Semarang, Selasa, 10/09/2019 Mahasiswa Yang Tergabung Dalam Persaudaraan Alumni (PA) 212 Divisi Pemuda dan Mahasiswa Jawa Tengah serta Ulama dan Advokat LBH Pelita Umat Semarang mendatangi DPRD Jawa Tengah dalam rangka Audiensi dan pembelaan mahasiswa Kendari Hikma Sanggala yang telah diberikan surat Drop Out ( DO ) dari kampusnya.

Rombongan yang dipimpin oleh Irsyad Fadholi kemudian diterima dengan baik oleh perwakilan DPRD Jawa Tengah Komisi A dari Fraksi Gerindra, Bapak Sriyanto Saputro dan juga dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bapak Agung Budi Margono.



Di forum audiensi tersebut Irsyad menyampaikan bahwa kedatangan rombongan dengan maksud untuk Solidaritas terhadap Hikma Sanggala dan agar kejadian semacam ini tidak terjadi di lingkungan Jawa Tengah dimana dengan fitnah dan tudingan tergabung dalam aliran sesat serta organisasi radikal kemudian rektor melakukan DO terhadap mahasiswanya.

Hendro perwakilan dari LBH Pelita Umat Semarang menyampaikan Hikma Sanggala adalah mahasiswa berprestasi dan bahkan pernah mendapatkan Piagam Sertipikat Penghargaan Sebagai Mahasiswa Dengan IPK Terbaik se-fakultas. Dan saat ini sedang menyusun skripsi tetapi kemudian malah mendapat surat Keputusan Rektor IAIN Kendari Tentang Pemberhentian Dengan Tidak Hormat Sebagai Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Kendari.

"Bagaimana hal ini bisa diterima jika hanya dari asumsi dan dugaan kemudian mahasiswa itu mendapat sanksi. Kecuali apa yang disampaikan oleh rektor itu ketetapan dari pengadilan bahwa yang bersangkutan ikut aliran sesat berdasarkan keputusan oleh MUI misalnya ya. Kita bisa terima kalau semacam itu. Tapi ini tidak ada landasan apa-apa dan kami ingin menegaskan bahwa yang dimagsud dengan berafiliasi aliran sesat itu seperti apa? Tidak boleh dengan hanya asumsi semacam ini kemudian mahasiswa di DO termasuk ya hari ini kita sering didengungkan istilah radikalisme nah saudara hikma sanggala ini juga korban dari istilah ini." Ungkapnya.

Tuduhan sesat dan terafiliasi radikal itu harus dibuktikan oleh rektor IAIN Kendari jadi bukan hanya asumsi asumsi saja. Dan apabila rektor IAIN Kendari tidak dapat membuktikan tuduhan dan fitnahnya, maka kami memandang rektor tersebut dapat dipidana berdasarkan pasal 310 Jo. 311 KUHP." Tambah Hendro.

Bapak Sriyanto dan Bapak Agung Budi Margono  mengapresiasi sikap pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam PA 212 Bidang Kepemudaan dan Kemahasiswaan. Mereka juga berkomitmen akan meneruskan aspirasi yang telah disampaikan ke DPRD Jawa Tengah ke tingkat Nasional, kemudian acara diakhiri dengan Penyerahan pernyataan sikap oleh Koordinator PA 212 Bidang Kepemudaan dan Kemahasiswaan Wilayah Jawa Tengah dan berfoto bersama.



Post a Comment

loading...
Powered by Blogger.