Penulis : Yudia Falentina (Pemerhati Lingkungan dari Komunitas Revowriter)

Indonesia kini darurat virus Corona (Covid 19). Bahkan salah satu menteri kabinet Joko Widodo yakni Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dikabarkan positif terjangkit virus ini.

Jumlah pasien kian hari terus bertambah. Juru Bicara Pemerintah khusus penanganan virus corona, Achmad Yurianto mengatakan angka sebelumnya hanya 69 meningkat menjadi 96 kasus. Satu hari kemudian, korban bertambah menjadi 117 orang. Mirisnya, 5 orang pasien dinyatakan meninggal dunia. Kini, penyebaran virus ini tidak hanya di Jadebotabek, juga sampai ke Jabar, Jateng, Yogyakarta, Bali, Manado, Pontianak dan daerah lainnya (cnnindonesia.com,15/3/2020).
Bahkan, sejak mewabah Januari lalu, Covid-19 ini sudah menjangkiti 117 negara. Di negara asalnyal virus ini telah berhasil diredam, kini malah menyebar ke berbagai belahan dunia. Italia termasuk negara kedua terbanyak penderita Corona setelah Cina. Sebagai antisipasi penyebaran virus tersebut, pemerintah Italia menerapkan lockdown (mengunci daerah), tindakan ini juga telah dilakukan oleh Manila, Irlandia dan Denmark.
/Apa itu Lockdown?/
Dikutip dari liputan6. com, 14/3/2020, lockdown merupakan situasi dimana seseorang tidak diizinkan masuk atau keluar gedung, area secara bebas karena keadaan darurat. Tindakan ini bertujuan mengunci akses masuk dan keluar sebuah daerah atau negara untuk mencegah penyebaran COVID-19. Lockdown mengharuskan sekolah, tempat umum, transportasi umum, bahkan industri ditangguhkan sementara.
Lebih lanjut, aturan lockdown juga meminta masyarakat untuk tetap berada di rumah dan membatasi segala aktivitas di ruang publik. Upaya lockdown akibat COVID-19 pertama dilakukan oleh pemerintahan China, khususnya di Provinsi Hubei selanjutnya juga dilakukan di Korea Selatan tepatnya di Daegu.
/Lalu apakah pemerintah Indonesia akan melakukan langkah serupa?/
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan bahwa pemerintah saat ini tidak akan melakukan upaya lockdown. Terawan menilai bahwa tindakan preventif atau pencegahan dengan membersihkan lingkungan dan menjaga imunitas anggota masyarakat lebih efektif untuk dilakukan (Kata data.co.id, 13/3/2020).
Selain itu, Jubir penanganan virus corona menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia belum mengambil opsi lockdown. Hal tersebut karena Indonesia belum siap dengan konsekuensi dari opsi ini. Jika diterapkan nantinya akan berpengaruh pada berbagai aspek, sebut saja sektor ekonomi dan sektor pariwisata tentu akan kena imbasnya.
Lalu apakah nyawa 271 juta rakyat Indonesia akan dikorbankan begitu saja demi meraih pemasukan negara? Pasalnya, jika virus ini menyebar luas di Indonesia tentu akan berdampak cukup dahsyat nantinya. Hal ini dikarenakan, bidang kesehatan negara +62 ini belum secanggih Cina dan Italia. Wong mereka aja yang labih maju dalam bidang kesehatan telah mengambil opsi lockdown, sementara kita yang jauh tertinggal justru membuka pintu dan diskon besar-besaran buat turis asing dan mancanegara. Sebuah kebijakan yang amat disayangkan!
/Panduan Islam Atasi Wabah Penyakit/
Islam selaku agama sempurna telah punya segudang aturan dalam kehidupan. Begitu pula dalam penanggulangan wabah penyakit tak luput dari aturan Islam. Sebelum Cina dan Italia melakukan lockdown terhadap negaranya, tindakan serupa telah dahulu dilakukan oleh Rasulullah pada zamannya.
Dalam sejarah, wabah penyakit menular pernah terjadi pada masa Rasulullah SAW. Wabah itu ialah kusta yang menular dan mematikan sebelum diketahui obatnya. Untuk mengatasi wabah tersebut, salah satu upaya Rasulullah adalah menerapkan karantina atau isolasi terhadap penderita. Ketika itu Rasulullah SAW memerintahkan untuk tidak dekat-dekat atau melihat para penderita kusta tersebut. Beliau bersabda:
‏ لاَ تُدِيمُوا النَّظَرَ إِلَى الْمَجْذُومِينَ
Janganlah kalian terus-menerus melihat orang yang mengidap penyakit kusta (HR al-Bukhari).
Lebih lanjut, Rasulullah membangun tembok di sekitar daerah yang terjangkit wabah. Peringatan kehati-hatian pada penyakit kusta juga dikenal luas pada masa hidup Rasulullah SAW.
Pada hadist yang lain Abu Hurairah ra menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, "Jauhilah orang yang terkena kusta, seperti kamu menjauhi singa" (HR al-Bukhari).
Rasulullah juga pernah memperingatkan umatnya untuk jangan mendekati wilayah yang sedang terkena wabah. Sebaliknya, jika sedang berada di tempat yang terkena wabah, mereka dilarang untuk keluar. Sebagaimana beliau bersabda:
إِذَا سَمِعْتُمْ بِالطَّاعُونِ بِأَرْضٍ فَلاَ تَدْخُلُوهَا، وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلاَ تَخْرُجُوا مِنْهَا
Jika kalian mendengar wabah terjadi di suatu wilayah, janganlah kalian memasuki wilayah itu. Sebaliknya, jika wabah itu terjadi di tempat kalian tinggal, janganlah kalian meninggalkan tempat itu (HR al-Bukhari).
Dari apa yang telah diuraikan diatas, jelas sekali bahwa Islam punya solusi jitu dalam mengatasi wabah, termasuk Covid 19. Apa yang telah dilakukan Rasulullah dulunya kini dikenal dengan istilah Lockdown. Memang Islam adalah agama am yang sempurna mengatur kehidupan, saat ilmu dan teknologi belum semaju sekarang, Islam telah lebih dulu menerapkan konsep penguncian daerah dari suatu wabah penyakit. Wallahualam bisshowab.

Post a Comment

Powered by Blogger.