Gambar terkait

Oleh : Abu Abdirrohman Yoyok
.
قال الحافظ ابن حجر رحمه الله تعالى :
[ العالم إذا كان عليما ولم يكن عفيفا، كان ضراره أشد من ضرر الجاهل ]
تذكرة السامع والمتكلم، (ص. 67)

Al-Imam Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqolani rohimahullohu ta'ala pernah berkata :
"Orang yg berilmu itu, apabila dia berilmu (memiliki ilmu yg banyak) tetapi dia bukan seorang yg 'Afiif (pandai menjaga kehormatan dirinya), maka madhorotnya (bahayanya) itu lebih berat daripada madhorotnya (bahayanya) orang yg bodoh."
[ Tadzkidotus Sami' wal Mutakallim, hal. 67]
.
Catatan :
1. 'AFIIF, adalah sebutan bagi orang laki-laki yg memiliki sifat 'IFFAH. Sedangkan wanita yg memiliki sifat spt itu disebut 'AFIIFAH.
2. Adapun makna 'Iffah secara bahasa, artinya adalah menahan.
Sedangkan secara istilah, maknanya adalah : "Menahan diri sepenuhnya dari perkara-perkara yang diharamkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala."
.
3. Jadi, seseorang itu dikatakan 'AFIIF, yaitu orang yang bersabar dari perkara-perkara yang diharamkan (yakni dengan menjauhinya secara terus menerus), walaupun jiwanya cenderung kepada perkara tersebut dan menginginkannya.
.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :
وَلۡيَسۡتَعۡفِفِ ٱلَّذِينَ لَا يَجِدُونَ نِكَاحًا حَتَّىٰ يُغۡنِيَهُمُ ٱللَّهُ مِن فَضۡلِهِۦۗ
.
“Dan orang-orang yang belum mampu untuk menikah, hendaklah menjaga kesucian dirinya sampai Allah menjadikan mereka mampu (untuk menikah) dengan karunia-Nya.” (an-Nur: 33)
.
4. Termasuk makna ‘iffah adalah : "Menahan diri dari meminta-minta kepada manusia."
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :
لِلۡفُقَرَآءِ ٱلَّذِينَ أُحۡصِرُواْ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ لَا يَسۡتَطِيعُونَ ضَرۡبٗا فِي ٱلۡأَرۡضِ يَحۡسَبُهُمُ ٱلۡجَاهِلُ أَغۡنِيَآءَ مِنَ ٱلتَّعَفُّفِ تَعۡرِفُهُم بِسِيمَٰهُمۡ لَا يَسۡ‍َٔلُونَ ٱلنَّاسَ إِلۡحَافٗاۗ وَمَا تُنفِقُواْ مِنۡ خَيۡرٖ فَإِنَّ ٱللَّهَ بِهِۦ عَلِيمٌ ٢٧٣
“Orang yang tidak tahu menyangka, bahwa mereka (orang-orang yg fakir/miskin) itu adalah orang-orang yang berkecukupan, karena mereka ta’affuf (menahan diri dari meminta-minta kepada manusia)….” (QS al-Baqarah: 273)
.
5. Jadi berdasarkan uraian di atas, kesimpulannya : wajib bagi setiap Muslim itu menjadi orang yg AFIIF, yakni hendaknya pandai menahan diri dan bersabar untuk tidak melakukan hal-hal yang diharamkan oleh Alloh ta'ala, dan juga sabar untuk tidak meminta-minta kepada orang lain.
.
Inilah perhiasan akhlak seorang Muslim secara umum, lebih-lebih lagi bagi seorang yg sedang menuntut ilmu agama.
Ya, wajib baginya untuk menghiasi akhlaknya dengan sifat 'Iffah seperti tersebut di atas.
Jika tdk demikian, dikuatirkan tdk ada keberkahan dan kebaikan pada ilmu yg dimilikinya.
Wallohu a'lamu bis showab.

Post a Comment

loading...
Powered by Blogger.