Oleh: Syahidatunnisa

Pembukaan UUD 1945

“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.”
Makna alinea pertama pada Pembukaan UUD 1945 adalah bahwa bangsa Indonesia teguh membela kemerdekaan melawan segala bentuk penjajahan karena penjajahan tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. 

Persoalan pendidikan secara umum di wilayah negeri muslim sangat memprihatinkan. Di Indonesia upaya penyelesaian masalah yang dicanangkan pemerintah, tak kunjung menghentikan masalah. Mengganti kurikulum berulang kali, tak juga meningkatkan kualitas anak didik. Sertifikasi guru tak serta merta menyejahterakan mereka dan meningkatkan dedikasi mereka. Justru murid-murid terabaikan karena guru sibuk memenuhi syarat administrasi sertifikasi. 

Berdasarkan catatan bank dunia, sekitar 8 juta anak /15% dari total siswa Sekolah dasar dan Menengah di Indonesia mengenyam pendidikan di sekolah agama di bawah Kementrian Agama (Kemenag). Dalam praktiknya, sekolah-sekolah tersebut mengikuti kurikulum Nasional, dan banyak diikuti anak-anak dari keluarga termiskin dan daerah pedesaan. Bank dunia menyetujui pinjaman senilai US$ 250 juta atau setara Rp. 3,5 T (dengan asumsi kurs Rp.14 ribu per dolar AS) untuk mendukung program peningkatan mutu madrasah dasar dan menengah Indonesia. Pinjaman ini akan digunakan untuk melaksanakan program Realizing Education’s Promise. 

Melalui proyek ini pemerintah akan membangun sistem perencanaan dan penganggaran elektronik berskala Nasional. Program tersebut juga akan digunakan untuk membangun sistem hibah sekolah. Menurut Menteri Agama Lukman, pengembangan madrasah tidak akan optimal jika hanya mengandalkan anggaran negara. Pasalnya keterbatasan dana mengakibatkan pengembnagan madrasah lebih terpusat pada pengembangan bangunan fisik, belum kearah kualitas pendidikan. https://m.cnnindonesia.com/…/bank-dunia-kucurkan-pinjaman-r…


Disisi lain pendidikan Islam di Indonesia saat ini dinilai sebagai lembaga pendidikan yang paling modern di dunia. Melalui pendidikan Islam inilah karakter keberagaman masyarakat Indonesia yang toleran dan moderat dibentuk. Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama(PBNU) Maksum Machfoedz menanggapi soal penggunaan dana pinjaman dan hibah luar negeri (PHLN) untuk peningkatan mutu madrasah. Dia mengaku secara umum tidak mempermasalahkan ihwal peminjaman dana dari bank dunia itu. Lanjut Maksum yang menjadi fokus adalah sejauh mana efektivitas penggunaan dana tersebut. Maksum juga menjelaskan, utang adalah modal pembangunan dalam kondisi tertentu yang sedang membutuhkan dana atau kondisi ketika tidak memiliki cukup cadangan dana di tengah keharusan meneruskan pembangunan. https://m.republika.co.id/…/pbnu-komentari-pinjaman-dari-ba…

Kondisi suram pendidikan saat ini di dunia muslim berada pada kutub yang berlawanan dengan keunggulan pendidikan yang pernah dinikmati oleh negeri-negeri muslim di bawah aturan Islam yang diterapkan Khilafah, yang telah memberikan posisi penting dan dukungan terhadap aktivitas mencari dan menyebarkan ilmu, yang mengarahkan negara ini menjadi pusat pembelajaran bagi dunia. Namun, setelah Khilafah dihancur kan dan sistem pendidikan tidak lagi berpijak pada Islam, melainkan pada sekularisme (pemisahan agama dari kehidupan), pendidikan telah menghancurkan bangunan tsaqofah Islam di benak generasi muslim. 

Sekularisasi menerima kepercayaan-kepercayaan non_Islam yang berasal dari liberalisme dan keyakinan lain di bawah kedok ”keragaman budaya”. 

Agar pendidikan kembali berfungsi untuk menjaga tsaqafah di benak kaum muslimin, wajib bagi kita untuk merumuskan kembali kebijakan pendidikan yang tidak keluar sedikitpun dari asas akidah Islam. Tujuan penting dari kebijakan ini adalah membangun sosok pribadi Islami, yang menjadikan akidah Islam sebagai landasan berpikirnya dan pemahaman hidupnya. Enam konsep penting yang perlu ditangani ketika mendidik pemuda yaitu : 

Pertama membangun pola pikir kritis. Berpikir kritis adalah kemampuan untuk mengamati dunia di sekitar kita dan melalui pengkajian yang mendalam dan bukti yang jelas membuat penilaian yang benar tentang hal itu. Al Qur-an berulang kali mengarahkan orang yang percaya untuk berpikir secara mendalam tentang isu-isu agar mereka mampu membangun kesimpulan yang benar pada diri mereka. Ini termasuk merenungkan bukti-bukti keberadaan allah SWT dan kebenaran Islam. Allah SWT berfirman yang artinya “Dan [pada] silih bergantinya malam dan siang dan [pada] hujan yang Allah turunkan dari langit, lalu dengan (air hujan) itu dihidupkan-Nya bumi setelah mati (kering); dan pada perkisaran angin terdapat pula tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang mengerti”. (QS. Al Jatsiyah:5 ).

Kedua pembentukan dengan keyakinan mutlak pada para pemuda, keberadaan allah dan fakta bahwa al Qur’an adalah firman-Nya, sehingga mereka tidak memiliki bayangan keraguan tentang kebenaran Islam. Sebagaiman firman-Nya yang berbunyi “ Sesungguhnya orang-orang mukmin yang sebenarnya adalah yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu...” (Qs. Al Hujurat:15). Dalam sekularisme yang mendominasi dunia sekarang ini, agama telah menjadi bahan ejekan bagi banyak kalangan dan kita harus melindungi anak-anak muslim jatuh dalam tuduhan ini.
 
Ketiga memelihara kerinduan Jannah dalam anak-anak muslim dan memahamkan tentang bagaimana sedikit kesenangan hidup ini dibandingkan dengan kehidupan selanjutnya, serta menciptakan kesadaran akan sifat sementara dari dunia ini. Nabi SAW bersabda, “Apa umpama kehidupan duniawi ini dibandingkan dengan akhirat adalah salah satu dai Kamu mencelupkan jarinya ke dalam laut? Birakan dia melihat apa yang dibawa seterusnya.” 

Keempat membangun pemahaman dalam remaja mengenai Islam sebagai Deen komprehensif dengan prinsip-prinsip, hukum dan solusi untuk masalah modern di setiap bidang kehidupan – spiritual, moral, sosial, politik, hukum, pendidikan, ekonomi, dan seterusnya. Allah berfirman yang artinya “ Tidak ada sesuatupun yang Kami luputkan di dalam Kitab ...” (QS. Al An-aam:38). 

Kelima pembongkaran iming-iming cara liberal sekuler hidup di mata kaum muda kita dan memungkinkan mereka untuk melihat melalui retorika anti Islam. Kita perlu membuat pemuda kitamemahami bahwa masalah yang kita hadapi di dunia adalah bukan hasil dari Islam tetapi hasil dari sistem sekuler kapitalis buatan manusia dan nilai-nilai seperti liberalisme, nasionalisme, dan demokrasi. 
Keenam membangun rasa tanggung jawab dalam diri pemuda kita untuk Deen mereka, umat mereka, dan untuk manusia. 

Kita harus membuat pemuda muslim benar-benar memahami tenggung jawab yang datang dengan firman Allah yang artinya “ Hai orang-orang yang beriman! Penuhilah (panggilan) Allah dan Rasul-Nya, apabila Dia menyerumu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu. “ (QS. Al Anfal: 24). 
Agar seluruh konsep tersebut terwujud, tentu perlu adanya negara yang menerapkan hukum dan mengatur semua urusan sesuai dengan ketentuan akidah Islam. Itulah Khilaah Islam

Khilafah Islam akan menjamin pelaksanaan kebijakan pendidikan islam yang menjaga tsaqofah dan identitas umat sekaligus membawa penerapannya ke seluruh dunia. Khilafah Islam akan memprioritaskan pendidikan dan menajalankan tanggungjawabnya. Ini sebagaiman yang telah dilakukan oleh rasul SAW. sebagai kepala Negara Islam di Madinah saat menetapakan tebusan bagi tahanan di perang Badar dengan mengajarkan baca tulis kepada sepuluh orang muslim. 

Sebagai kepala Negara Islam Rasulullah SAW. menggratiskan biaya pendidikan dengan pembiayaan dari Baitul Mal. Khilafah Islam akan menyiapkan anak-anak muslim menjadi ilmuwan, termasuk spesialis di semua bidang kehidupan baik dalam hukum Islam, ilmu fiqh dan peradilan ataupun dalam sains seperti teknik, kimia, fisika, kedokteran dan sebagainya. 

Mereka akan menjadi ulama dan ilmuwan yang mumpuni untuk membawa Khilafah islam mendududki posisi pertama di dunia sekaligusmenjadi pemimpin dan berpengaruh karena ideologinya. Itulah Khilafah ‘ala minhaj an-nubuwwah yang akan tegak kembali-dengan izin Allah SWT- untuk kedua kalinya, sebagaimana sabda Rasulullah saw: yang artinya ... kemudian akan datang Khilafah yang berjalan di atas metode kenabian (HR.Ahmad)
.

Post a Comment

loading...
Powered by Blogger.