Forum Komunikasi Ulama Aswaja Diponegaran Kulon pada 22 Mei 2019 menyelenggarakan Multaqo dengan agenda menolak proyek OBOR (One Belt One Road) China. Dihadiri tidak kurang 50 peserta, acara berlangsung mulai pukul 16.30 hingga buka bersama.

Diawali lantunan ayat suci Al-Quran acara tersebut diikuti dengan khidmat. Melalui Ust. Giarno, M.Si, pemaparan tentang asal usul hingga bahayanya proyek OBOR China itu dikupas tuntas di Madrasah Darut Tauhid, Grabag, Purworejo.

"Nilai yang tidak sedikit dari proyek ini memang awalnya menggiurkan. Namun dibalik itu ada strategi penjajahan yang sangat mengerikan." ungkap Ust. Giarno. Beliau juga memaparkan bagaimana Sri Lanka yang pernah terjebak hal yang sama oleh China. Sehingga pelabuhannya harus diambil alih pengelolaannya oleh China selama 99 tahun.

Ust. Giarno, M.Si juga mengingatkan kepada para peserta, "Bisa jadi proyek ini adalah jalan China untuk menguasai Indonesia." Padahal, kata beliau, Allah melarang orang-orang kafir untuk menguasi kaum Muslim. "Maka wajib bagi kita menolak proyek OBOR ini karena bisa menjadi jalan penguasaan orang kafir kepada kaum Muslim."

Ulama dari Kebumen juga menuturkan nasihatnya kepada para peserta dan seluruh warga Indonesia. Kyai Abdul Bir menyatakan, "Kita wajib menolak ini, atas dasar keimanan kepada Allah. Menolaknya adalah bagian dari keimanan."



Sehingga sepakat seluruh peserta multaqo menolak proyek OBOR China tersebut dengan pembacaan Pernyataan Penolakan yang dipimpin oleh K.H. Ainur Rofiq, Pengasuh Madrasah Darut Tauhid, Grabag, Purworejo. [Md]

Post a Comment

Powered by Blogger.