Oleh: Shireen Malika
Founder Open Mind Comunity

Teringat sebuah judul Seminar Nasional "Spekulasi Isu Terorisme, Kenapa Harus Islam?" (03/09) di gedung A FKIP Universitas Negeri Sebelas Maret lalu. Semnas yang diselenggarakan oleh Lembaga Pers Mahasiswa  Motivasi 10 tahun yang lalu, menghadirkan pembicara yang kompeten di bidangnya yaitu Ust. Muzakir Solo, Mr. Farid Wajdi Pakar Politik Internasional, dan Mr. Muchus wartawan detik.com.

Sepuluh tahun yang lalu narasi terorisme digoreng dan menjadikan Islam sebagai pihak tertuduh. Padahal Islam tak pernah mengajarkan tindakan terorisme. Kalau pun ada tindakan teror cukup salahkan pelakunya jangan seret ajaran Islam untuk dijadikan kambing hitam narasi terorisme. Sekarang, narasi yang digoreng adalah radikalisme. Setelah isu terorisme menguap, sekarang isu radikalisme mulai ditabuh sebagai cikal bakal gerakan terorisme. Padahal, jika dikaji lebih dalam semua ajaran Islam tidak mengajarkan tindakan teror maupun radikal. 

Ada empat alasan kenapa radikalisme menjadi alat propaganda paling seksi untuk dialamatkan kepada Islam. Pertama, isu radikalisme mampu menutupi kegagalan sistem Kapitalisme liberal dalam mewujudkan kesejahteraan. Ketika isu ini ditabuh, seolah jagat dilupakan dengan kondisi negeri ini yang semakin sekuler dan liberal loyal kepada para Kapitalis.

Kedua, isu ini bisa digunakan sebagai alat gebuk dakwah kebangkitan Islam. Sudah banyak bukti kajian-kajian dibubarkan dengan dalil radikalisme. Bendera tauhid dilarang berkibar karena dicap radikal. Padahal, semua ajaran Islam mampu membawa rahmat bagi seluruh alam. Aneh, jika kajian Islam dan simbol-simbol Islam dituduh radikal.

Ketiga, radikalisme mampu memecahbelah dan mengadudomba umat Islam. Ketika ada isu ini umat dikotak-kotakkan siapa yang setuju dengan Islam kaffah (keseluruhan) dicap radikal. Siapa yang masih menerima nilai-nilai liberal tidak disebut radikal. Contohnya para pelaku kriminal, prostitusi, korupsi, dan kawan-kawannya tak pernah dicap radikal.

Keempat, radikalisme digunakan untuk menghembuskan Islamofobia di benak kaum Muslimin. Lihatlah banyak kaum Muslim menjadi ketakutan dengan ajarannya sendiri. Tidak hanya takut, mereka beramai-ramai untuk membenci ajaran Islam. Contohnya saja adalah Khilafah, jihad, dan bendera tauhid tak henti-hentinya mereka monsterisasi.

Oleh sebab itu, masihkah mau dikelabuhi oleh isu radikalisme?
Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala :

يُرِيدُونَ لِيُطۡفِـُٔواْ نُورَ ٱللَّهِ بِأَفۡوَٲهِهِمۡ وَٱللَّهُ مُتِمُّ نُورِهِۦ وَلَوۡ ڪَرِهَ ٱلۡكَـٰفِرُونَ

Artinya : “Mereka ingin hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci.” (Q.S. Ash-Shaff [61] : 8).

Post a Comment

loading...
Powered by Blogger.