik
_"Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA)." "Acaman pidana dari pelanggar pasal 28 ayat 2 UU ITE ini diatur dalam pasal 45 ayat 2 UU ITE yaitu penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau dena paling banyak Rp 1.000.000.000 (Satu miliar rupiah)"_
3. Bahwa saya mengingatkan yang pertama kali memberikan pengakuan atas kemerdekaan Indonesia adalah bangsa-bangsa Arab Timur Tengah yaitu Mesir, Suriah, Lebanon, Yaman dan Arab Saudi. Terbentuknya suatu negara tidak cukup unsur konstitutif (wilayah, rakyat, dan pemerintahan yang berdaulat). Adapun unsur deklaratif meliputi pengakuan dari negara lain. Unsur deklaratif sebenarnya bukanlah unsur yang mutlak harus dipenuhi. Namun pengakuan dari negara lain sangatlah penting agar tidak diasingkan dalam hubungan internasional.
4. Bahwa keturunan Arab ikut andil dalam perjuangan kemerdekaan yaitu Indo Arabische Verbond (IAV) yang berdiri sejak 1930. Kemudian berdiri Persatoean Arab Indonesia (PAI), salah satu pendiri nya adalah Abdul Rahman Baswedan.
Wallahualam bishawab

Post a Comment

loading...
Powered by Blogger.