Image result for Ratusan rumah warga Kompleks Tipar Silih Asih, RT 04/13, Desa Laksana Mekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB)
Oleh : Eti Fairuzita

Ratusan rumah warga Kompleks Tipar Silih Asih, RT 04/13, Desa Laksana Mekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) retak‑retak akibat pengeboman pada proyek pembangunan terowongan Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) di Gunung Bohong.
Menurut pantauan Tribun, Jumat (18/10), rumah warga yang retak‑tetak itu kebanyakan bagian dindingnya, baik itu dinding ruang tamu, kamar tidur, dan kamar mandi.
Bahkan ada dinding rumah warga yang nyaris ambruk akibat keretakannya terus membesar.
Warga RT 04, Heru Agam (49) mengatakan, selama dua pekan ini pengeboman di proyek tersebut sudah terjadi sebanyak delapan kali dan dentumannya terdengar jelas, bahkan barang‑barang di rumahnya pun sampai bergetar.
"Tapi dampaknya itu sangat dirasakan pada hari ketiga dan mulai terlihat ada retakan dinding, padahal sebelumnya tidak ada retakan," ujar Heru saat ditemui di kediamannya.
Saat pertama kali mendengar dentuman itu, ia merasa kaget karena suaranya terdengar keras, terlebih dentumannya kerap terdengar dua kali dalam satu hari.
"Dentumannya terdengar pagi dan sore hari, saya sampai kaget karena setelah dentuman itu rumah saya retak‑retak," katanya.
Rumah milik Linda Kurniasari (50), dinding kamar tidur dan kamar mandinya paling parah retaknya, bahkan dinding kamar mandi sampai menganga.
"Kalau ada ledakan lagi, dinding kamar mandi saya bisa ambruk, makanya saya kalau lagi mandi takut ambruk. Dentuman pengeboman itu saya dengar dua kali dalam satu hari," ucapnya.
Linda mengatakan, sesuai kesepakatan dengan warga lainnya, jika proyek tetap dilanjutkan tanpa mengindahkan keselamatan jiwa, ia dan warga lainnya minta agar direlokasi.
Liberalisasi layanan transportasi menyebabkan masyarakat pengguna transportasi terzalimi, dimana pembangunan infrastruktur rezim neolib tak memikirkan dampak buruk dan bahaya yang akan terjadi pada lingkungan rakyat sekitar.
Fakta di atas telah gamblang menunjukan betapa penguasa kita hari ini sangat tidak perduli terhadap rakyatnya demi memuluskan sebuah proyek yang tentunya hanya menguntungkan segelintir orang namun disisi lain rakyat banyak justru dikorbankan.
Sistem kapitalis dengan asas manfaatnya yaitu materi menjadikan uang di atas segalanya menjadikan penguasa mengabaikan keselamatan rakyatnya. Proses pembangunan terowongan dengan jalan pengeboman sudah jelas berbahaya dan terbukti membuat lingkungan hidup masyarakat mengalami kerusakan, bagaimana jika terjadi gempa maka bisa dipastikan rumah akan mudah roboh dan mengancam nyawa penghuninya.
Selama sistem kapitalisme masih bercokol di negeri ini masalah demi masalah datang silih berganti, kerusakan demi kerusakan selalu terjadi. Belum usai kasus pembakaran hutan dan lahan yang mengakibatkan kerusakan lingkungan, bahkan banyak nyawa yang melayang sama sekali tidak dijadikan pelajaran, kini proyek pembangunan terowongan pun mengancam kehidupan.
Masihkah kita berharap kepada sistem hari ini yang tidak pernah berpihak kepada kemaslahatan yang ada tidak lain hanyalah bencana akibat ulah tangan-tangan durjana yang selalu menggunakan hawa nafsunya demi keuntungan semata.
Padahal di dalam Islam keamanan merupakan kebutuhan dasar manusia dan negara wajib untuk menjaminnya, tak terkecuali dalam pembangunan infrastruktur dan penyediaan layanan transportasi harus sesuai syariat dan memberi jaminan keamanan bagi seluruh rakyat dimana kepemimpinan sebuah negara ada pertanggung jawaban dunia dan akhirat.
Rasulullah Bersabda : " Setiap orang adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawaban atas kepemimpinannya, seorang kepala negara akan dimintai pertanggung jawaban perihal rakyat yang dipimpinnya "
(HR. Bukhari Muslim)
Dengan demikian sudah sepantasnya pemimpin negara hadir untuk menjamin keamanan rakyatnya, dimana hal ini hanya bisa terwujud apabila diterapkan syariah Islam secara kaffah sehingga negara mampu memenuhi hak-hak rakyat sebagaimana mestinya dimana semua peraturan yang diterapkan hanya bersumber dari Al Quran dan as-sunah.
Wallahu alam

Post a Comment

loading...
Powered by Blogger.