Penulis : Rina Kusrina, MSi
.
Menggegerkan dunia. Dilansir dari BBC News Indonesia (https://m.youtube.com/watch?feature=share&v=Wvx8yGFIWrU), seorang WNI yang dihukum seumur hidup di Pengadilan Inggris karena dakwaan pemerkosaan terhadap ratusan pria. Pengadilan Inggris menyatakan, ini adalah kasus pemerkosaan berantai terbesar di dunia. Reynhard Sinaga (RS) memperkosa pria-pria muda yang lewat di jalanan dekat apartemennya dengan cara memperdaya korbannya dengan minum minuman keras yang dicampur obat bius. Tercatat lebih dari 195 pria menjadi korbannya. Ia pun memfilmkan aksinya. Ditemukan pihak Kepolisian Manchester 1500 DVD hasil rekaman perbuatannya, beserta barang bukti lainnya berupa dua ponsel genggamnya.
Pria lulusan arsitek di salah satu Universitas terbaik di Indonesia ini melanjutkan kuliah magister di Manchester Univercity di Inggris. Beberapa gelar master ia raih dan saat ditangkap ia tengah menjadi kandidat doktor.
.
Berdasarkan penelusuran, pria ini sudah mengidap penyimpangan seksual semenjak sekolah sarjana. Hal ini tampak dari ucapan terimakasih di skripsinya kepada seorang yang mengetahui sisi gelapnya 'dark side of me' (https://m.tribunnews.com/…/reynhard-sinaga-pengantar-skrips…). Ia pun tergabung dalam komunitas gay. Bahkan tesisnya mengupas tentang LGBT di Manchester (https://www.google.com/…/bahas-gay-dan-biseksual-judul-…/amp). Ia pun membuat disertasi terkait dengan teori perubahan sosial yang mengangkat LGBT.
.
Dari berbagai fakta yang terkuak tersebut, sudah dipastikan ia adalah seorang predator seksual yang memiliki penyimpangan seksual (homoseksual). Dengan kemampuan finansial dan intelektualitasnya, ia menempuh pendidikan di Inggris dan mencoba menghasilkan karya-karya yang mengangkat kaum pelangi dan tampak berupaya agar kaum pelangi semakin eksis dengan teori barunya walaupun pada akhirnya disertasinya ditolak.
.
Kejahatan Seksual dan Ide Kebebasan 
Menerima 159 dakwaan dari jaksa penuntut dengan berlimpah bukti. Banyak korban yang tidak menyadari kalau ia adalah korban pemerkosaan, bahkan korban tahu ia menjadi korban setelah ditemukan bukti dan dihubungi pihak kepolisian.
Atas perbuatan keji pelaku, sebagian korban ada yang trauma, merasa rendah diri dan sampai ingin bunuh diri. Sebagian korban juga tercatat sebagai pelaku homoseksual.
.
Meskipun demikian, RS bersikukuh tidak bersalah, Ia beralasan melakukan hubungan seksual tersebut dengan 'suka sama suka'. Ia tahu betul bahwa hukum Barat tidak akan menjerat pelaku zina atau homoseksual jika dilakukan suka sama suka karena itu adalah bagian dari Hak Asasi Manusia (HAM) yang didengungkan kapitalisme diseluruh dunia. Namun alasan tersebut tidak bisa diterima karena setidaknya 48 korban yang merasa diperkosa telah melapor. Demikian halnya pengadilan negeri Inggris memberikan dakwaan kepadanya sebagai pemerkosa pria.
Ia dikenakan tindak pidana karena melakukan paksaan berupa pemerkosaan. Tak ada delik bahwa penyimpangan seksualnya adalah kejahatan seksual.
.
RS hanya salah seorang produk kapitalisme barat dengan ide kebebasannya. Ide kebebasan ini membolehkan perilaku bebas apapun termasuk bebas untuk menjadi penganut LGBT dan melegalkannya. Beberapa negarapun sudah melegalkan kaum LGBT. Bahkan komunitas LGBT di seluruh dunia mendapat dukungan dana untuk aktivitas dan propagandanya di dunia Islam.
.
Nilai-nilai kebebasan yang dipropagandakan Barat dan dianggap baik sebagian masyarakat pada faktanya semakin membuat kerusakan dalam masyarakat.
Ide ini nyatanya telah menghasilkan tindak-tindak kejahatan diluar nalar manusia. Terkuaknya kasus RS ini hanya salah satu kejahatan penyimpangan seksual yang melibatkan ratusan korban. Ide kebebasan berupa kebebasan berperilaku menghasilkan beragam kasus kriminalitas seperti menjamurnya pedofil, meningkatnya pemerkosaan terhadap perempuan/laki-laki, pembunuhan yang semakin keji dengan beragam cara. Demikian halnya ide kebebasan lainnya meliputi kebebasan berserikat memberikan peluang munculnya komunitas pelaku kejahatan seperti komunitas gay, pemakai narkoba, dan lain-lain. Kebebasan berpendapat menghasilkan orang-orang yang pandai mencela dan menghina Agama dan Nabi, menafsirkan isi kitab suci semaunya. Kebebasan beragama menjadikan manusia bebas pindah-pindah keyakinan dengan seenaknya dengan asas manfaat. Inilah hasil dari terimplementasinya ide kebebasan yang diusung ideologi kapitalisme Barat.
.
Banyak masyarakat yang tidak menyadari sesungguhnya nilai-nilai yang didengungkan Barat inilah yang menjadikan maraknya tindak kejahatan, ruwetnya sistem sosial, dan kezaliman yang menimpa rakyat dalam pengelolaan pemerintahan.
.
Semakin merosotnya moral dan perilaku ini adalah bagian yang tidak bisa dilepaskan dari sistem kapitalisme global yang mencengkram dunia ini. Selain kebobrokan ide HAMnya, sistem kapitalis yang merupakan sistem yang mengedepankan asas manfaat ini sengaja memelihara bentuk dan tindak kejahatan hanya untuk kepentingan ekonominya. Contoh dalam hal ini adalah legalisasi minuman keras, jaringan narkoba, pelacuran yang difasilitasi, senjata yang diperjualbelikan, dan lain-lain. Berbagai peraturan yang diterapkan ini memfasilitasi tindakan kejahatan, termasuk ragam kejahatan seksual.
Saatnya Kembali pada Islam 
Islam sebagai sebuah Ideologi yang memiliki sejumlah pemikiran dan implementasi peraturan memiliki solusi atas berbagai kerusakan yang ditimbulkan ideologi lain (kapitalisme dan sosialisme).
Berkebalikan dengan sistem dan ideologi lain, Islam memiliki sejumlah aturan yang mampu mengatur keteraturan hidup dan merealisasikan hak-hak manusia secara seluruhnya.
1. Islam menjaga aqidah.
Seorang warga negara mungkin beragama selain Islam. Dalam wujud peribadatannya Islam menjaga agar tidak mencampuradukan agama masing-masing. Maka dikenalah konsep "Lakum dienukum waliyaddien". Namun, Islam memandang hanya Islam agama yang benar, oleh karena itu negara wajib menjaga keimanan seorang muslim agar tidak goyah/murtad. Pelaku murtad dikenakan sanksi yang berat yakni dibunuh.
2. Islam menjaga nyawa
Nyawa manusia sangat dihargai dalam Islam, hukum balas bunuh diberlakukan atas pelaku pembunuhun. Sanksi yang berat juga bisa berupa membayar diyat yang nilainya sangat besar (100 unta dengan 40 dintaranya unta yang bunting). Itupun jika pihak keluarga terbunuh memaafkannya. Termasuk sanksi qishash juga jika menghilangkan anggota badan/melukai dan melakukan penganiayaan, telinga diganti telinga, hidung dengan hidung, mata dengan mata, gigi dengan gigi, dan demikian seterusnya.
3. Islam menjaga harta.
Islam membolehkan warganya untuk memiliki harta sesuai usahanya. Tidak ada batas kepemilikan selama cara yang ditempuh halal dan sesuai syariat. Islam menjaga harta bagi para pemiliknya dengan menetapkan sanksi yang tegas atas pencuri berupa hukum potong tangan.
4. Islam menjaga kehormatan/keturunan
Kehormatan dan nasab dalam Islam sangat dijaga. Islam melarang praktek perzinahan yang merusak nasab dan menimbulkan penyakit sosial di masyarakat. Sanksi beruba hukum jilid/cambuk dan rajam diberlakukan bagi pezina walaupun suka sama suka. Demikian halnya, Islam menjaga kelestarin jenis manusia, dengan pengaturan hukum pernikahan terkait pria dan wanita. Islam melarang keras praktek pernikahan sejenis.
Dalam kasus LGBT, Islam menganggapnya adalah penyimpangan dan kejahatan seksual, karena tidak sesuai dengan fitrah manusia. Islam memiliki sanksi yang tegas atas pelaku homoseksual dan Lesbian yaitu dibunuh dengan cara menerjunkannya dengan posisi terbalik dari tempat yang tinggi/jurang hingga meninggal.
Berbagai Sanksi yang tegas ini merupakan seperangkat aturan Islam yang berfungsi sebagai penebus dan pencegah. Merupakan penebus dosa bagi para pelakunya agar di akhirat kelak terbebas dari siksa neraka yang lebih dahsyat dari hukuman dunia. Fungsi pencegah bagi masyarakat lingkungannya, agar tidak melakukan hal yang serupa dengan berpikir ribuan kali untuk melakukan berbagai tindakan kejahatan tersebut karena beratnya sanksi tersebut.
Demikian sistem pengaturan masyarakat dalam Islam berbeda jauh dengan kapitalis. Penerapan nilai-nilai dan aturan Islam secara keseluruhan di seluruh aspek kehidupan adalah upaya penjagaan dan pencegahan agar tidak terjadi penyimpangan dan tindak kejahatan yang bertentangan dengan syariat. Sehingga wajar dalam sejarah penerapan Islam sepanjang 14 abad lamanya hanya tercatat 300 kejahatan. Jika dibandingkan dengan penerapan kapitalisme sekarang, frekuensi tindak kejahatan bisa terjadi perdetik.
Sudah saatnya kita meninggalkan sistem kapitalis yang menanamkan nilai-nilai yang merusak dan hanya menjadi biang keladi dari kerusakan masyarakat. Saatnya kita menjadikan kembali Islam sebagai sistem hidup dan menerapkan syariat Islam dalam bingkai Khilafah. Niscaya kemuliaan umat dan keberkahan negri akan diraih.
Wallahu A'lam Bi Showab.

Post a Comment

Powered by Blogger.