Image result for kabinet indonesia maju 2019

Oleh: Zainab Ghazali

Suasana politik ibu pertiwi konon sedang menghijau. Apa lagi kalau bukan karena Presiden-Wakil Presiden akhirnya resmi dilantik.
Lalu tiga hari setelah pelantikan dirinya, Presiden Joko Widodo resmi melantik 34 menteri dan 4 pejabat setingkat menteri. Dilanjut besoknya, digelarlah sidang pertama kabinet yang kemudian dinamainya sebagai Kabinet Indonesian Maju, di Istana Merdeka, Jakarta Pusat.
.
Meski penunjukan para menteri ini diwarnai banyak kontra, nyatanya Pak Presiden masih nyantai-nyantai saja. Malah, dengan PD-nya PakPres menetapkan target utama kerja kabinetnya untuk menuju "Indonesia maju" adalah melawan radikalisme dan menggencarkan Islam Nusantara.
.
Lho lho lho, benarkah Indonesia benar-benar bakal maju kalau radikalisme diberantas, sementara Islam Nusantara di-anak-emas? Sebetulnya apa yang membuat Indonesia mundur dan terjebak begitu banyak masalah? Apakah radikalisme atau justru sekulerisme kapitalisme liberalisme?
.
Tapi rupanya rezim jilid dua ini memang spesialis anti radikalisme. Meskipun ga jelas juga sih, apa yang dimaksud dengan radikal selain memberangus aktivis perjuangan Islam?
.
Masih ingat kan dengan ulasan saya sebelumnya tentang UU ITE yang menebas ASN radikal? Nah ternyata kelanjutannya makin jelas.
.
Lihat deh struktur kementrian sekarang. Mendagri dari kepolisian, Men-PAN RB mantan Mendagri. Dan keduanya berekam jejak represif di periode pertama, kan?
.
Sudah begitu, lihatlah Menhan dan Menag. Keduanya berlatar belakang militer. Dan kementerian mereka berdua ternyata sama-sama ditargetkan memberantas radikalisme.
.
Yang bikin sesak nafas juga, Menristek-nya ternyata seorang ekonom berpaham kapitalis liberalis. Alamat kapitalisasi intelektual beserta HAKI dan Scopus-nya makin gencar, deh!
.
Lalu Mendikbud-Dikti. Ternyata dijabat oleh unsur milenial pluralis, yang pengusaha berbasis aplikasi online berlevel decacorn. Terbayang pula pendidikan millenials ini mau dibawa kemana. Yang pasti, berorientasi pasar dan berkarakter pluralis.
.
Kemudian jabatan setingkat menteri, seperti Kapolri baru, ternyata berlatar belakang satuan Densus 88 pula. Tau sendiri, bagaimana kiprah densus 88 dalam agenda-agenda melawan teror yang dipercayai masyarakat hanya agenda pesanan.
.
So, coba deh telaah, instansi pemerintah mana saja yang punya visi besar dan misi jelas untuk menuju negara maju, mandiri dan terdepan. Adakah??
.
Justru yg nampak jelas ada dalam pikiran mereka hanyalah berantas radikalisme dan radikalisme. Mentok-mentoknya hancurkan paham Khilafah, ISIS dan Hizbut Tahrir. Seolah-olah isu radikalisme sudah menjadi hantu abadi bagi rezim, sehingga dianggap layak dibasmi habis.
.
Di luar itu, lihat juga bagaimana pidato Pak Presiden di rapat kabinet pertama, yang menyatakan bahwa semua menteri harus mengikuti visi-misi Presiden-Wapres. Bukankah itu berarti para Menteri tidak boleh punya visi-misi sendiri ?
.
Lha, bukankah yang seperti ini justru menguatkan ciri rezim diktatorian? Pantas saja jika selama ini rezim begitu galak pada rakyat. Kalau ada yang mengkritik, langsung tangkap. Bahkan tanpa klarifikasi atau pun proses peradilan yang transparan.
.
Walhasil, melihat struktur dan kultur kabinetnya, semua kebijakan bakal kayak hukum rimba. Rakyat hanya boleh patuh, dilarang mengkritik. Kalau sampai ada yang protes, rakyat bakal dibabat tanpa ampun.
.
Jadi kalau dipikir-pikir, fokus kerja rezim hari ini jelas tidak nyambung dengan visi Indonesia maju dari Kabinet Indonesia Maju.
.
Mau maju kemana? Pengen maju dari sisi apanya? Mau memajukan siapa? Wong pemerintahnya saja parno tingkat tinggi sama rakyatnya sendiri.
.
Sungguh, inilah realitas fase mulkan jabariyan sebagaimana yang sudah Nabi saw tunjukkan. Fase dimana kekuasaan kian menjadi sangat diktatorian.
.
Namun demikian, wahai umat, tetaplah bersabar. Istiqomahlah berjuang dan bersuara.
Pekatnya kezhaliman saat ini ibarat kian gelapnya malam. Sebentar lagi, setelah lewat puncaknya malam, adalah fajar kemenangan.
.
Kita harus tetap berpegang kepada bisyarah Rasulullah saw.
Bahwa setelah masa mulkan jabariyan itu, akan kembali tegak Khilafah 'ala minhajin nubuwwah ats-tsaniyah. Fase dimana umat kembali meraih kemuliaan. Dan dunia diliputi berkah dan kerahmatan. In syaa Allah.

Post a Comment

loading...
Powered by Blogger.