Diedarkannya kembali link berita JPNN bahwa dirinya termasuk di antara 119 teroris dunia, ditanggapi santai oleh Prof M Din Syamsuddin MA.
“Itu lagu lama. Berita pada 2014 itu sebenarnya sudah basi dan tidak terbukti. Aneh ya saya dituduh teroris dalam link berita Arab yang tidak jelas, dan di dalam negeri link tersebut disebarluaskan lagi,” kata Din , Ahad (27/10/19) malam.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah tahun 2005-2015 ini menduga, itu permainan inteligen yang mengembangkan dan selalu mengembangkannya. “Jelas itu skenario character assasination (pembunuhan karakter) terhadap para tokoh Islam di dunia,” ujarnya.

Din merasa aneh dengan tuduhan itu. “Saya dituduh teroris tapi terpilih kedua kalinya sebagai President of Asian Conference on Religions and Peace (ACRP) berpusat di Tokyo, dan Co-President of Religions for Peace yang berpusat di New York,” ungkapnya.

Selain itu, Din sering diundang berbicara di berbagai forum internasional, seperti di PBB, Vatican, dan sebagainya. Din juga memperoleh penghargaan internasional dari beberapa negara antara lain Italia, Malaysia, Jordan, UAE, dan Jepang.

“Aneh ya kok berita tidak jelas pada 2014 sekarang dimunculkan lagi. Siapa yang melakukannya dan untuk apa?” tanya Din heran.

Tapi menurut Din, hal itu tidak perlu digubris. “Itu ibarat maling teriak maling. Kepada yang menuduh dan menyebarkan fitnah maafkan saja,” tutur dia.

Ketua Dewan Pertimbangan MUI itu juga berterima kasih pada yang membuat dan menyebarkan link itu. “Saya berterima kasih karena sudah memberi peluang pahala. Urusannya dengan Allah SWT biarlah mereka mempertanggungjawabkannya di akhirat,” kata dia.
JPPN mewartakan bahwa media online berbahasa Arab Almashhad-Alyemeni merilis daftar nama teroris dan tokoh-tokoh yang terkait erat dengan gerakan Islamic State Iraq and Syiria atau ISIS.
Di dalam berita itu, nama Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah (saat itu) Din Syamsuddin ada di daftar 101 dari 119 nama yang dirilis.
Sesuai situs itu, data itu didapat di Kementerian Luar Negeri AS. Selain nama Din Syamsuddin, ada lima lainnya berkewarganegaraan ataupun berdomisili di Indonesia seperti Nahdi Saleh Zaki, Shahura Mohammed, Mohammed Zaitun, Salim Sagaf Jaffery yang kemudian diidentifikasi sebagai Salim Jufri Assegaf, dan Brigadir Kesabaran.
sumber : PWMU.CO

Post a Comment

loading...
Powered by Blogger.