Related image

Oleh : Eti Fairuzita

Keberadaan sejumlah proyek strategis nasional (PSN) jangan sampai menjadikan pembangunan Jawa Tengah timpang. Proyek tersebut seharusnya menjadi pemicu pembangunan yang merata. Saat ini di Jateng ada tiga proyek strategis nasional, yaitu pembangunan Kawasan Industri Kendal, Kawasan Industri Brebes, dan kawasan Borobudur.
Sekretaris Daerah Jateng Sri Puryono mengatakan, percepatan pembangunan wilayah di provinsi ini didasarkan pada full factor strategy, yakni pembangunan di pusat-pusat pertumbuhan dirancang akan menarik wilayah sekitarnya. Untuk pengembangan Kawasan Strategis Prioritas Nasional (KSPN) Borobudur, selain akan menarik kawasan Purworejo, Wonosobo, Magelang, Temanggung (Purwomanggung), juga akan menarik Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen dan Klaten.
Sementara itu, pengembangan Kawasan Industri (KI) Brebes akan menarik kawasan Brebes, Tegal, Slawi, Pemalang, Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, dan Kabupaten Batang. Pengembangan Kawasan Industri Kendal sebagai PSN akan menarik wilayah pengembangan sekitar di Kedungsepur (Kendal, Demak, Ungaran, Salatiga, Kota Semarang dan Purwodadi), Wanarakuti (Juwana, Jepara, Kudus dan Pati), kata Puryono.
Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen menambahkan, Pemprov fokus melaksanakan pembangunan kawasan secara bersama-sama. Egosektoral yang kental harus dihilangkan. Saya berharap egosektoral kita hilangkan. Jangan sampai ada keluhan, kawasan timur kurang, yang dibangun kawasan barat saja. Kawasan utara, selatan kok belum. Yang seperti ini harus kita tanggalkan, ujarnya.
Kebijakan itu didukung Deputi Bidang Koordinasi Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kemenko Perekonomian Wahyu Utomo. Pihaknya mendorong agar Pemprov Jateng bersama pemerintah kabupaten/kota bersinergi untuk mewujudkan proyek strategis nasional yang akan memberikan dampak positif di daerah daerah sekitarnya.
Ini konsep yang menurut kami bisa jalan, asal bersama-sama. Jateng punya potensi unggulan dan kami sudah memetakan setiap kawasan punya unggulan masing-masing. Jadi ada imbal balik antarkawasan. Ini yang akan kita kembangkan dengan menyiapkan konektivitas, dan mendorong pusat-pusat ekonomi yang harus dikembangkan dengan memberikan fasilitas infrastruktur yang memadai, paparnya.
Pengembangan proyek strategis yakni pembangunan Kawasan Industri Kendal, Kawasan Industri Brebes, dan Kawasan Borobudur yang diharapkan akan menarik wilayah sekitarnya tidak lebih demi pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang harus tembus 7 persen, dimana sebelumnya hanya mencapai 5,32 persen.
Demi menarik Wisatawan maka seluruh wilayah Jawa Tengah didesain seindah mungkin, berbagai pesta rakyat pun digelar, pengembangan bidang pariwisata terus dilakukan tidak lain untuk menarik para investor agar mau menamkan modalnya.
Meningkatkan pertumbuhan ekonomi Jateng tentu nemerlukan usaha yang besar dan dana yang tidak sedikit terutama dalam penyediaan infrastruktur yang memadai, Dimana dana tersebut akan didapatkan lewat investasi.
Tentu kita memgetahui, dibalik investasi tidak bisa dilepaskan dari indikasi kepentingan yang mengintervensi yaitu jalan penjajahan, sehingga para pemilik modal bisa leluasa menancapkan hegemoninya demi melancarkan kepentingan penguasa dan para pengusaha.
Padahal pertumbuhan ekonomi Jateng tidak ubahnya seperti fatamorgana, alih-alih mensejahterakan justru menjadikan rakyat kecil tambah sengsara.
Betapa tidak!
Apabila pertumbuhan ekonomi Jateng mencapai 7 persen, sudah dipastikan pendapatan perkapita masyarakat akan bertambah dan dianggap mampu.
Dengan demikian, segala bentuk subsidi akan dihapuskan, BPJS bagi rakyat miskin dihilangkan, yang pada akhirnya rakyatlah yang dikorbankan.
Begitupun di bidang sosial juga akan terdampak dimana kehidupan sosial akan semakin jauh dari moral, pergaulan bebas, narkoba, homosex akan berkembang pesat di negeri ini, pemikiran barat akan mengotori akidah generasi akibat banyaknya budaya barat yang masuk melalui tenaga kerja asing yang membanjiri negeri ini.
Dunia pendidikan juga akan menjadi sasaran dimana kurikulum akan disusun sesuai kehendak mereka, kebijakan negara yang dibuat juga tidak akan pro terhadap rakyatnya, dengan demikian penderitaan dan kesengsaraan rakyat sudah di depan mata. Dengan adanya investasi ini menjadikan negara menjadi lemah dan terus didikte oleh pihak lain, untuk menjadi negara mandiri hanya tinggal mimpi yang tidak pernah menjadi kenyataan.
Investasi nyatanya hanya menjadikan negara pada kemunduran dan kehancuran. Nauzubillah !
Allah Berfirman : " Siapa saja yang berpaling dari peringatan-Ku sungguh bagi dia kehidupan yang sempit dan Kami akan menghimpunkan dirinya pada hari Kiamat dalam keadaan buta " ( TQS. Thaha : 124)
Apapun yang terjadi dan menimpa negeri ini seakan menjadi bukti peringatan Allah kepada manusia akibat tidak mau berhukum sesuai syariatNya, sehingga kesempitan hidup pun terus dirasakan di segala bidang kehidupan.
Sistem kapitalisme dengan ide sekulernya yakni pemisahan agama dari kehidupan menjadikan agama hanya sebatas ibadah ritual saja dan dijauhkan dari aspek kehidupan lainya, sehingga kerusakan demi kerusakan terjadi dimana-mana.
Sudah saatnya umat mencampakan hukum buatan manusia yang hanya membawa kerusakan dan kesengsaraan kemudian beralih kepada sistem Islam.
Dimana Islam adalah agama yang sempurna yang mampu menyelesaikan berbagai problem manusia tak terkecuali masalah ekonomi.
Negara Islam memiliki konsep ekonomi yang kokoh dan tidak mudah diobok-obok pihak lain, dimana negara adalah pihak yang memiliki kewajiban dalam mensejahterakan rakyatnya. Dengan mengelola SDA secara mandiri dan hasilnya dikembalikan kepada rakyat dalam bentuk berbagai pelayanan baik dalam bidang ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Negara juga wajib menjaga aset-aset negara dan melindungi SDA sehingga segala bentuk investasi bisa dihindari. Dengan demikian hanya Islamlah satu-satunya solusi hakiki bagi negeri ini.
Selain itu penerapan sistem Islam merupakan pelaksanaan perintah Allah serta wujud ketaatan kepada-Nya. Dimana ketaatan itu pasti akan mendatangkan keberkahan dari langit dan bumi sesuai dengan janji-Nya.
Allah Berfirman : "Seandainya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi" (TQS. al-Araf : 96)
Wallahu alam bish-sawab

Post a Comment

loading...
Powered by Blogger.