Image result for belajar di pesantren
Oleh : Abu Abdirrohman Yoyok
قال أبو الدرداء رضي الله عنه :
[ تعلموا قبل أن يرفع العلم ، إن رفع العلم ، ذهاب العلماء ]
انـظـر : |[ حلية الأولياء (1/213) ]|
Sahabat Nabi Muhammad shollallohu alaihi wa sallam yg mulia, Abu Darda' rodhiyallohu anhu pernah berkata :
"Pelajarilah ilmu (agama ini), sebelum ilmu itu diangkat (yakni dilenyapkan) !
Sesungguhnya diangkatnya ilmu agama itu adalah dengan perginya (yakni wafatnya) para ulama !"
[ HILYATUL AULIYA', 1/213 ]
.
Catatan :
1. Ya, benar ! Ilmu agama ini akan segera dilenyapkan oleh Alloh ta'ala seiring dengan wafatnya satu persatu para ulama Ahlus Sunnah yg terpercaya ilmu dan amalannya.
.
2. Diantara dalil yg menguatkan hal itu adalah hadits dari sahabat Nabi yg mulia, Abdulloh bin 'Amr bin Al-Ash rodhiyallohu anhuma, yg mengatakan bahwa Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam bersabda :
ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠﻪ ﻻ ﻳَﻘْﺒِﺾُ ﺍﻟﻌِﻠْﻢَ ﺍﻧْﺘِﺰَﺍﻋَﺎً ﻳَﻨْﺘَﺰِﻋُﻪُ ﻣﻦ ﺍﻟﻌِﺒﺎﺩِ ﻭﻟَﻜِﻦْ ﻳَﻘْﺒِﺾُ ﺍﻟﻌِﻠْﻢَ ﺑِﻘَﺒْﺾِ ﺍﻟﻌُﻠَﻤَﺎﺀِ ﺣﺘَّﻰ ﺇﺫﺍ ﻟَﻢْ ﻳُﺒْﻖِ ﻋَﺎﻟِﻢٌ ﺍﺗَّﺨَﺬَ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺭﺅﺳَﺎً ﺟُﻬَّﺎﻻً ، ﻓَﺴُﺌِﻠﻮﺍ ﻓَﺄَﻓْﺘَﻮْﺍ ﺑِﻐَﻴْﺮِ ﻋِﻠْﻢٍ ﻓَﻀَﻠُّﻮﺍ ﻭَﺃَﺿَﻠُّﻮﺍ
“Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak mencabut ilmu (agama) dengan sekali cabutan dari para hamba-Nya. Akan tetapi Allah mencabut ilmu itu dengan mewafatkan para ulama. Sehingga ketika tidak tersisa lagi seorang ulama pun, manusia pun mengangkat pemimpin (agama) dari orang-orang yg sangat bodoh. Jika mereka ditanya, maka mereka (orang-orang bodoh) itu berfatwa tanpa ilmu. Mereka itu sesat dan menyesatkan." [HR Imam Al-Bukhori)
.
Al-Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan :
‏ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﻳﺒﻴﻦ ﺃﻥ ﺍﻟﻤﺮﺍﺩ ﺑﻘﺒﺾ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻓﻲ ﺍﻷﺣﺎﺩﻳﺚ ﺍﻟﺴﺎﺑﻘﺔ ﺍﻟﻤﻄﻠﻘﺔ ﻟﻴﺲ ﻫﻮ ﻣﺤﻮﻩ ﻣﻦ ﺻﺪﻭﺭ ﺣﻔﺎﻇﻪ ، ﻭﻟﻜﻦ ﻣﻌﻨﺎﻩ ﺃﻧﻪ ﻳﻤﻮﺕ ﺣﻤﻠﺘﻪ ، ﻭﻳﺘﺨﺬ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺟﻬﺎﻻ ﻳﺤﻜﻤﻮﻥ ﺑﺠﻬﺎﻻﺗﻬﻢ ﻓﻴﻀﻠﻮﻥ ﻭﻳﻀﻠﻮﻥ .
“Hadits ini menjelaskan bahwa maksud diangkatnya ilmu yaitu sebagaimana pada hadits-hadits sebelumnya secara mutlak, bukanlah menghapuskannya dari dada para penghapalnya, akan tetapi maknanya adalah dengan wafatnya para pembawa/pemilik ilmu tersebut (yaitu para ulama).
Kemudian orang - Orang akan menjadikan orang yg bodoh (sebagai pemimpin agama mereka), untuk memutuskan hukum sesuatu perkara dengan kebodohannya. Akhirnya dia pun sesat dan menyesatkan orang lain”. [ Syarh Shohih Muslim]
.
3. Demikianlah. Dan perkara inipun telah kita saksikan sekarang ini.
Banyak diantara para ulama Ahlus Sunnah wal Jama'ah yang satu persatu wafat, sehingga sedikit orang - orang yang terpercaya, lalu banyak bermunculan para da'i atas nama agama, yang menyampaikan agama dengan tanpa ilmu yang benar.
.
Da'i yang ini mengajak kepada politik, yang ini mengajak kepada khurafat, yang ini mengajak kepada bid'ah, yang ini mengajak kepada persatuan agama dengan orang - orang kafir, dan yang lainnya juga banyak mengajak kepada hawa nafsunya masing-masing, dan melakukan berbagai cara dakwah sekedar untuk mengumpulkan massa sebanyak-banyaknya, dan lain-lain.
.
Tetapi sedikit sekali da'i yg jujur dan tulus mengajak manusia benar-benar di jalan Alloh
Allohul Musta'an...
.
Semoga Alloh membimbing kita istiqomah di atas syari'at-Nya, dan dijauhkan dari segala bentuk penyimpangan dan kesesatan.

Post a Comment

loading...
Powered by Blogger.