.
Oleh. Titin Kartini
.
MUI tengah berupaya menangkal paham radikalisme dengan cara menggelar "Halaqah Kebangsaan" di 12 titik lokasi di kabupaten Bogor, Jabar, salah satunya di Pondok Pesantren Modern Darussalam kecamatan Ciomas, Bogor, Sabtu.
.
Sekretaris MUI kabupaten Bogor, Saepudin Muhtar alias Gus Udin mengatakan melalui tema kegiatan "Menguatkan Nilai-nilai Islam Wasathiyah dalam Menangkal Radikalisme Agama" MUI memberi pemahaman mengenai Islam moderat kepada para santri di pondok pesantren.
.
Paud Hasan sebagai narasumber dari Universitas Islam Negeri (UIN)Syarif Hidayatullah Jakarta, menyatakan, radikalisme agama merupakan sikap keberagaman yang cenderung menilai diri sendiri paling benar. Hal ini menurutnya berpotensi menimbulkan kerenggangan di masyarakat lantaran sikap radikalisme yang menganggap apa yang dilakukan kelompok lain tidak benar.
https://m.antaranews.com/…/tangkal-radikalisme-mui-datangi-…
.
Isu radikalisme akhir-akhir ini terus digencarkan hingga menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat, tak terkecuali masyarakat kota hujan, Bogor. Padahal, kebanyakan masyarakat tidak memahami apa itu hakikat radikal dan radikalisme.
.
Radikal berasal dari bahasa Latin yaitu Radix yang mempunyai arti "akar". Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Radikal mempunyai arti " mendasar"(sampai pada hal yang prinsip); sikap politik amat keras menuntut perubahan undang-undang, pemerintahan); maju dalam berpikir dan bertindak. Kata radikal yang ditambah dengan isme akan berubah arti. Menurut KBBI yaitu "paham atau aliran yang radikal dalam politik; paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaruan sosial dan politik dengan cara kekerasan atau drastis; sikap ekstrem dalam aliran politik.
.
Tampaklah bahwa, sebenarnya definisi radikal dan radikalisme adalah netral. Hanya saja isu radikal dan radikalisme selalu disematkan kepada umat Islam. Radikal disematkan kepada beberapa ustadz dan ulama sedangkan radikalisme disematkan kepada topik pembicaraan sang ustadz atau ulama, misalnya ustadz Felix Siauw seorang yang radikal dan memahamkan paham radikalisme, sehingga Beliau sering sekali dipersekusi.
.
Kafir barat menyebarkan isu ini, salah satunya untuk memecah belah persatuan umat Islam, yaitu mengelompokkan Islam radikal dan tidak radikal (moderat), selanjutkan membenturkan keduanya. Kaum kafir tidak menginginkan umat Islam bersatu berdasarkan aqidah, karena, jika umat Islam bersatu maka mereka akan mengalami kehancuran yang dahsyat. 
Selain itu, melalui propaganda isu radikalisme yang ditujukan kepada Islam, membuat umat dan masyarakat akan takut terhadap Islam, selanjutnya menjauhi Islam dan makin tidak memahami Islam secara menyeluruh. Inilah yang dikehendaki kaum kafirin, menghadang kebangkitan Islam.
.
Karenanya, kaum muslimin seharusnya menyadari bahwa radikalisme adalah proyek kafir barat untuk menghambat kebangkitan Islam. Di sisi lain, bisa dilihat, dengan izin Allah proyek ini justru semakin memperkuat dan meyakinkan umat akan kebenaran ajaran Islam. Hingga pertolongan Allah SWT untuk kemenangan agama Nya semakin dekat, insya Allah sebentar lagi.
Wallahu a'lam.

Post a Comment

loading...
Powered by Blogger.