Image result for mesin uang kapitalis

Oleh: Khans Elfirda

Pelantikan pemimpin nomer satu di negeri ini sudah berlangsung, walau euforia pesta ini hanya dinikmati oleh segelintir orang. Masih membekas menyisakan misteri pemilu "pesta demokrasi" kata rakyat, yang sampai saat ini entah tidak pernah diberikan bagaimana klarifikasi atas semua kejadian meninggalnya ratusan petugas kpps, kecurangan yang terstruktur bahkan aksi demo di berondong dengan peluru nyawa pun melayang tak berarti. Wajar, rakyat seakan membisu kelu tak peduli urusan para elit politik.
Seharusnya, pelantikan presiden beserta jajarannya yang mengusung kabinet Indonesia Maju, di sambut dengan penuh kegembiraan dan harapan akan sebuah perubahan oleh rakyat. Tapi nampaknya, rakyat sudah jenuh, membaca masa depan tersirat kelam dan menakutkan. Dan rakyatlah yang akhirnya harus menanggung semua kepedihan hidup.
Belum lama, menkeu mengusulkan kenaikan iuran peserta BPJS dengan kenaikan yang tidak tanggung-tanggung. ( https://m.cnnindonesia.com/…/sri-mulyani-usul-iuran-bpjs-ke…? ), yang sejatinya kesehatan adalah hak bagi seluruh warga negara tanpa peduli bagaimana kondisi perekonomian mereka, dan inilah tugas pemerintah untuk bekerja keras memberikan pelayanan ini secara murah bahkan gratis untuk rakyat. Bukan malah menjadikan lahan bisnis, hingga menimbulkan kegaduhan di masyarakat karena beratnya iuran peserta BPJS yang menjadi kontrak mati tak bisa dilepaskan kecuali meninggal. Pun begitu, bagi yang belum mendaftar BPJS akan dipersulit urusan administrasi pemerintahan membuat KTP, SIM, KK dll. Bagaimana rakyat tak menjerit?
Nah, disisi lain beban perekonomian negara adalah tanggung jawab rakyat. Salah satunya hutang dan pembiayaan jalannya negara atas pejabat-pejabatnya. Siapa lagi kalau tidak dibebankan oleh rakyat? ( https://m.detik.com/…/sri-mulyani-1-orang-indonesia-tanggun…? ) . Sadar tak sadar rakyatlah yang akan menanggung beban negara.
Rakyatlah yang kian tercekik, betul kalau mereka bilang dipalak dinegerinya sendiri. Tapi sesumbarnya mereka menjadikan hati rakyat semakin teriris bak luka yang digarami. ( https://www.cnbcindonesia.com/…/sri-mulyani-kalian-dibiayai… ). Narasi yang selalu mengkambinghitamkan rakyat. Apa salah dan dosa rakyat kepada elit negeri ini?
Mesin Uang bagi Kapitalis
Sekilas, bagaimana potret negeri ini. Rakyat menjadi mesin uang. Bukan semata mesin uang bagi elit orang. Tapi sejatinya menjadi korban sistem kapitalisme, sehingga seluruh kebijakan negara ini bermuara kesana. Asas kepengurusan manfaat segelintir orang, orientasi utama adalah pajak dan tagihan-tagihan. Peran negara sebagai pelayan karena kapitalisme yang mengangkangi merubah pemerintah sebagai mesin lobi atas rakyat yang mengumpulkan pundi-pundi rupiah dari rakyatnya sendiri dengan dalih kepengurusan rakyat sejatinya mengenyangkan segelintir orang.
Masihkah berharap dengan sistem batil buatan manusia? Layaklah rakyat jelata yang polos bergeming, di hidup ini ada tiga hal yang tidak bisa kita terlepas darinya, ajal, pajak dan BPJS. Bentuk kekesalan mereka.
Ada harapan perubahan, yaitu meninggalkan sistem kapitalisme yang selama ini bercokol dan terbukti tak mampu menyelesaikan masalah rakyat. Jangankan mengurai, justru menambah benang kusut yang berbelit-belit.
Harapan itu ada, untuk rakyat dan semua. Yaitu fajar Islam dengan Rahmatan lil 'Alamiin, menggantikan kapitalisme dalam tatanan kehidupan. Bukankah berharap perubahan adalah sebuah keniscayaan? Dan Islam adalah sebuah keniscayaan.
Wallahu a'lam bisshowwab

Post a Comment

loading...
Powered by Blogger.