Image result for mursi

Oleh, *Chandra Purna Irawan, S.H.,M.H.* _(Ketua Eksekutif Nasional BHP KSHUMI & Sekjen LBH PELITA UMAT)_
Berkenaan dengan meninggalnya Asy Syahid Syekh DR.H.Mohamed Mursi, mantan Presiden Mesir yang dikudeta oleh Militer pada tahun 2013. Berita meninggalnya beliau membuat dunia tersentak kaget, sedih dan marah.
Beredar kabar bahwa meninggalnya Asy Syahid Syekh DR.H.Mohamed Mursi dikarenakan meninggal secara tiba-tiba setelah pingsan dalam persidangan di pengadilan Kairo.
Saya pribadi tentu banyak pertanyaan terkait penyebab meninggalnya beliau, bukan berarti saya tidak percaya takdir atau ketetapan Allah SWT atas ajal hamba-Nya. Pertanyaan ini muncul karena sudah diketahui oleh internasional bahwa sejak beliau dikudeta oleh Militer kemudian di penjara dengan berbagai tuduhan.
Saya berpendapat bahwa tidak ada asap apabila tidak ada api, tidak ada akibat tanpa ada sebab artinya meninggalnya seseorang tentu ada sebabnya misalnya sakit, dibunuh, diracun, disiksa, dan sebagainya.
Berdasarkan laporan amnesti internasional bahwa Mesir telah menahan banyak orang, terutama orang-orang yang dituduh sebagai Islamis, sejak militer menggulingkan Asy Syahid Syekh DR.H. Mohammed Morsi, Presiden Islamis yang terpilih pada 2013, dan dituduh memecah belah rakyat. Beliau sendiri dilaporkan ditahan di sel isolasi. Perlakuan buruk tahanan yang diderita mengakibatkan kepanikan, ketakutan, kepekaan tinggi terhadap rangsangan, dan kesulitan berkonsentrasi dan gangguan ingatan.
(https://www.voaindonesia.com/a/mesir-kurung-ta…/4382605.html)
Berdasarkan hal tersebut diatas saya akan memberikan pendapat hukum (legal opini) sebagai berikut ;
PERTAMA, bahwa apabila pernyataan amnesti internasional benar adanya, maka patut diduga meninggalnya Asy Syahid Syekh DR.H.Mohamed Mursi adalah adanya dugaan akumulasi penderitaan selama didalam penjara. Maka hal ini wajib untuk dilakukan penyelidikan menyeluruh terkait penyebabnya misalnya apakah adanya penyiksaan fisik dan kejiwaan yang mengakibatkan Timbulnya rasa sakit atau penderitaan mental atau fisik yang luar biasa.
KEDUA, bahwa penyelidikan tersebut harus dilakukan oleh lembaga independen, dalam hal ini saya menyarankan untuk dibentuk Komite Internasional yang bergerak secara independen berdasarkan pasal 17 Konvensi Menentang Penyiksaan dan Perlakuan atau Penghukuman yang kejam tidak manusiawi dan merendahkan martabat manusia. Konvensi Diterima dan terbuka untuk penandatanganan, ratifikasi dan aksesi olah Resolusi Majelis Umum 39/46 tanggal 10 Desember 1984 serta mulai berlaku 26 Juni 1987. *_(Convention against Torture and Other Cruel, Inhuman or Degrading Treatment or Punishment)_*
KETIGA, bahwa agar untuk menghilangkan praduga masyarakat internasional maka saya mendorong Pemerintah Mesir untuk memberikan akses kepada dunia internasional untuk melakukan penyelidikan tersebut berdasarkan pasal 1 Jo pasal 16 Konvensi menentang penyiksaan _*(based on article 1 Jo 16 Convention against Torture and Other Cruel, Inhuman or Degrading Treatment or Punishment).

Post a Comment

loading...
Powered by Blogger.