Hasil gambar untuk kereta cepat bandung jakarta

Oleh: Titin Kartini

Pembangunan infrastruktur transportasi pembangunan kereta api cepat Bandung Jakarta yang sedang dikerjakan oleh pemerintah menimbulkan kerugian kepada masyarakat, seperti yang dilansir oleh Tribunjabar.id
.
Ratusan rumah warga Kompleks Tipar Silih Asih Rt 04/13, Desa Laksana Mekar, kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) retak retak akibat pengeboman pada proyek pembangunan terowongan Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) di Gunung Bohong.
.
Warga Rt 04, Heru Agam (49) mengatakan selama dua pekan ini pengeboman di proyek tersebut sudah terjadi sebanyak delapan kali dan dentuman terdengar jelas, bahkan barang barang di rumahpun sampai bergetar. Dentumannya terdengar pagi dan sore hari, saya sampai kaget karena setelah dentuman itu rumah saya retak retak.katanya.
https://jabar.tribunnews.com/…/gunung-bohong-dibom-untuk-pr…
.
Proyek mercusuar pemerintahan Jokowi memang mendapatkan kritikan dari berbagai kalangan, hal ini disebabkan infrastruktur yang dibangun olehnya tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat, seperti pembangunan kereta api cepat Bandung Jakarta bukanlah infrastruktur yang urgen untuk kebutuhan masyarakat banyak karena sudah tersedia jalan tol.
.
Bahkan Ignatius Jonan pada masa menjabat sebagi Menteri Perhubungan saat itu menolak proyek tersebut dengan memberikan solusi double track dengan biaya yang sangat murah dan bisa memperlancar arus transportasi Jakarta Bandung, namun solusi tersebut ditolak oleh Jokowi.
.
Dalam sistem kapitalisme, pemerintah membangun berbagai macam infrastruktur dan transportasi bukanlah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, namun untuk memenuhi kebutuhan para kapitalis, dimana penguasa mendapatkan keuntungan untuk pribadinya. Hal ini tak ubahnya seperti zaman penjajahan dimana infrastruktur dibangun untuk kepentingan para penjajajah tersebut.
.
Sejatinya ada yang lebih urgen untuk segera dibangun infrastruktur untuk masyarakat misalnya pembangun jembatan penghubung antar desa atau kota bahkan propinsi, atau membangun sekolah sekolah yang sudah akan ambruk untuk segera diperbaiki. Hal-hal tersebut lebih dibutuhkan oleh masyarakat.
.
Dalam sistem kapitalisme, negarapun abai akan keselamatan masyarakat akibat dari pembangun infrastruktur yang dapat memberikan bencana kepada masyarakat. Para penguasa takkan pernah memikirkan dampaknya, karena mereka hanya fokus kepada keuntungan semata walau harus mengorbankan rakyatnya.
.
Hal ini tentu berbeda dengan Islam, dimana infrastruktur merupakan bangunan fisik yang berfungsi untuk mendukung keberlangsungan dan pertumbuhan kegiatan sosial ekonomi suatu masyarakat. Keberadaan infrastruktur akan sangat menunjang kemajuan sosial dan ekonomi masyarakat secara keseluruhan.
.
Dalam ekonomi islam, infrastruktur yang terkategori milik umum seperti pembangunan jalan harus dikelola oleh negara dan dibiayai dari dana milik umum, bisa juga dari dana milik negara, tetapi negara tidak boleh mengambil keuntungan dari pengelolaannya. Walaupun ada pungutan, hasilnya harus dikembalikan kepada rakyat sebagai pemiliknya dalam bentuk yang lain. Ini termasuk juga membangun infrastruktur atau sarana lain yang menjadi kewajiban negara untuk masyarakat seperti sekolah, perguruan tinggi, jalan umum dan saran lain yang lazim diperuntukkan bagi masyarakat sebagai bentuk dan pemeliharaan urusan mereka.
.
Dalam hal ini, negara tidak mendapatkan sedikitpun keuntungan, yang ada adalah subsidi yang akan diberikan secara terus menerus untuk masyarakat.
.
Infrastruktur hanya akan dibangun ketika masyarakat memang sangat membutuhkan, dan tentu dengan memperhatikan sebab akibat dari pembangunan tersebut apakah akan memberikan bencana atau merugikan masyarakat atau tidak.
.
Indahnya peraturan dalam islam ketika manusia mau diatur oleh aturan Sang pencipta. Segala sesuatu akan sangat diperhatikan bukan oleh hawa nafsu manusia demi keuntungan semata namun untuk menggapai ridho Allah SWT.
Wallahu a'lam bi as-shawab

Post a Comment

loading...
Powered by Blogger.