pasukan turki gempur suriah
Menyusul penarikan pasukan AS, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memulai serangan Turki ke wilayah Kurdi di timur laut Suriah.
Turki mulai melancarkan serangan militer terencana di timur laut Suriah pada hari Rabu, dan melancarkan serangan udara, serta tembakan artileri melintasi perbatasan, hanya dalam beberapa hari setelah pemerintahan Trump mengumumkan akan menarik pasukan AS dari wilayah tersebut, seperti yang dilaporkan kantor berita CNN.
Operasi itu bertujuan untuk mendorong pasukan Kurdi, yang pernah menjadi sekutu penting AS dalam perang melawan ISIS, agar menjauh dari perbatasan Turki.
“Tujuan kami adalah untuk menghancurkan koridor teroris yang kami coba buat di perbatasan wilayah selatan kami, dan menciptakan kedamaian di kawasan tersebut,” tulis Erdogan di Twitter ketika memulai operasinya.
Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang beroperasi di wilayah tersebut adalah sekutu Amerika, dan dipimpin oleh Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG), dimana Turki menganggapnya sebagai organisasi teroris.
Dengan rentetan serangan udara dan tembakan artileri di Suriah utara, tampak pemandangan kacau di wilayah ketika orang mencoba melarikan diri ke tempat yang aman. Jalan-jalan macet total ditutup oleh ratusan keluarga yang melarikan diri, satu sepeda motor membawa lima hingga enam orang, sedang mobil membawa tumpukan kasur.
Amerika telah mengelola rencana rumit di Suriah, dan telah menggunakan banyak kekuatan regional untuk berpatroli di berbagai bagian wilayah Suriah untuk menghancurkan revolusi. Amerika juga mampu menipu Turki untuk berpartisipasi dalam rencana jahatnya, melalui ancaman negara Kurdi di sepanjang perbatasan selatan Turki, setelah itu Erdogan memenuhi perannya dalam skema kejahatan dengan menghilangkan ancaman para pejuang revolusi di wilayah barat laut Suriah. Namun, Erdogan masih takut dengan warga Kurdi. Untuk itu dia memohon kepada Trump selama berbulan-bulan untuk membiarkannya masuk ke wilayah timur laut juga, inilah yang sekarang dia lakukan.
Amerika telah sepenuhnya menggantikan Inggris sebagai pusat keseimbangan kekuasaan di dunia Muslim. Namun bukannya menyadari siapa musuh kita yang sebenarnya, justru para penguasa kita terobsesi untuk saling memukul dan menghancurkan satu sama lain, demi mendapatkan ucapan selamat Amerika karena telah melakukan skema jahatnya.
Sadarlah, bahwa umat Islam tidak akan terselamatkan dari penyakitnya sampai tegaknya Khilafah ‘ala minhājin nubuwah, bersatunya semua negeri Islam, dan mengusir semua penjajah dari setiap wilayahnya (kantor berita HT, 18/10/2019).

Post a Comment

loading...
Powered by Blogger.